Aksi Langkah Awal Menuju Sukses

#AprilChallengeLagerunal, Hari Ke-1 Huruf A, Lagerunal

Saya mengenal kata antologi belum lama, barangkali baru setahun lalu. Belum mengenal bukan berarti tidak pernah mendengar kata itu, hanya saya tidak memahami arti sesungguhnya kata itu. Tidak ingin mencari maknanya, karena saya tidak tertarik. Bukankan kegiatan eksplorasi selalu diawali dengen ketertarikan?

Pada suatu saat, saya diajak seseorang untuk menulis buku antologi. Saya pun bingung, maksudnya bagaimana? O, rupanya si ibu itu mengajak puluhan penulis untuk menuangkan karyanya dengan tema “melejitkan prestasi siswa” kemudian dikumpulkan dan dibukukan. Karya itu dinamakan buku antologi. Karena saya mulai tertarik, saya pun mencari makna kata antologi. Sebelum mencari referensi lain, yang pertama saya buka adalah kamus bahasa Indonesia. Di sana saya dapati bahwa antologi yang dieja menjadi /an·to·lo·gi/ adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang.

Kembali mulut saya membentuk huruf O. Lalu saya ikuti ajakan si ibu meskipun saya belum pandai menulis. Motivasi beliau agar “tulis saja sesuai dengan pengalaman Anda” meneguhkan niat dan membulatkan tekad untuk mendaftar sebagai salah satu kontributor. Lahirlah buku pertama yang mencantumkan nama saya di sana. Saya berhasil melakukan aksi dan sukses melahirkan buku pertama dalam hidup saya.

Dibandingkan tulisan teman-teman lain, tulisan saya tidak sebagus mereka. Namun keberanian saya untuk ikut yang akhirnya membuahkan sebuah buku dengan ketebalan cukup lumayan, menmbuhkan rasa percaya diri. Langkah pertama sudah saya tuntaskan. Aksi saya untuk mengikuti kegiatan menulis yang membuahkan karya berupa buku antologi.

Saya membayangkan, apa yang terjadi saya tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan, mungkin hingga saat ini tidak ada satu buku cetak pun yang mencantumkan nama saya sebagai salah satu penulisnya.

Sukses Berkat Aksi Bukan Hanya Ngomong  

Andai kesempatan pertama membuat buku antologi itu tidak saya ambil, sementara saya punya materi tulisan, lalu buku tersebut sudah terbit, maka gigit jarilah saya. Untuk menerbitkan buku serupa saya harus mengajak setidak 30 penulis lagi. Pekerjaan yang sangat berat bagi saya yang belum memiliki kapasitas untuk itu. Jadi, saya bersyukur bahwa kesempatan yang diberikan itu saya ambil.

Bicara tentang aksi dan kesempatan, saya ingin menceritakan sepenggal video yang saya tonton di sebuah channel Youtube tentang Dzawin, komika yang memiliki latar belakang seorang santri. Pada saat itu, ia diundang di sebuah pesantren. Dari video berdurasi 20 menit 8 detik pada channel https://www.youtube.com/watch?v=ikvMPncit5o saya bisa belajar tentang aksi dan kesempatan, meskipun dibungkus dengan canda bergelak tawa.

Dengan gayanya yang kocak, Dzawin mengeluarkan dompet dan bertanya khusus kepada anak-anak tsanawiyah dan aliyah. Dari dompetnya ia mengeluarkan selembar uang merah (pecahan seratus ribuan) lalu menawarkan kepada para santri.

“Ini berapa duit? Buat Tsanawiyah dan Aliyah, ada yang mau nggak?”

Kontan saja para santri berteriak “mau-mau”.

Beberapa kali ia menawarkan dengan pertanyaan yang sama, “Ada yang mau nggak?”

Setelah beberapa kali Dzawin bertanya, satu orang santri pun berdiri dan mendekati Dzawin. Terjadi dialog sebentar dan uang pecahan seratus ribu tersebut segera berpindah ke tangan santri. Demikian mudah. Uang itu benar-benar diterima oleh si santri dengan percuma, tidak ada kuis apa pun.

“Dari sekian banyak yang saya tanya mana yang mau, banyak yang angkat tangan tanpa melakukan aksi. Cuman dia doang. Sisanya mana, nggak ada aksi, ngomong doang. Bagaimana kalian mau sukses? Ngomong doang!” kata si Dzawin.

Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

Setelah itu, ia kembali membuka dompetnya, kali ini ia keluarkan lembaran-lembaran uang lainnya, tentu dengan gaya komikanya. Genap lima lembar, ditawarkanlah kembali kepada para santri yang hadir. Jika saya bertanya kepada Anda, apa yang terjadi?

Tepat, beberapa santri perempuan dan laki-laki pun beranjak dari tempat duduknya berharap menerima uang seperti yang diterima temannya tadi. Namun rupanya mereka kecele. Alih-alih menerima uang, mereka disoraki temannya karena Dzawin mengatakan, “Tapi sayangnya kesempatan tidak datang dua kali.” Ia pun melompat-lompat penuh kemenangan telah mengelabui para santri yang mengantre ingin menerima uang.

Kontan saja gemuruh dan sorak memenuhi ruangan. Apalagi ditambah gaya kocak khas anak muda yang berhasil ngeledekin temannya dengan melompat-lompat.

Kesempatan Datang kepada Siapa Saja yang Tidak Berhenti Mencoba

Setelah sorak-sorai mereda, Dzawin kembali membuka dompet dan mengambil uang, kali ini tidak sebesar atau sebanyak uang yang pertama. Lalu ia pun menawarkan.

“Ni, ada lagi. Ada yang mau nggak?” tanya Dzawin sambil mengibas-ngibaskan uang kertas itu.

Aha, santri laki-laki yang tadi terkecoh pun maju kembali. Si santri pun mengambil uang dengan mudahnya dari tangan Dzawin. Setelah si santri kembali ke tempat duduknya, dengan cepat Dzawi merespon dengan ucapan.

Kesempatan tidak datang dua kali tapi kesempatan datang kepada siapa saja yang tidak berhenti mencoba.”

#AprilChallengeLagerunal

Sebuah komunitas atau grup tanpa interaksi di dalamnya akan menjadi grup yang mati. Akhirnya grup itu didominasi oleh mereka yang mampu beraksi. Bahkan bisa saja isi grup melenceng dari niat awal pembentukannya. Biasanya jika tidak mengarah ke kegiatan agama, ya tempat pihak-pihak tertentu mempromosikan kegiatannya. Itu masih mending, akhir-akhir ini berita hoax tentang pulsa atau kuota internet dari situs abal-abal dan imin-iming kemenangan yang katanya berasal dari lembaga pemerintahan atau perdagangan marak disebarkan oleh para anggota grup/komunitas. Dengan alasan penasaran, tidak tahu, atau hal lainnya, sang penyebar telah terjebak pada permainan phising yang membahayakan.

Lagerunal melalui adminnya yang senantiasa aktif mengontrol beredarnya iklan dan promosi kegiatan selain link blog, senantiasa menghadirkan aksi kreatif yang sesungguhnya memiliki misi menumbuhkan gairah menulis dan mengembangkan blog yang dimiliki agar semakin meningkat viewer maupun pengunjung atau pembacanya. 

Tanda pagar April Challenge Lagerunal mengajak para anggota untuk menulis puisi, cerpen, novel, artikel, curhatan, esai, dan sebagainya setiap hari mulai hari pertama bertema, berjudul, atau mengandung huruf A, demikian selanjutnya. Mulai ber-aksi, yuk!

 

Salam blogger sehat
PakDSus
https://blogsusanto.com/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

6 thoughts on “Aksi Langkah Awal Menuju Sukses

  • 10/04/2021 at 12:27
    Permalink

    Sebuah inspirasi tanpa henti Pak D

    Reply
  • 10/04/2021 at 12:19
    Permalink

    Komentar ini merupakan aksi yang nyata setelah saya membaca tulisan yang sarat akan makna.

    Terimakasih Dzawin, Terutama terimakasih kepada Pak D yang menuliskannya secara renyah dan sederhana.

    Sehat selalu Pak D

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *