Semalam Tanpa Gadget

Semalam Tanpa Gadget
Rapat FKKKG

 

Semalam tanpa gadget berawal dari hari Senin, tanggal 1 Februari 2021. Mengawali minggu pertama di bulan Februari, Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK-KKG) Kabupaten mengadakan rapat membahas beberapa hal. Pada hari yang sama, saya juga¬† ada undangan dari teman guru yang menikahkan anaknya. Lokasi hajatan tidak jauh dari sekolah. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak pulang dan mengikuti rapat melalui aplikasi Zoom di ruang guru setelah pulang kondangan. Meskipun sinyal susah, saya tetap mengikuti kegiatan hingga rapat usai. Benar saja, beberapa kali “terlempar” dari ruang Zoom. Beberapa kali juga video “membeku” tanpa gerakan tanpa suara.

Satu demi satu mata acara saya ikuti dengan saksama. Beberapa hal pun sudah diputuskan. Setelah semua agenda rapat dibahas, tibalah pada penghujung acara. Host sudah menutup dan mengucapkan salam tanda acara selesai. Saya pun membereskan ruangan, menarik kain gorden jendela, memasang steker lampu teras ruang guru. Yakin semua sudah tertata rapi, perlahan saya menuju pintu dan menguncinya. Sebelum meninggalkan ruangan, saya pastikan kembali bahwa pintu terkunci. Saya tidak mau “tamu tidak diundang” masuk ke kantor dengan mudah.

Hari mendung, cukup tebal pertanda sebentar lagi turun hujan. Saya memacu sepeda motor dengan cukup kencang. Saya tidak ingin kedahuluan air hujan yang mulai menitik. “Ah, leganya. Akhirnya sampai rumah juga.” Tas gendong saya turunkan, satu demi satu pakaian aku lucuti. “Lho, kok kantong baju maupun celana terasa ringan? Jangan-jangan …. Benar saja, gawai kesayangan tertinggal di meja kantor. Sumber¬†hotspot untuk berinternet ria itu lupa masuk ke kantong baju. Segera melongok ke depan rumah, rintik hujan mulai membesar. Jarum pendek jam dinding pun sudah bergeser melewati angka lima. Sebelas kilometer sebenarnya bukan jarak yang jauh, tetapi hujan memaksaku untuk mengurungkan niat kembali ke kantor guru. Malam ini hidupku sepi, tanpa gawai yang menemani. Besok saja pagi-pagi datang sebelum penjaga sekolah membuka ruang. Malam ini, saya bersyukur. Hape tidak ada, malah bisa lebih lama bercengkerama dengan anak mertua.

Salam blogger sehat

PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Semalam Tanpa Gadget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *