Bebas Tapi …

 

Setiap hari, mestinya, kita menulis. Bebas. Menulis apa saja. Laporan pandangan mata, gagasan aktual, memodifikasi tulisan teman, mengerjakan tugas kuliah, atau sekedar mengerjakan tantangan. Tantangan? Ya, begitulah jika kita bergabung dalam komunitas. Apalagi admin Lagerunal. Tidak cukup menggelar #SeninBlogWalking, #SelasBerbagi, dan #SabtuBlogging, setiap hari Kamis tagar Kamis Menulis menjadi momen yang ditunggu.

Setiap anggota bebas menuangkan tulisannya dalam berbagai bentuk: puisi, cerpen, cerbung, artikel, atau pentigraf. Tema tertentu “dimunculkan” dan selalu menjadi perbincangan heboh. Seperti tema kamis lalu tentang losekata yang sangat jarang bahkan tidak lazim digunakan, “dihidupkan” melalui tema “Suaka Margakata”.

Tema #KamisMenulis Pekan Ini

“Apa tema Kamis menulis kali ini?” begitu tulis teman-teman pada kolom chat grup kami. Pasalnya hingga bel sekolah hampir berbunyi, tema tulisan belum juga dilontarkan. Akhirnya, sang koordinator pun mengaku bahwa beliau hampir lupa menyebutkan tema untuk aksi mingguan di hari Kamis ini. Akhirnya yang dinanti pun tiba. Namun agar peserta tidak lupa, beliau menuliska kembali aturan main grup ini.

Aturan menulis pada kegiatan #KamisMenulis adalah:

  1. Sobat Lage membuat postingan di blog masing-masing sesuai tema paling lambat hari Kamis pukul 23:59 WIB;
  2. Bentuk postingan bebas asal sesuai tema, bisa berupa berita, ulasan, artikel, tips, tutorial, curhat, cerpen, puisi, cerbung, dll yang tidak mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, hoaks, dan pornografi
  3. Mencantumkan banner #KamisMenulis di dalam postingan;
  4. Memasukkan tautan postingan blog ke dalam list yang telah disiapkan;
  5. Mengunjungi dan meninggalkan komentar di postingan sesama Sobat Lage;
  6. Bagi Sobat Lage yang membuat postingan tidak sesuai tema boleh share di grup langsung, tetapi tidak diperkenankan memasukkannya ke dalam list postingan #KamisMenulis.
  7. Tema #KamisMenulis Edisi 28 Januari 2021 kali ini, kita bermain dengan tema BEBAS. Selamat merangkai kata, Sobat Lage!

Bukan anggota Lagerunal jika tidak “mempermasalahkan”, he he he. Ini buktinya, salah satu anggota berkomentar.

Memang koordinatornya hebat, selalu memberikan kata yg membuat Ramai group ini. BEBAS jadi bikin rancu.

Ha ha, hal simpel pun dirasa rancu oleh sebagian orang. Bisa dimaklumi karena setiap orang bebas menafsirkan. Penafsiran yang bermacam-macam itu pun menjadi bahan pertanyaan. oleh karena itu, Mazmo pun menegaskan dalam pesannya.

Silakan Sobat Lage menginterpretasikan tema BEBAS dengan bebas. Bebaskan ide-ide di kepala agar tidak terpenjara dalam kebekuan abadi. Apakah harus ada kata ‘bebas’ dalam tulisan? BEBAS. Apakah tulisan harus tentang ‘kebebasan’? BEBAS. Intinya bebaskan ide-ide di kepala melalui tulisan.

Jika Anda yang mendapat tantangan menulis dengan tema BEBAS, apa yang akan Anda tulis? Silakan isi pada kolom komentar.

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

21 thoughts on “Bebas Tapi …

  • 29/01/2021 at 15:46
    Permalink

    Memang luar biasa pak D nih, hiruk pikuk temapun bisa jadi tulisan yang menarik dibaca.

    Reply
  • 29/01/2021 at 15:21
    Permalink

    Keren tulisan Pak D, Saya sempat berpikir tentang tema kamis ini. Temanya Bebas, atau bermain dengan tema kata bebas. Saya ambil yang terakhir.

    Reply
  • 29/01/2021 at 09:18
    Permalink

    Hahahahah…. itu saya yang bilang Rancu..
    Hmm, kira-kira saya mau tulis apa yaa…
    Bebas saja lah… boleh tidak Pak D?

    Reply
  • 29/01/2021 at 07:00
    Permalink

    Dikasih tema, bingung. Diberi tema bebas, bingung juga. Dasar saya. Ha ha ha.

    Reply
  • 29/01/2021 at 06:06
    Permalink

    Semua sahabat yang berkenan singgah, saya ucapkan terima kasih. Salam sehat selalu.

    Reply
  • 29/01/2021 at 05:31
    Permalink

    Saya malah binggung karena tidak bisa mengerjakan. Biasanya saya mengetik di laptop dan bebas semau saya karena ada wifi dirumah. Sekarang … saya tidak bebas memakai wifi karena posisi di RS . Ahhh sungguh saya jadi tidak bebas menuangkan kata. Saya coba tethring ke hp tapi tidak kuat sinyalnya.

    Reply
  • 28/01/2021 at 19:28
    Permalink

    Master Susanto, trimks ilmunya luar biasa. Betul sekali tantangan menulis hari kamis tema bebas. Ibu juga mengambil tulisan yg pernah ibu posting sebelumnya. Lagi fokus memeriksa tugas pjj 2 kelas. Jd malu…

    Reply
  • 28/01/2021 at 16:18
    Permalink

    Iya Pak jadi ingat pengumuman yang diumumkan untuk khalayak umum agar segera disiarkan di depan umum. He he

    Reply
  • 28/01/2021 at 13:06
    Permalink

    Karena temanya bebas, saya mengangkat si bothok dalam tulisan saya, yang mana kebetulan pagi ini bontotnya dengan bothok..

    Reply
  • 28/01/2021 at 12:07
    Permalink

    Pak D keren. Lupa tema bisa menjadi tulisan yang renyah untuk dibaca.

    Reply
      • 18/02/2021 at 22:59
        Permalink

        Bebas berpeluang lolos seleksi.

        Seorang gadis cantik, putri tunggal kepala desa yang kaya. Ia cantik dan perama kepada semua orang. Ia telah menyelesaikan pendidikan S1 PGSD. Begitu banyak laki-laki ingin mendapatkan dia untuk menjadi teman hidup. Satu per satu datang bertamu ke rumahnya. Setiap cowok yang datang bertamu dijemput dengan ramah lalu dipersilahkan menikmati tebuh yang telah disiapkan bagi tamu cowok. Silahkan ambil tebuhnya dan kupas sendiri, seraya gadis kepala desa itu menyambut tamunya. Tebu adalah pengganti secangkir kopi. Dengan senyum yang menawan dari bibir gadis sambil memperhatikan sikap atau cara membersihkan sampai memakan tebu dari setiap cowok yang datang. Setiap tamu yang datang, masing- masing punya cara yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tamu yang pertama datang berpakaian rapi dan berdasih, ia mengambil tebunya dengan memulai memotong dengan mengambil bagian paling bawa dan membuang potongan bagian atas atau yang lrbih muda. Ia mengupas tebu dengan membiarkan sampahnya berhamburan, setelah makan tebunya ia dipersilahkan pulang. Tamu kedua datang dengan lagaknya yang beda dengan yamu pertama. Ia duduk sambil angkat kaki dan saat dipersilahkan menikmati tebunya cowok itu berkata kepada tuan rumah yaitu putri kepala desa, eei kamu yang kupaskan dengan nada yang tinggi. Gadis itupu mengambil pisaunya dan mengupas tebu lalu diberikan pada tamu itu. Kemudian mempersilahkan pulang. Kemudian datang tamu yang ketiga dengan penampilan yang sederhana. Ia disambut sama seperti tamu pertama dan kedua. Ia masuk dan duduk dengan sopan. Saat dipersilahkan menikmati tebu, ia mengambilnya lalu memotong dan mengupasnya mulai dari bagian atas atau yang lebih muda setelah itu mengupas bagian di bawa atau bagian yang lebih tua yang tentu bagian yang lebih manis. Gadis kepala desa itu meperhatikan sikap cowok itu lalu bertanya, mengapa bagian yang kurang manis dimakan lebih dulu dan yang manis belakangan. Dengan nada lembut tamunya menjelaskan bahwa saya lebih suka memulai srgala sesuatunya dari yang kurang menyenangkan karena selanjutkan saya akan berusaha mendapatkan yang lebih menyenangkan. Tetapi kalau selalu dimulai dari yang menyenangkan selanjutnya tidak ada lagi harus dicari atau usahakan. Gadis itu tersenyum lalu mengatakan aku siap menerima kalau kamu mau melamar aku.
        Saat tamu yang pertama dan kedua mendengar hal itu meteka menggerutu tanda tidak setuju dengan hasil seleksi dari gadis kepala desa.
        Ia menurut gadis ini ia sudah memberi kebebasan mengikuti seleksi siapa yang lolos mendapatkan dia menjadi teman atau pasangan hidupnya. Ternyata yang lolos seleksi adalah orang yang berlaku sopan, sederhana dan pandai memaknai hidup.
        Satu pembelajaran bagi para pendidik untuk lebih membimbing peserta didiknya menjadi orang sederhana sopan dan dapat belajar dari hidupnya.

        Reply
        • 18/02/2021 at 23:34
          Permalink

          Wah … pelajaran hidup yang sangat hidup. Terima kasih pencerahannya!

          Reply
  • 28/01/2021 at 11:53
    Permalink

    Ayuk kita jn terbelenggu dalam diam..kita hrs bisa bebas,bebas tuangkan ide gagasan kita..semngaat

    Reply
  • 28/01/2021 at 11:27
    Permalink

    Itulah masalahnya ketika diberi kebebasan malah bingung mau ngapain…hehe..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *