Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2 (Menjawab Tantangan)

Menentukan Tema Cerita

Belajar langsung praktik menulis cerpen kali ini adalah menulis tantangan yang diberikan oleh narasumber pada komunitas menulis yang penulis ikuti. Tulisan ini bukan sekedar menjawab tantangan yang ada pada postingan sebelumnya. Namun merupakan proses dari serangkaian proses belajar membuat cerita fiksi.

Cerita fiksi membutuhkan imajinasi yang tinggi. Pencerita harus pandai mengolah alur dan memberi karakter pada tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam cerita. Itulah mengapa seorang pemula yang sedang belajar membuat cerita, dituntun dengan kerangka cerita.

Kerangka cerita dimulai dari tema. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan yang menjadi nyawa atau ruh dalam penulisan cerita. Tema berfungsi menyampaikan isi pesan dari cerita.

Pada tantangan kali ini, saya memilih tema “Pengalaman siswa selama belajar di rumah”.  Tema ini diilih karena secara nyata, banyak siswa yang sedang menjalani pembelajaran jarak jauh. Mandiri maupun berkumpul dalam ruangan virtual dengan aplikasi tertentu.

Secara kasat mata, tema itu ada di sekitar kita. Secara nyata sebagian peristiwa itu penulis alami. Itulah alasan saya memilih tema itu untuk dikembangkan.

Menyusun Premis

Premis merupakan dasar pemikiran yang digunakan sebagai langkah awal dalam mewujudkan ide/gagasan cerita dalam satu kalimat. Itu mirip kalimat tesis dalam tulisan nonfiksi. Premis menjadi kerangka bagi pengembangan cerita selanjutnya.

Premis yang disusun berasarkan cerita di atas adalah “Seorang siswa SD Kelas 6 dari keluarga tidak mampu tetapi memiliki semangat tinggi dalam belajar akhirnya mampu membuat blog dengan handphone, mengikuti lomba dan menjadi juara.”

PJJ (pembelajaran jarak jauh) tidak semulus yang dikira. Apalagi PJJ berlangsung di daerah dengan tingkat sosial ekonomi yang beragam namun didominasi masyarakat berekonomi lemah. Tentu pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan tersendiri baik bagi guru, orang tua, maupun siswa itu sendiri.

Penokohan

Pada tulisan terdahulu, saya sdah menguraikan istilah tokoh protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran. Sebelum premis di atas dikembangkan menjadi cerita, adalah bijaksana jika penulis menentukan dulu tokoh-tokoh yang akan “dimainkan” dalam ceritanya.

Siapa tokoh dalam calon cerita pendek saya? Setelah beberapa “bongkar pasang” akhirnya penulis tentukan para tokoh dalam cerita pendek nanti.

Tokoh Protagonis

Tokoh yang menjadi protagonis dalam cerita adalah Awang. Seorang anak laki-laki umur 11 tahun masih kelas enam. ia anak yang penurut kepada orang tua, bersungguh-sungguh, dan rajin belajar.

Tokoh Antagonis

Tokoh antagonis dalam cerita ini adalah Alenia. Anak perempuan sebaya Awang. Mulutnya agak nyinyir, semua hal ingin dikomentari. Mudah memafkan tetapi jahil.

Tokoh Tritagonis

Pak Guru adalah tokoh tritagonis dalm cerita. Pak guru menjadi penengah dalam konflik antara awang dengan Alenia.

Tokoh Figuran

Tokoh figuran dalam cerita adalah Eva, Angga, dan Ragil. Teman sekelompok Awang.

Alur atau Plot

Setiap alur memiliki unsur-unsur: pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik memuncak atau klimaks, dan penyelesaian atau ending.

Pengenalan Cerita

Awang belajar dengan kelompok kecilnya. Ia tidak memiliki HP oleh karena itu disarankan untuk ikut berkelompok dengan alenia dan kawan-kawan yang memiliki HP.

Awal Konflik

Awang sering kesulitan untuk mencatat karena menunggu temannya selesai dengan gawainya. Ia dengan sabar meminjam catatan dan sesekali ia meminjam gawai temannya.

Konflik Memuncak

Pada suatu hari sepulang belajar kelompok, hari mendung. Ketika pulang hujan deras. Baju dan buku Awang basah. Naas, di perjalanan, sepedanya terperosok ke selokan. Buku catatan pelajaran hanyut terbawa air selokan. Meskipun berhasil menangkapnya, buku itu sudah basah bercampur lumpur. Sampai di rumah, kertas buku makin lembut dan akhirnya banyak sobek. Awang kehilangan catatan. Ia mau pinjam gawai temannya tidak ada yang meminjami. Beruntung Alenia mau meminjami buku.

Suatu hari Alenia diberi uang Rp20.000,00 untuk membeli pulsa. Uang itu diselipkan di buku catatan Agama. Buku itu dikumpulkan kepada guru Agama karena ada PR yang harus dikerjakan. Namun ia lupa dan bersikeras uang itu ada dalam buku catatan yang dipinjam Awang. Alenia pun menuduh Awan mengambil uangnya.

Penyelesaian

Pak Guru mendapat laporan Awang. Akhirnya Pak Guru ikut menyelesaikan. Uang Alenia ditemukan di dalam buku catatan agama yang dikumpulkan kepada Ibu Ika, guru agama mereka. Pak guru datang ke rumah Awang, ayah awang bercerita bahwa ia sudah membelikan HP untuk belajar.

Bersam teman sekelas, anak-anak belajar membuat blog pada plikasi. Seluruh siswa berlatih menulis.  Awang yang gemar menulis diikutkan dalam lomba blog untuk siswa dan mendapat juara. Alenia datang ke rumah Awang dan meminta maaf.

Penutup

Saya menunggu sang “Master” berkunjung ke blog ini dan memberikan komentar. Jika sudah tidak banyak revisi lagi, akan segera dieksekusi. Sabar saja, karenatantangan menulis nonfiksi juga menanti. Uf, belajar memang harus tahan bersabar.

#Jan21AISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

16 thoughts on “Belajar Langsung Praktik Menulis Cerpen #Bagian 2 (Menjawab Tantangan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *