3 Pendekatan Memilih Bahan Ajar

Dengan mengetahui perbedaan blended dan hybrid leaning, meskipun banyak yang menyamakan pengertian keduanya, selanjutnya pendidik menetapkan strategi pembelajarannya. Dengan begitu, akan terbayang di benak guru langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan.

Merencanakan pembelajaran blended atau hybrid tidak berhenti pada menetapkan strategi. Guru perlu memilih bahan ajar yang akan disampaikan untuk mencapai tujuan. Menurut teori, demikian Prof. Eko mengatakan pada pemaparannya, ada dua pendekatan dalam memilih bahan ajar, by development dan by utilization. 

Pendekatan by Development

Memilih bahan ajar dengan cara membuat sendiri dari “nol” adalah memilih bahan ajar dengan pendekatan by development. Kadang guru membuat sendiri bahan ajar untuk dipelajari peserta didiknya. Diktat pelajaran, modul pembelajaran, bahan tayangan (power point), atau video pembelajaran dibuat sendiri. Jika guru mampu secara teknis maupun memiliki waktu yang cukup, memilih bahan ajar dengan pendekatan ini memudahkan peserta didik langsung memahami seperti yang dikehendaki oleh guru yang bersangkutan.

Pendekatan by Utilization

Pada kenyataannya, karena keterbatasan kemampuan, atau kesempatan, seorang guru dalam memilih bahan ajar menggunakan pendekatan by utilization. Guru memanfaatkan bahan ajar yang sudah tersedia. Bahan-bahan tersebut misalnya: buku paket, buku bacaan, modul yang dicetak pemerintah/sekolah/kampus, diktat atau buku pegangan kuliah, artikel di surat kabar, artikel di internet, atau video pada channel youtube. Guru atau pendidik memanfaatkan bahan jadi tersebut sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan direncanakan pada langkah penetapan strategi pembelajaran.

Jika ingin melaksanakan blended learning menggunakan materi dari youtube, misalnya pada pembelajaran tatap muka, guru harus mempertimbangkan koneksi internet di kelasnya. Meskipun dalam keseharian akses internet stabil, belum tentu pada waktu blended dengan pembelajaran tatap muka ada gangguan sinyal. Jika hal itu terjadi proses delivery bahan ajar akan terganggu. Bisa saja terjadi peserta didik bersorak kegirangan karena video youtube tidak bisa diputar.

Untuk mengatasi timbulnya gangguan pada saat proses delivery bahan pembelajaran yang bersifat streaming, maka mengunduh terlebih dahulu video atau bahan lainnya merupakan sikap yang bijaksana. Jika bahan sudah tersedia dalam hardisk, maka penyajiannya tidak memerlukan sinyal internet sama sekali alias offline.

Pendekatan Campuran

Meskipun secara teori guru dalam memilih bahan pembelajaran menggunakan dua pendekatan, namun ia bisa dan boleh saja mengobinasikan keduanya. Bahan yang sudah “jadi” dimodifikasi dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik lalu disajikan kembali dalam bentuk lain. Pendekatan yang demikian dinamakan pendekatan campuran. Cara apa yang mau dipilih oleh guru atau pendidik dalam memilih bahan pembelajarannya, pastikan semua siswa terlayani dan tidak mengalami hambatan dalam menerimanya.

 

Salam blogger sehat
PakDSus
Blogger guru Musi Rawas
https://blogsusanto.com/

 

Sumber: https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw/videos

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “3 Pendekatan Memilih Bahan Ajar

  • 05/03/2021 at 16:19
    Permalink

    Menarik sekali artikelnya
    Terima kasih atas pencerahannya Pak D

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *