Surat untuk Anakku yang Kubanggakan

#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#16FebAISEIWritingChallenge

Saya baru saja selesai mengikuti paparan melalui whatsapp dari seorang yang sangat tidak asing sejak pandemi melanda negeri. Siapa lagi jika bukan Prof. Eko Indrajit. Pendidik, akademisi, dan ahli teknologi informatika terkemuka.

Hal yang saya tuliskan adalah sebagian dari beberapa poin penting yang berhasil lekat dalam benak. Meskipun sebenarnya konteks pembicaraan adalah perihal menulis, namun satu hal ini sangat relevan dengan tema #kasihsayang.

Sebagai orang tua, tentu kita memberi nasihat kepada anak-anak kita. Selain kita ingin menanamkan nilai-nilai yang baik, kita juga ingin menyelamatkan hidup mereka, kini dan masa depan. Namun demikian, nasihat baik kita yang kita sampaikan secara “oral” dengan kata-kata, kadang tidak didengarkan. Bagaimana jika nasihat itu diketik, lalu dicetak, dan diletakkan di meja belajar atau di tempat yang mudah mereka dapatkan?

Ada sebagian yang lebih suka mengetik dan mengirimkan melalui WA. Boleh dan sah-sah saja. Namun, media tulis di dunia nyata memiliki nilai lebih. Di antaranya, ada penghargaan terhadap kerja.

“Tulisan ini dibuat ayah atau ibu saya dengan susah payah. Lalu ia mencetak dan mengantarkan ke tempat saya. Jika lembaran surat ini segera kusobek, betapa kasihan dia.” Kita berharap begitulah kira-kira hal yang terbesit dalam hati anak-anak kita.

Lain halnya jika surat itu dikirim pada layar gawainya. Tulisan di layar HP lebih mudah dihapus, atau perhatian mudah teralih oleh hal-hal lain yang juga ada dalam gawainya. Kecuali, anak-anak berada di tempat yang jauh jaraknya dari rumah.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Surat untuk Anakku yang Kubanggakan

  • 17/02/2021 at 04:38
    Permalink

    Saya praktekkan kepada anak saya yg sedang belajar membaca Pak D, responnya sangat positif. Setiap saya pulang yg ditanyakan “Ayah mana surat buat Athar”. Padahal yang saya tuliskan hanya beberapa kata saja.

    Reply
    • 17/02/2021 at 06:02
      Permalink

      Hebat sekali si Athar. Lebih hebat lagi si empunya ide ya, Pak Indra!

      Reply
  • 16/02/2021 at 08:58
    Permalink

    Betul juga idenya Pak D.
    Barangkali nasihat untuk anak yg ditulis di kertas dalam bentuk surat bisa lebih diperhatikan

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *