Menyayangi Diri Sendiri

Hari ini hari Minggu. Hari terakhir di bulan Februari 2021. Tahun ini umur bulan yang katanya ada tanggal hari kasih sayang, hanya 28 hari. Semoga bulan ini tidak terlewat begitu saja. Sebagian teman ada yang mengisinya dengan menulis blog dan mengirimkannya ke YPTD untuk diterbitkan menjadi buku secara gratis. Jika beruntung akan menjadi pemenang. Tadi mendapat kabar bahwa dewan juri sedang bekerja memilih 10 orang guru blogger yang masuk nominasi dan memilih 3 orang pemenang lomba blog bulan Februari 2021.

Pengumuman pemenang lomba blog PGRI akan disiarkan di channel youtube TV Andi dan link zoom yang akan dibagikan panitia pada tanggal 11 Maret 2021 pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Hari itu bertepatan dengan hari libur nasional Isra Miraj Nabi Muhammad Saw. Melalui tulisan ini saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang berhasil mengikuti tantangan hingga paripurna.

Saya mengisi bulan ini dengan kegiatan rutin. Bekerja, mengajar, mengikuti kegiatan organisasi, juga menulis. Pada awalnya ingin ikut juga meramaikan lomba blog juga seperti kawan-kawan, namun karena sesuatu hal saya tidak melanjutkan. Meskipun begitu ini bukan sikap putus asa.

Pada hari terakhir di bulan ini, pas malam Senin, malam tanggal 1 Maret 2021 saya menemukan gambar berisi tulisan. Tulisannya seperti ini.

Saya baru saja pergi ke Shinse, pakar Pengobatan Tradisional Cina di Glodok, setelah tau pekerjaan saya dan tempat kerja di mana, dia memberi nasihat agar menyayangi diri sendiri:

“Lu olang mesti banyak-banyak olah laga, jangan minum kopi, teh, soda, apalagi yang di cafe. Banyakin minum ail putih angat. Jangan banyak makan di lual, sifuk, bulgel, atau pikza. Jangan kelja naik mobil, juga jangan naik taksi, mau yang biasa atau yang onglaing jangan. Naek angkot saja, atau lebih baguk lagi jalan kaki atau naik sepeda saja. Kulangin makan daging, kulangin makanan laut. Banyakin makan sayulan. Banyak-banyak puasa baguk juga. Istilahat yang cukup, jangan sukadugem hula-hula. Jangan banyak-banyak lokok.”

Mendengar nasihat Shinse, saya pun tertunduk lesu. Lalu saya tanya sama Shinse, “Sebenarnya saya ini sakit apa sih, Koh? Sampai-sampai banyak banget pantangannya …?

Sambil geleng-geleng kepala Shinse menjawab, “Gaji Lu kecil.”

 

 

Salam blogger Musi Rawas
PakDSus
https://blogsusanto.com/

 

#28FebAISEIWritingChallenge,
#kasihsayang,
#nulis15menit,
#pikir15menit,
#thepowerofkepepet,

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

14 thoughts on “Menyayangi Diri Sendiri

  • 01/03/2021 at 22:53
    Permalink

    Keren… Master Susanto, tulisan bahasa China. Memang betul sekali siapa lagi yg menyayangi diri kita selain keluarga.

    Reply
  • 01/03/2021 at 21:24
    Permalink

    WAh akhirannya kereen tidak terduga, semula saya menebak bahasa sinse itu bermasalah, eh tahunya malah memberi kecimpulan pada pasiennya dengan lugu……mantap pak D

    Reply
  • 01/03/2021 at 17:52
    Permalink

    he he dapat hiburan sore hari dari pak guruku terima kasih pak D

    Reply
  • 01/03/2021 at 16:56
    Permalink

    “Gaji lu kecil” wkwkkwk… kagak nahan Pak D

    Reply
  • 01/03/2021 at 11:18
    Permalink

    haha Gaji lu Kecil, nggak tau ya tukang shin shinse kalau Pak D itu golongan 4

    Reply
  • 01/03/2021 at 10:56
    Permalink

    Jadi hiduplah sesuai dengan kemampuan, hiduplah sesuai isi dompetmu bukan gengsimu. haiya,koh… koh…

    Reply
    • 01/03/2021 at 11:25
      Permalink

      hihi.. Lucu juga Pak D.. “Gaji lu kecil”…hadeew.. Bukan masalah itu kali

      Reply
  • 01/03/2021 at 09:19
    Permalink

    Jadi kalau gajinya sudah besar nggak perlu lagi pantangan yaaa…??

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *