Atasi Hambatan Sinyal

 

Pembelajaran di masa pandemi sangat menantang. Bagaimana tidak, peserta didik tidak boleh pergi ke sekolah dan belajar dengan “normal” bersama guru dan teman-temannya. Mereka pun belajar mandiri di rumah dengan bantuan aplikasi whatsapp dan blog yang saya buat.

Learning management system sederhana semisal google classroom pun belum bisa dilaksanakan dengan efektif. Partisipasi anak tidak sepadan dengan waktu yang “terbuang” untuk menginformasikan, membuat bahan, dan sebagainya.

Meskipun ada paket kuota gratis dari pemerintah, tidak terlalu banyak membantu karena sinyal internet tidak merata serta tidak tidak bersahabat di beberapa tempat, termasuk di sekitar gedung sekolah. Ya, sinyal adalah hambatan terbesar pembelajaran daring kami. Akhirnya, aplikasi whatsapp dan blog menjadi pilihan untuk membantu siswa memahami pelajaran.

Setelah pelaksanaan penilaian tengah semester, hasilnya diketahui dan kurang memuaskan. Apalagi siswa yang tidak aktif belajar bersama kelompok atau belajar mandiri sesuai petunjuk. Akhirnya, saya mencoba mengubah strategi pembelajaran. Jika selama ini mereka melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan sesekali bertemu dalam kelompok kecil dan bergantian di sekolah, kali ini saya ubah strateginya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, saya ajak mereka bergantian masuk. Separuh jumlah siswa masuk dan bergantian setelah paruh pertama pulang. Saya gunakan proyektor untuk menayangkan video yang saya sematkan di dalam blog agar mereka memiliki pemahaman yang relatif sama. Tidak mau terjebak dengan sinyal internet yang putus nyambung, video itu saya unduh terlebih dahulu.

 

Dok. Pribadi

 

Saya belum tahu hasilnya, secara kasat mata sebagian besar anak antusias. Pada akhir sesi, sebelum pulang sekolah, saya menawarkan kepada anak-anak yang berkenan membantu saya membereskan peralatan. Lagi-lagi Khoirul Anam dan Galih Arju Hidayat yang antusias membantu tanpa diperintah. Kedua anak tersebut semangat belajarnya lumayan tinggi. Mereka pun sering membantu tanpa disuruh jika saya mengalami kerepotan. Mereka pun tergoolong “berani”. Jika ada hal yang tidak sesuai dengannya acapkali ia “memprotes”.  Dengan bahasa yang sederhana, saya pun menjelaskan agar ia memahami yang saya inginkan.

Itulah cerita kelasku hari ini. Hambatan sinyal di sekolah sehingga tidak bisa memutar video youtube secara daring, saya akali dengan mengunduhnya lebih dulu. Unduhan video itu hanya digunakan untuk keperluan pembelajaran luring. Jika saya sematkan dalam blog tetap menggunakan tautan pemilik channel. Dengan begitu, sang kreator tidak dirugikan bahkan diuntungkan karena jam tayang videonya bertambah karena ditonton peserta didik saya.

 

 

Salam blogger sehat
PakDSus
Blogger guru Musi Rawas
https://blogsusanto.com/

#ceritakelaskuhariini,
#ceritamuridkuhariini,
#ceritaanakkuhariini,
#KamisMenulis,

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

11 thoughts on “Atasi Hambatan Sinyal

  • 05/03/2021 at 07:40
    Permalink

    Betul Pak D
    Apalagi untuk daerah yang terkendala sarpras cara ini paling memungkinkan, seperti ditempat saya.

    Reply
  • 05/03/2021 at 06:15
    Permalink

    Betul itu, Pak D. Video bisa di-embed. Duh! Kapan ya bisa tatap muka lagi di kelas.

    Reply
  • 05/03/2021 at 04:43
    Permalink

    Ketemu lagi sama Khairul Anam…
    Sudah lama sekali tidak membaca tulisan anak ini.
    Semoga Ananda Khairul Anam selalu sehat. Aaminn

    Reply
  • 05/03/2021 at 00:01
    Permalink

    Pengalaman menarik, Pak D

    Saya tidak punya pengalaman PJJ
    Karena di boardingschool tetap PTM

    Reply
  • 04/03/2021 at 20:53
    Permalink

    Permasalahan yang sama dengan sekolah kami. Semoga bisa dilaksanakan seperti itu dengan prokes ketat.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *