Lomba Blog Sering Juara, Ini 3 Trik Supadilah

Untuk Apa Ikut Lomba Blog?

Supadilah, seorang blogger yang juga guru, owner www.supadilah.com, www.gurupembelajar.my.id, dan www.aromabuku.com adalah jawara blogger Indonesia. Betapa tidak? Tiga belas juara lomba blog (menulis di blog) pernah diraihnya. Dari yang hadiahnya dua belas juta hingga berhadiah 150 ribu rupiah, dari hadiah berupa merchandise hingga laptop ASUS E410. 

Pada Sabtu malam Minggu, melalui bincang bareng PGRI dan Omjay pada webinar bertajuk “Belajar Menjadi Pemenang Lomba Blog” ia membocorkan trik-triknya memenangkan lomba blog tersebut. Webinar yang berlangsung selama dua jam lebih itu dipandu oleh Ibu Rita Wati dari Bali.

Boleh jadi bagi sebagian orang, mengikuti lomba adalah kegiatan yang melelahkan, menakutkan, bahkan kegiatan orang yang kurang pekerjaan. Sebagian lagi beralasan tidak mampu, atau berkeyakinan tidak akan menang alias menjadi juara.

Manfaat Mengikuti Lomba Blog

Tidak demikian halnya bagi seorang Supadilah. Guru dengan tagline urip iku urub, artinya hidup harus jadi cahaya, menerangi sekitar, dan bermanfaat bagi sesama ini, mengikuti lomba memiliki banyak manfaat. Manfaat mengikuti berbagai lomba menulis di blog menurut Pak Supadilah:

1. Membiasakan membuat tulisan yang semakin berkualitas

Lomba menulis, tentu saja yang dinilai adalah tulisan. Agar tulisan layak dinilai tentu harus memenuhi kriteria yang ditetapkan. Struktur kalimat, koherensi antarparagraf, kemampuan menuangkan ide pokok, dan hal-hal teknis lainnya tentu harus diperhatikan. Dengan mengikuti lomba, setidaknya kita akan tahu “kualitas” tulisan kita karena ada pembanding, yaitu tulisan di blog yang menjadi juara.

2. Mengasah ketelitian, melatih kesabaran

Tulisan yang diikutkan lomba mestilah nir kesalahan. Oleh karena itu, dengan mengikuti lomba, kita berlatih mereview tulisan sendiri agar tidak ada kesalahan yang dibuat. Dengan demikian, kita juga melatih kesabaran. Tidak terburu-buru dengan segera mengirimkan tulisan yang belum diteliti kesalahan di dalamnya.

3. Menjadi terkenal, blog banyak dikunjungi

Terkenal di sini diartikan dengan dikenal secara fisik, juga dikenal blognya. Tulisan yang termuat di blog akan banyak dikunjungi. Dengan demikian trafic blog semakin tinggi karena semakin banyak yang mengunjungi. Tidak ada hal yang lebih membahagiakan seorang blogger, keculai banyak pengunjung atau komentar pada tulisannya.

4. Memperluas silaturahmi, bisa saling belajar

Dengan mengikuti lomba, setidaknya bersilaturahmi dengan panitia. Bahkan untuk kepentingan pengiriman tulisan ada penyelenggara yang menggabungkan ke dalam grup telegram atau grup WA.

5. Mendapat hadiah, menambah pemasukan

Jika mengikuti lomba dan mendapat hadiah, tentu akan berdampak positif bagi penambahan pundi-pundi ekonomi keluarga. Bertambahlah pemasukan, terbukanya salah satu pintu rejeki.

6. Menambah portofolio

Biasanya penyelenggara lomba memberikan sertifikat keikutsertaan dalam lomba. Sertifikat tersebut dapat menjadi tambahan portofolio pribadi kita. Apalagi jika tulisan kita tidak menang tetapi oleh panitia dikategorikan baik dan dibukukan bersama tulisan peserta lain, buku tersebut tentu menjadi tambahan portofolio yang berharga bagi kita.

gurupembelajar.my.id

Menyiapkan Mental

Ada beberapa sikap yang harus ditunjukkan jika kita ingin mengikuti lomba menulis di blog. Tulisan yang apik tidak dibuat dalam waktu singkat dan tanpa mereview kembali. Oleh karena itu dibutuhkan mental baja dan sikap sebagai “calon juara”. Apa saja sikap mental yang harus dimiliki blogger jika ikut kegiatan lomba?

Pertama, ia harus bekerja keras. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis membutuhkan waktu untuk riset. Riset bisa dilakukan dengan membaca buku, membaca sumber data lainnya, maupun membaca peristiwa di sekitar kita.

Oleh karena itu bisa jadi tulisan yang dihasilkan membutukan waktu beberapa hari. Oleh karena itu, jika mengikuti lomba blog, harus siap berlama-lama di depan laptop/komputer, bahkan beberapa penulis siap begadang untuk menyelesaikan tlisan agar menjadi tulisan yang baik dan bermutu.

Kedua, pantang menyerah. Jika ditanya, banyak menangnya atau banyak tidak menang ketika mengikuti lomba blog? Jawabannya adalah banyak kalahnya, atau banyak tidak menangnya. Namun demikian, jangan sampai kekalahan membuat kita menyerah.

Ketiga, harus mau belajar termasuk belajar dari kekalahan. Kekalahan mengajarkan banyak hal, salah satunya meningkatkan kualitas tulisan. Caranya adalah dengan belajar dari blog para pemenang. Blog walking ke blog atau website pemenang sebelumnya atau ke website juri/penyelenggara sangat disarankan.

Tiga Trik Supadilah Memenangkan Lomba Blog

Untuk memenangkan lomba blog, menurut guru yang sangat bangga menjadi seorang ayah ini, ada tiga trik secara teknis yang ia lakukan. Tiga trik tersebut ia lakukan pada saat sebelum, selama, dan sesudah menulis.

Trik yang Pertama, Sebelum Menulis

Trik yang pertama agar berhasil menjadi juara lomba blog dilakukan sebelum menulis. Hal yang dilakukan adalah pahami empat hal, yaitu: syarat dan ketentuan, tipe penyelenggara, informasi tentang juri, dan kumpulkan ide.

Ada beberapa hal yang harus dipahami tentang ketentuan lomba blog, di antaranya:

  1. Media penayangan artikel, menggunakan blog dengan top level domain(TLD) yang berakhiran .com, .my.id, .xyz, dan sebagainya atau boleh menggunakan blog gratis seperti Blogger atau WordPress. Selain itu apakah harus mengunggahnya pada blog “keroyokan” atau blog komunitas semisal Kompasiana, Indonesiana, Detik, dan lain-lain.
  2. Jumlah minimal atau maksimal kata, jangan sampai kurang atau melebihi ketentuan.
  3. Kata kunci atau keyword dan backlink pada kata tertentu.
  4. Kewajiban membagikan (share) artikel di sosial media.
  5. Keharusan like, follow, dan/atau mention akun sosial media penyelenggara lomba.
  6. Penggunaan label atau tagar tertentu. Penyelenggara atau panitia lomba tidak jarang mewajibkan peserta menggunakan label atau tanda pagar tertentu.
  7. Pemasangan banner atau gambar tertentu di blog.
  8. Pendaftaran artikel yang diikutsertakan dalam lomba (biasanya menggunakan formulir atau kirim via surel).
  9. Tenggat waktu (deadline) lomba. Kirimkan artikel lomba sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Agar tidak lupa atau ada hal yang terlewat, syarat dan ketentuan di atas sebaiknya dicetak atau di-print. 

Selain hal-hal di atas, sangat bijaksana jika peserta lomba memahami pihak penyelenggara. Institusi resmi negara, biasanya mempersyaratkan bahasa yang digunakan menggunakan bahasa yang baik dan benar (baku) dan formal. Sedangkan bahasa untuk lomba yang diselenggarakan oleh swasta biasanya lebih longgar. Meskipun demikian, tata tulis harus diperhatikan.

Satu hal yang tidak boleh diabaikan. Jika memungkinkan, pelajari juri yang akan menilai tulisan. Baca website atau blog miliknya. Dengan demikian kita sedikit mengenal “karakter” tulisan sang juri dengan demikian kita dapat mengenal “gaya tulisan dan selera” juri kita.

Trik yang Kedua, Saat Menulis

Trik yang kedua adalah pada saat menulis. Pembaca akan melanjutkan membaca artikel atau menghentikannya salah satunya bergantung pada kalimat pembuka pada awal artikel. Paragraf pertama begitu menggoda, begitu Pak Supadilah mengatakan.

Artikel yang ditulis bukan karya orang lain, artinya unsur orisinal terpenuhi. Kebaruan topik dan data juga penting diperhatikan.

Tulisan berdasarkan pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, sudut pandang unik, disertai gambar/desain menarik sangat disukai. Semakin enak membaca jika tulisan diserta dengan gambar dan desain yang mendukung.

Jika diperlukan data, sajikan dalam bentuk infografik agar data yang tersaji semakin ciamik.

Trik yang Ketiga, Setelah Menulis

Trik yang ketiga dilakukan setelah menulis. Jangan terburu-buru mengirimkan artikel. Melihat kembali (review) tulisan adalah hal bijaksana yang harus dilakukan. Penggunaan bahasa baku dan tidak baku serta aturan teknis berkaitan engan ejaan perlu diperhatikan.

Kesalahan pengetikan kata secara gramatikal maupun leksikal harus dihindari.

  • Rumah itu dikontrakkan. (benar)
  • Rumah itu dikontrakan. (salah)

Kata “tau” dan “tahu” meskipun bermakna sama yakni mengerti, mengalami, atau pandai namun penggunaan kedua kata itu berbeda.

  • Saya sudah tau. (ragam tidak baku, ragam percakapan)
  • Saya sudah tahu. (ragam baku)

Dari hasil pengamatan terhadap blog yang menjadi juara dalam lomba-lomba blog, penulisan judul ternyata berpengaruh. Judul-judul tersebut ternyata mengandung rima tertentu. Rima atau pengulangan bunyi yang berselang pada akhir kata lebih menarik ketimbang judul yang “datar” tanpa rima.

  • Tips singkat Menjadi Guru Memikat

Untuk memiliki keterampilan seperti itu selain intuisi, memperbanyak latihan adalah hal yang disarankan.

Hal sepele tetapi penting dan sering dilupakan adalah mencetak artikel pada lembaran kertas. Dengan mencetak hasil tulisan pada kertas (di-print) lalu dibaca dan lakukan pengeditan secara manual biasanya tingkat ketelitian editor lebih tinggi. Hal-hal yang disunting adalah hal-hal yang sudah diuraikan sebelumnya.

Penutup

Setelah dilakukan pengeditan maka tulisan sudah siap dikirimkan kepada panitia lomba. Jangan lupa promosikan blog kita di media sosial yang dimiliki, komunitas-komunitas menulis yang diikuti agar viewer semakin banyak.

Yang terakhir adalah berdoa karena pada akhirnya nasib tulisan kita juga ditentukan oleh selera juri dan kepentingan penyelenggara.

Itulah tiga trik yang Pak Supadilah bagikan kepada kami, para peserta webinar “Belajar Menjadi Pemenang Lomba Blog”.

Meskipun pernah beberapa kali ikut lomba blog dan belum beruntung, tips dan trik dari pak Supadilah layak menjadi bahan pelajaran. Bagaimana dengan Anda?

 

Salam blogger sehat
PakDSus
Blogger Guru Musi Rawas

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

9 thoughts on “Lomba Blog Sering Juara, Ini 3 Trik Supadilah

  • 07/03/2021 at 19:21
    Permalink

    Terima kasih P D, tulisannya sangat bermanfaat. Udah lama off nih P D..

    Reply
  • 28/02/2021 at 22:10
    Permalink

    Terima kasih Pak Supadilah tanggapannya di whatsapp:

    Tanggapan:

    Review tulisan Pak Susanto membuat sangat saya terkesan. Lengkap, keren, dan teliti.

    Lengkap dalam artian menuliskan banyak hal dari penyampaian saya. Bukan hanya mengandalkan kalimat di materi powerpoint saya tapi dari kalimat lisan.

    Buktinya kata baku tau atau tahu. Itu kan tidak ada di materi power point.

    Atau penjelasan perbedaan tulisan untuk lembaga pemerintah atau swasta yang saya sampaikan lewat lisan juga dituliskan lengkap tapi dengan bahasa sendiri pula, tidak plek dari saya.

    Ya, secara keseluruhan, PDSus merangkai poin-poin kalimat saya lalu dibuat secara utuh dengan bahasa sendiri.

    Keren dalam artian artikelnya enak dibaca. Setiap sub judul pakai huruf dan warna yang seragam. Mantap. Ini berbeda berbeda dengan huruf dan warna isi. Caem.

    Blogger Musi Rawas ini totalitas membuat review ini. Atau, jangan-jangan beliau santai aja membuatnya. Santai aja dirasa lengkap buat saya. Hehe…

    Teliti dalam artian saat membaca santai tulisan beliau, nggak ketemu typo. bahkan kata tidak baku pun beliau tulis sebagaimana semestinya. Misal owner beliau tulis dengan huruf miring karena memang begitu penulisan yang seharusnya.

    Oh iya, tambah satu lagi, saya yakin dalam membuat artikel ini sepertinya beliau telah bekerja keras dalam artian beliau melengkapi dengan data/gambar pendukung di luar materi power poin. Owner blogsusanto.com ini bahkan rela melengkapi artikelnya dengan tampilan blog saya. Bahkan mengingat kata mutiara di blog saya.

    Kalau ini lomba, saya ngasih poin plus buat beliau.

    Angkat topi-lah buat beliau.

    Reply
  • 28/02/2021 at 20:27
    Permalink

    Wih resumenya mengalahkan narsumnya nih . 🙂

    Reply
  • 28/02/2021 at 12:00
    Permalink

    Terima kasih sudah berbagi Pak D
    Sangat menginspiratif

    Reply
  • 28/02/2021 at 10:53
    Permalink

    Tulisan pak D disamping lengkap juga cermat. Yang tidak hadir pun serasa hadir ikut mendapatkan ilmu. Terimakasih pak D . Salam Literasi

    Reply
  • 28/02/2021 at 08:35
    Permalink

    Good idea..mntpp mg ttp skss berkarya bpk..

    Reply
  • 28/02/2021 at 07:22
    Permalink

    Siip Pak D. pada akhirnya semua yang berhasil menjawab tantangan adalah pemenang. Menang dalam menaklukkan diri sendiri. Jika pun dpt hadiah itu adalah bonus.

    Reply
  • 28/02/2021 at 07:07
    Permalink

    Keren… Master Susanto, resume yg luar biasa. Kalau emak menulis di blog hanya untuk menyimpan arsip supaya mudah mencarinya.Kalau ikutan lomba wah… tdk ada niatan. Cocok untuk yg muda2. Tulisannya sangat menginspiratif sekali mantap

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *