Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 1

PPKn dan Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran:

  1. Dengan membaca cermat teks, siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai persatuan dan kesatuan dengan tepat.
  2. Dengan membaca cermat teks, siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai keadilan dengan benar
  3. Melalui penugasan, siswa dapat menyusun konsep isi pidato dengan baik.

 

Halo, anak-anak Kelas 6 hebat. Bertemua kembali dalam pembelajaran pertama tema 7 subtema 3, ya!

Mari kita awali kegiatan ini dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan kita masing-masing!

Setelah kalian berdoa, mari kita baca teks berikut ini!

Apabila kamu ingin menjadi seorang pemimpin, kamu harus tahu siapa dirimu, apa kelebihan dan kekuranganmu. Hal ini akan bermanfaat agar kamu tahu kemampuan apa yang harus kamu kembangkan. Kamu bisa belajar tentang kebutuhan dasar seorang pemimpin dari cerita di bawah ini. Bacalah dalam hati teks berikut ini!

 

Semut dan Belalang

Di bawah terik matahari, barisan semut berjalan rapi menuju sarang. Sudah puluhan kali barisan ini berjalan bolak-balik di bawah komando sang pemimpin. Setiap semut membawa bulir makanan di atas badannya. Tidak lebih dari satu bulir dapat dibawa semut, hingga tak cukup sekali atau dua kali mereka bolak-balik menuju sarang.

Sementara di antara hijau rumput di pinggir kolam, seekor belalang duduk santai menikmati semilir angin. Terheran-heran ia menyaksikan barisan semut bolak-balik melintas di hadapannya.

“Hai Semut-Semut! Apa sih yang kalian lakukan? Sibuk sekali sejak pagi? Tidakkah mondar-mandir di
tengah terik matahari membuat kalian lelah dan berkeringat?” seru Belalang kepada barisan semut.

“Kami bekerja keras mengumpulkan persediaan makanan untuk musim dingin nanti. Barisan kami memang panjang, tetapi daya angkut kami tidak banyak. Oleh karena itu, kami harus mondar-mandir” ujar Komandan Semut menjawab Belalang.

“Haaah? Mengumpulkan makanan untuk musim dingin? Repot sekali! Musim dinginkan masih lama? Sekarang nikmati saja teriknya matahari dan makanan yang berlimpah. Untuk apa sibuk dari sekarang?” ujar Belalang sambil terkekeh menertawakan Semut-Semut.

“Hai Belalang! Harusnya kamu melakukan hal yang sama. Serangga seperti kita harus bersiap-siap menghadapi musim dingin. Nanti, semua tanaman dan sumber makanan lain akan beku tertutup salju. Hembusan angin dingin juga akan membuat kita yang bertubuh kecil sulit keluar sarang untuk mencari makan” balas Komandan Semut.

“Benar Belalang! Harusnya kamu mengumpulkan teman-temanmu untuk bekerja sama mengisi sarang dengan persediaan makanan. Justru karena musim panas masih panjang, kita masih punya banyak waktu untuk mencicil pekerjaan,” Semut kecil menambahkan dari barisan belakang.

“Ah, semua temanku juga sedang bersantai. Terserah kalian sajalah kalau ingin merepotkan diri!” tukasnya.

Begitulah adanya. Sepanjang musim panas barisan Semut sibuk bekerja, sementara Belalang santai bermalas-malasan. Hingga tiba saatnya musim dingin. Semut-semut nyaman bercengkerama di sarangnya yang berlimpah makanan. Bagaimana dengan Belalang? Ia meringkuk kedinginan dan kelaparan di balik dinginnya batu.

Jika demikian, mana yang patut dijadikan teladan? Semut atau Belalang?

 

Nah, setelah kalian baca, coba jawab pertanyaan berikut ini!

1. Apa yang dilakukan sekelompok Semut? Mengapa mereka harus melakukannya?
2. Bagaimana menurutmu sikap Belalang?
3. Bagaimana cara Semut bekerja?
4. Nilai-nilai baik apa yang bisa kamu teladani dari cerita di atas?

Diskusikan dengan temanmu!

Anak-anakku!

Seorang pemimpin harus tahu kelebihan dan kekurangan dirinya. Semut mencontohkan kondisi dirinya yang tidak bisa bekerja di musim dingin. Untuk mengatasinya, semut bekerja di musim panas agar mereka tidak kelaparan di musim dingin. Semut tahu kelebihan dan kekurangannya. Ia tidak sombong. Nilai-nilai itulah yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Coba renungkan, lalu tulislah apa kelebihanmu dan apa saja kekuranganmu!

Kelebihanku adalah ….

Kekuranganku adalah ….

Yang aku lakukan terhadap kelebihan dan kekurangan yang aku miliki adalah ….

 

Gotong royong

Menyadari kekurangannya, Semut hidup dengan bergotong royong. Mereka sadar bahwa tidak mungkin dapat mengumpulkan makanan tanpa bekerja sama. Catatlah beberapa kegiatan yang membutuhkan gotong royong di sekolahmu!

 

Badan usaha yang menerapkan prisip gotong royong di antaranya adalah koperasi. 

Tahukah kalian tentang koperasi? Bagaimana orang-orang di dalamnya bekerja? Apa manfaatnya bagi anggota? Ayo, baca teks berikut dalam hati dan pahami maknanya!

 

Sejahtera Bersama Koperasi

Secara sukarela, sebagian besar guru dan karyawan di SD Palapa menjadi anggota koperasi karyawan. Koperasi ini didirikan sejak lima tahun yang lalu. Terasa benar oleh mereka manfaat menjadi anggota koperasi ini. Sebagian guru dan karyawan yang memiliki usaha kecil, dapat bekerja sama dengan unit usaha koperasi untuk mengembangkan usaha mereka. Sebagian lagi merasakan manfaat dari unit simpan pinjam.

Pada akhir tahun diadakan rapat anggota koperasi. Seluruh guru dan pegawai SD Palapa hadir. Pada rapat ini, Pak Badru selaku Ketua Koperasi periode 2012 sampai 2014 akan memaparkan pencapaian selama setahun, sekaligus membuka penerimaan anggota baru.

“Bapak dan Ibu Guru serta seluruh karyawan SD Palapa yang saya hormati. Tidak terasa, sudah satu tahun saya menjalankan keper cayaan dari Bapak dan Ibu untuk memimpin koperasi karyawan kita.”

“Sudah beberapa tahun kita ber sama-sama merasakan manfaat organisasi kecil kita ini.”

“Perlu kita ingat kembali, bahwa tujuan mendirikan koperasi bukan untuk mencari keuntungan. Koperasi karyawan kita dirikan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hasil atas berkembangnya usaha bersama ini.”

“Bapak dan Ibu, kekeluargaan dan kebersamaan merupakan modal utama dalam koperasi ini. Peduli terhadap jalannya usaha koperasi menjadi kewajiban tiap anggota, bukan hanya tugas ketua atau pengurus. Semua memperoleh kesempatan untuk belajar. Secara mandiri kita menetapkan jenis usaha koperasi dan menjalankannya. Pengurus yang melaksanakan, anggota yang mengawasi dan memberi masukan.”

“Keuntungan pribadi tidak diutamakan. Justru melalui koperasi, kita mengasah kepedulian terhadap kebutuhan anggota lain. Sudah lima tahun berjalan, semua keputusan kita tetapkan bersama secara musyawarah. Begitu pun dengan keuntungan koperasi di tahun ini. Apakah akan dibagikan kepada anggota atau akan dimasukkan kembali sebagai penambah modal, akan kita diskusikan dalam rapat besar hari ini.”

“Bapak dan Ibu, rapat besar koperasi tidak hanya untuk anggota, namun terbuka untuk semua. Justru saya ingin semua keluarga besar SD Palapa menyaksikan proses musyawarah ini. Saya ingin semua menyaksikan, bahwa banyak hal yang dapat dipelajari melalui koperasi karyawan. Saya ingin semua merasakan bahwa kesejahteraan bersama dapat diwujudkan melalui kepedulian, kekeluargaan, serta kebersamaan.”

“Bapak dan Ibu, saya tentu berharap anggota koperasi terus bertambah. Semoga saja, suatu saat nanti keluarga besar SD Palapa lengkap ada di dalamnya. Tak perlu risau memperhitungkan keuntungan pribadi, tetapi, ayo kita berusaha mewujudkan kesejahteraan bersama melalui koperasi.”

Suasana hening sejenak, sebelum gemuruh tepuk tangan menyambut pidato Pak Badru. Di dalam hati, semua mengangguk setuju. Kesejahteraan bersama merupakan tanggung jawab semua.

 

Pak guru ingin kalian membaca teks tersebut dengan lancar, rekam dan kirimkan kegiatan membacamu kepada guru!

Anak-anak, setelah membaca teks di atas, ada beberapa pesan yang terkandung di dalamnya!

Berikut pesan-pesan yang ada dalam bacaan tersebut.

  • Tujuan mendirikan koperasi bukan untuk mencari keuntungan.
  • Tujuan koperasi ialah meningkatkan kesejahteraan bersama.
  • Peduli terhadap jalannya perjuangan koperasi menjadi kewajiban bersama.
  • Ketua, pengurus dan anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar.
  • Mengambil keputusan dengan musyawarah.
  • Kesejahteraan bersama merupakan tanggung jawab bersama.
  • Pemimpin yang mengedepankan musyawarah dan gotong royong serta kepentingan anggotanya.

Nah, anak-anak! Pak Badru dalam teks di atas adalah contoh orang yang sedang berpidato.

Sebelum berpidato, kita harus menentukan topik pidato. Topik adalah sesuatu hal pokok yang akan disampaikan.

Contoh topik misalnya: Bermusyawarah untuk Kepentingan Bersama

Pada waktu berberpidato lakukan hal-hal sebagai berikut.

  1. memberikan salam
  2. menyampaikan pendahuluan
  3. menyampaikan insti pidato
  4. menyampaikan penutup pidato
  5. mengucapkan salam penutup

 

Salam Pembuka : Berisi kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dan  lain-lain)

Pendahuluan: Memaparkan Bermusyawarah untuk Kepentingan Bersama
Inti Pidato: Membahas Bermusyawarah untuk Kepentingan Bersama secara lengkap. Kalimat permintaan atau bujukan dipakai untuk mengajak pendengar melaksanakan acara yang diharapkan.
Penutup : Rangkuman atau intisari dari Bermusyawarah untuk Kepentingan Bersama.
Salam Penutup : Berisi kalimat salam epilog menyerupai “terima kasih”.

 

Nah, anak-anakku. Demikian pembelajaran kita kali ini. Tetap semangat, jaga kesehatan kita masing-masing. Ingat, panemi Covid-19 belum berakhir!

3 M jangan dilupakan!

Selamat belajar!

 

Untuk Guru (KD Tema 7)

PPKn
3.1 Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehdupan sehari-hari.

IPS
3.3 Menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN.

Bahasa Indonesia
3.3 Menggali isi teks pidato yang didengar dan dibaca.

SBdP
3.3 Memahami penampilan tari kreasi daerah.

 

 

 

 

 

Sumber:

  1. https://cute766.info/kunci-jawaban-halaman-105-106-107-109-111-buku-tematik-kelas-6-tema-7-subtema-3-pb-1-soal/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Kelas 6 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *