Blog Sepi Tanpa Tulisan

Sudah empat hari, lembaran-lembaran maya di blog ini tidak berisi tulisan. Konsistensi yang dibangun agar menulis setiap hari, bila diibaratkan bangunan, nyaris roboh. Semenjak kejadian “glubrak” beberapa hari lalu, membuat “kapolda” melarang saya mendekati “madu”-nya, Lepi Setyarini.

Insiden kecil yang tidak fatal, namun tak urung membuat dada sebelah kanan atas dan pangkal lengan kanan terasa nyeri. Badan setengah baya ini pun memerlukan paracetamol untuk sekedar menurunkan demam dan sedikit sakit kepala. Pantaslah “kapolda” (kepala kepolisian dapur) melarangku mendekati “madunya” si lepi setyarini (leptop pemberian anak lelaki yang setiap hari setia menemani).

“Istirahat, tidak ngetik terus!” katanya ketus.

“Iyo.” Aku menjawab dengan kalimat pendek. Satu kata dalam bahasa Jawa maupun bahasa daerah Musi Rawas sama artinya, iya.

Apa daya, memang terasa sakit. Nyeri dan demam sepertinya dua rasa sakit yang saling berpasangan. Setidaknya itu yang saya rasakan. Untunglah, tidak lama. Puji syukur alhamdulillaah, dua hari kemudian sakit pun hilang. Mestinya sudah bisa mulai menulis kembali. Rupanya, teman-teman meminta agar saya ikut membantu panitia kecamatan memverifikasi berkas administrasi konferensi cabang PGRI. Tidak hanya itu, karena saya juga menjadi pengurus tingkat kabupaten, pada hari “H” bersama perwakilan pengurus lainnya menghadiri pelaksanaan konfercab PGRI di kecamatan tempat saya mengabdi.

Konfercab pada masa pandemi, khususnya pada masa Ppemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilaksanakan dengan sederhana dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Peserta yang hadir pun terbatas tetapi mewakili semua ranting yang ada. Pada hari itu, konfercab pun berjalan lancar dan lewat tengah hari sudah selesai. Rasa lega menyelimuti jiwa, hati pun merasa senang. Niat untuk melanjutkan menulis pasti kesampaian, demikian kata hati saya berbunga-bunga sepanjang perjalanan pulang.

Setelah istirahat beberapa saat, beberapa grup WA yang sempat “diabaikan” saya buka. Wow, banyak sekali tulisan teman-teman. Para guru hebat peserta lomba PGRI bulan Februari berlomba mengirimkan tautan tulisan. Juga peserta challenge dari AISEI berlomba berkejaran mengirimkan link tulisan. Saya yang sudah sangat ketinggalan merasa cemburu. Cemburu karena saya baru seperempat langkah, mereka sudah melangkah jauh ke depan. Meskipun hati cemburu, saya sempatkan membaca tulisan mereka satu demi satu.

Tiba-tba ada pesan whatsapp dari Bu Kanjeng: Yg sdh diedit Pak D ada brp naskahUps! Saya yang sedang magang menjadi penyunting naskah ini lantas teringat. Masih ada beberapa naskah yang belum sempat dikerjakan. Saya pikir masih cukup waktu untuk itu. Akhirnya, dalam waktu dua hari dua malam, sisa naskah antologi yang belum saya sunting, saya selesaikan. Semoga hasilnya tidak mengecewakan.

 

Salam Blogger Sehat,
PakDSus
Blogger Musi Rawas
Blog https://blogsusanto.com/

#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#12FebAISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

18 thoughts on “Blog Sepi Tanpa Tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *