No Student Left Behind

Memilih Strategi Pembelajaran Sebelum Melaksanakan Blended atau Hybrid Learning

Pada tulisan sebelumnya, model pembelajaran yang paling sesuai pada masa new normal adalah blended dan hybrid learning. Baik siswa maupun guru sudah terbiasa belajar moda daring dengan piranti atau gawai untuk mengakses materi pembelajaran, membuat laporan, dan/atau ulangan atau evaluasi belajar. Sebagai pendekar blended atau hybrid learning, guru perlu memiliki strategi pembelajaran yang tepat agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapi dan proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien.

Strategi, sesungguhnya adalah pemilihan aktivitas dan sumber daya yang akan dimanfaatkan untuk mencapi tujuan. Dalam pembelajaran, dalam strategi akan tergambar pilihan kegiatan, urutan kegiatan, sumber daya yang digunakan, dan evaluasi yang digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru atau pendidik. Selain menetapkan tujuan pembelajaran yang rasional, terukur, ia juga harus mengetahui karakteristik peserta didik. Pengetahuan tentang karakteristik peserta didik bukan hanya tentang siapa mereka atau usianya berapa, melainkan juga terkait dengan latar belakang dan aneka informasi tentang mereka.

Beberapa pertanyaan untuk membantu mengetahui karakteristik siswa yang menjadi pertimbangan penyusunan strategi pembelajaran adalah sebagai berikut.

  1. Di mana mereka (peserta didik) tinggal?
  2. Bagaimanakah internet di lokasi (rumah) para peserta didik?
  3. Internet di sana memiliki kinerja baik?
  4. Peserta didik memiliki akses listrik?
  5. Apakah peserta didik memiliki gawai yang dapat digunakan atau gawainya mereka sudah usang, ketinggalan zaman?
  6. Apakah gawai peserta didik miliknya sendiri atau berbagi pakai dengan anggota keluarga lain?

No student left behind

Jika pendidik sudah mengetahui karakteristik peserta didik dan situasi lingkungannya, ia akan menyusun strategi yang kemungkinan keterlaksanaannya paling tinggi. Urut-urutan atau sesi pembelajaran yang ditetapkan akan disesuaikan dengan keadaan anak didik. Perkecil noise dalam komunikasi dengan peserta didik. Dalam konteks blended learning, misalnya di kelas guru ingin menjelaskan suatu fenomena melalui video yang diambil dari kanal YouTube ia memastikan tidak ada gangguan pada proses penayangan.

Dalam pembelajarn kekinian, pusat pembelajaran bukan pada guru melainkan berpusat pada anak didik. Jadi, walaupun guru memili peralatan yang baik, canggih, jangan pernah berasumsi bahwa siswa memiliki peralatan yang sama. Guru tidak boleh berpihak kepada siswa yang mampu saja. Oleh karena itu, jangan sampai ada siswa yang tertinggal. No student left behind.

 

Salam blogger sehat

PakDSus

Blogger guru Musi Rawas

https://blogsusanto.com/

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “No Student Left Behind

  • 05/03/2021 at 07:27
    Permalink

    Guru tidak boleh berpihak kepada siswa yang mampu saja, *noted*

    #reminder

    Terimakasih Pak D

    Reply
  • 05/03/2021 at 07:27
    Permalink

    Mantuul tulisannya. Memahami karakteristik ttg peserta didik dan lingkungan belajarnya agar PJJ berjalan efektif.

    Reply
  • 05/03/2021 at 06:52
    Permalink

    Membuat mereka tetap bisa belajar dengan keterbatasan yang ada selalu menjadi prioritas

    Terima kasih Pak D

    Reply
  • 05/03/2021 at 06:27
    Permalink

    Siap laksanakan Pak D
    Membuat maping terhadap peserta didik sangat penting, agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan tidak ada yang tertinggal.

    Terimakasih Pak D

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *