Memberi Itu Tidak Pernah Berkurang

Beberapa hari yang lalu, teman saya, Bu Yusni, mendapat keberuntungan dengan menang “undian” #KamisMenulis. Ha ha ha, Lagerunal memang grup menulis yang cukup dinamis dari grup-grup yang ada. Beberapa anggota berkenan menjadi sponsor bagi rekan mereka yang berhasil mengalahkan rasa malas atau jenuh menulis dengan “menyetorkan” tulisan mengupas satu tema.

Lima belas Februari 2021 lalu adalah Kamis yang membahagiakan. Hari itu melalui admin saya mendapat jatah menjadi sponsor jika salah satu peserta berhasil menjadi “pemenang”. Dari kaca mata saya yang awam, kejadian ini adalah satu hal yang tidak terduga. Bagi yang lainnya dengan kaca mata religi yang kuat, kejadian ini sebagai rencana Tuhan atau tadir yang mesti terjadi.

Bu Yusni, pada awalnya memesan buku hasil resume menulis di kelas Omjay. Baik, saya sisihkan, tulis saya pada kolom chat WA. Ia berjanji mengambil buku itu jika ada keperluan ke kantor Kemenag. Bu Yus akan mampir ke rumah karena pasti melewati kampung saya.

Ditunggu beberapa bulan, belum juga diambil. Bahkan hingga kami, PGRI Musi Rawas, setelah mengadakan pelatihan membuat blog menggelar lomba blog tingkat lokal. Bu Yusni adalah pemenang kedua. Piagam, piala, dan sepasang kain sarung “suami istri” adalah cindera mata yang dapat kami berikan kepada pemenang. Hadiah itu pun beberapa minggu belum juga diambil.

Saya maklum karena jarak yang lumayan jauh serta medan tempuh yang jika hujan kurang bersahabat. Video di bawah ini meyakinkan saya bahwa daerah beliau lumayan sulit dilewati jika musim penghujan.

 

Kebetulan, pada hari Kamis berikutnya, kami berdua dipanggil Kepala Seksi Kurikulum untuk bersama-sama dengan para guru lainnya menyiapan penialaian akhir semester genap berupa soal-soal ulangan kenaikan kelas. Di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, kami pun bertemu.

Buku Hadiah

Setelah acara selesai, buku yang tadinya dipesan dan akan dibeli, menjadi hadiah #KamisMenulis. Selain membawa buku untuk bu Yusni, saya pun membawa dua eksemplar si Kuning, buku antologi pertama bersama bu Kanjeng, Ukir Prestasi dan Tebar InspirasiDari rumah, buku itu sudah direncanakan untuk shabat muda, guru berprestasi, teman Cikgu Tere, Mba Elisabeth Novia Utami

Selain untuk Elisabeth, buku satunya lagi untu sahabat muda lainnya, karib ketika masih bertugas satu kecamatan, Mbak Tri Solehawati.

https://blogsusanto.com/2020/09/29/persiapan-menerbitkan-buku-antologi-kedua/
Dok. Pribadi

Dunia blogging dan tulis-menulis di kalangan kawan-kawan guru Musi Rawas belum populer. Ada beberapa guru yang sudah aktif menulis dan menghasilkan buku, namun gaungnya belum terasa. Melalui kegiatan blogging dan pemberian GA buku perdana dan antologi ini, geliat literasi mudah-mudahan menular. Teman-teman muda yang tergabung di Forum Komunitas KKG yang sering “mengolok-olok” saya dengan panggilan Pak Blogger Musi Rawas memiliki semangat yang jauh lebih tinggi.

Semenjak saya dan PGRI menyelenggarakan pelatihan blogger bulan September 2020 lahir ratusan blog di Musi Rawas. Namun, blogger yang masih aktif di antaranya adalah bu Yusni, Pak Nasirun, dan Bu Ifah.  Syukurlah, mereka bergabung di Cakrawala Blogger Guru Nasional. Bahkan Pak Nasirun juga sudah mencoba bergabung di antologi puisi patidusa dengan bu Aam dan bu Kanjeng.

Hadiah buku itu semoga mampu menginspirasi sahabat-sahabat saya yang usianya jauh lebih muda. Saya selalu memberi nasihat, beruntunglah Anda karena ada yang mengenalkan dengan dunia buku. Beda dengan saya, harus belajar sendiri.

Tiga buah buku yang saya hadiahkan, ternyata tidak “hilang”. Ia tergantikan dengan buku lain yang saya yakin jauh lebih bagus. Saya dijanjikan mendapat buku dari sang penggagas, Mazmo. Setelah bu Yusni, #KamisMenulis kali ini giliran saya. Ini buktinya.

 

 

 

 

Salam blogger sehat
PakDSus
https://blogsusanto.com/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

19 thoughts on “Memberi Itu Tidak Pernah Berkurang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *