Kaya dengan Berdagang

Salah satu cara atau upaya memeroleh penghidupan yang layak adalah dengan berjdagang. Berdagang atau berjualan barang bernilai milyaran sebagaimana dilakukan oleh para konglomerat melalui perusahaaan-perusahaan multinasionalnya, atau bernilai jutaan sebagaimana dilakukan oleh para pengusaha, atau berdagang barang dengan omzet bernilai beberapa puluh ribu saja.

Ya, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Demikian salah satu pasal dalam Undang-Undang Dasar. Bagaimana cara memeroleh penghidupan yang layak dan apa bentuk pekerjaannya, menjadi hak warga negara, sepanjang tidak melanggar norma agama, adat, dan Undang-Undang yang berlaku. Termasuk dengan cara berdagang atau berjualan.

Jika kita melihat para kakek atau nenek-nenek renta berjualan, apa yang tebersit dalam pikiran kita? Seperti mereka yang gambar-gambarnya penulis ambil dari internet berikut ini?

 

Sumber Gambar: internet   

 

Apa yang kakek-kakek dan nenek-nenek itu cari? Kekayaan? Ya, kekayaan batin. Bahwa ia masih bisa berusaha. Ia tidak bergantung kepada orang lain, semisal sanak saudaranya. Bahkan mungkin di antaranya adalah kaum papa yang hidup sendiri tanpa istri/suami atau anak. Tentu mereka berjualan bukan untuk meraih kekayaan sebagaimana arti denotasi dalam kamus bahasa, bukan? Mereka berjualan sekedar untuk menyambung hidup.

“Kakek, berapa sapu lidi ini satu ikat?” tanya seorang pembeli.

“Tujuh ribu lima ratus, Nak!” jawab sang kakek.

“Busyet! Mahal amat? Cuma lidi kering diikat gini tujuh ribu lima ratus? Empat ribu aja, ya?” tawar si calon pembeli.

Saudara, uang di kantong Anda barangkali membeli semua sapu lidi yang dijajakan masih berlebih. Mengapa hanya mengeluarkan uang tujuh ribu lima ratus saja, masih menawar? Tidakkah Anda ingin mendapat tambahan kebaikan dengan mengikhlaskan yang 2.500 jika anda membayar dengan pecahan sepuluh ribuan? Tapi itu hak Anda, seorang pembeli adalah raja.

 

Salam Blogger Sehat,
PakDSus
Musi Rawas

 

 

#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#04FebAISEIWritingChallenge

 

 

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Kaya dengan Berdagang

  • 04/02/2021 at 09:04
    Permalink

    Coba ada banyak pembeli yang kaya Pak D ini.. mungkin dibalik uang 2500 yang berlebih yang kita berikan terdapat doa yang diijabah oleh Allah..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *