Malam yang Berkesan

 

Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi,produktif menulis karena tidak memegang HP selama 4 tahun. Wow! Saya kelimpungan gara-gara HP ketinggalan di meja kantor guru setelah mengikuti pertemuan Zoom dengan teman-teman pengurus Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru kabupaten.

Pada awalnya, ada dorongan kuat untuk mengambilnya. Mendung menebal yang akhirnya hujan turun dengan deras membuatku mengurungkan niat. Meskipun begitu hati masih gelisah. Namun hujan yang menderas tak kunjung henti, bahkan sesekali guntur menggelagar disertai kilat menyambar menciutkan nyali.

Saat yang dinanti pun tiba. Suara hujan mereda. Tinggal rintik kecil saja. Akhirnya hujan berhenti sama sekali. “Inilah saatnya aku kembali ke ruang guru, mengambil hape,” kataku dalam hati. Tetapi lagi-lagi tidak jadi. Jam di dinding menunjukkan sepuluh menit lagi pukul enam. Setengah jam ke depan adzan maghrib berkumandang. Meskipun hanya lima belas menit, rasanya tanggung jika harus ke sekolah mengambil hape yang ketinggalan.

Ah, sudahlah. Besok saja pagi-pagi buta. Jika tidak ada pencuri yang masuk ke kantor, hape itu pasti selamat. Berbekal keyakinan, akhirnya semalam ini aku hidup tanpa gadget. Kedua anakku dan seorang anak mertua menjadikan malam itu menjadi malam paling berharga. Kami bisa mengobrol, bercerita. Seakan kasih sayang yang “hilang” kembali lagi. Sungguh malam yang berkesan yang ingin kembali aku ulang, meskipun hape sudah di tangan.

 

#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#02FebAISEIWritingChallenge

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

3 thoughts on “Malam yang Berkesan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *