Jatuh, Jatukrama, Jauhari

#AprilChallenge, Hari Ke-10 Huruf J, Lagerunal

Jatuh

Jatuh adalah kesepakatan antara benda dan gravitasi bumi untuk bertemu di suatu titik. Kesepakatan itu bersifat mutlak dan tak bisa di ganggu gugat. Kecuali jatuh cinta. Demikian akun twiter Pamor Jaya @AdigunaAtmaja mencuit pada 9 April 2021. Saya hanya tersenyum. Apalagi gambar ilustrasi yang ditampilkan pun terasa pas.

https://line.17qq.com/articles/dfbidhz.html

Siapa yang tidak pernah jatuh? Rasanya hampir semua orang yang hidup di dunia ini pernah mengalami peristiwa fisika tersebut. Jatuh adalah peristiwa (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dalam gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dan sebagainya).

Gaya gravitasi bumi menarik semua benda di permukaan Bumi ke pusatnya sehingga semua benda akan jatuh ke bawah, yang sebenarnya ke pusat Bumi. Itulah mengapa buah kelapa jatuh, koin dari kantong kita jatuh, semuanya jatuh ke bawah. Benda-benda tersebut tersebut tetap akan jatuh ke bawah dengan kecepatannya masing-masing.

Manusia, kita semua, tidak ingin jatuh. Jangankan jatuh dari ketinggian. Terpeleset saja kita tidak mau. Bahkan, kata Cak Lontong, Orang yang paling takut jatuh itu orang kaya. Mengapa? Karena kalau orang kaya jatuh … miskin. Katanya ia pernah membaca berita: Oranga kaya raya, tajir, sekarang jatuh miskin. Ha ha ha … dasar komedian yang pandai memainkan intonasi kalimat.

Orang tidak mau jatuh karena jatuh itu menyakitkan. Badan kita jatuh maka bagian badan yang menyentuh tanah atau benda lainnya akan terasa sakit. Jatuh dalam makna denotatif, maupun jatuh dalam makna lainnya seperti jatuh miskin, jatuh coloknya, jatuh iman, jatuh nama, jatuh semangat, dan jatuh tempo, kita tidak suka. Lain halnya dengan jatuh cinta atau jatuh hati.

Kata “jatuh” disandingkan dengan kata “cinta” atau kata “hati” akan menimbulkan makna baru yakni menaruh cinta atau menaruh hati kepada yang disebut. Jatuh cinta yang wajar antara dua makhuk bernama manusia adalah jatuh cinta kepada lawan jenis.

Jatukrama

Jatukrama berasal dari bahasa Jawa. Kata tersebut dieja /ja.tu.kra.ma/ tergolong sebagai kata benda atau nomina. Makna jatukrama adalah teman hidup, tepatnya seorang istri. Setelah jatuh cinta dan perasaan itu semakin menguat, seorang pria akan merasa rindu jika tidak bertemu. Sering muncul rasa kehilangan jika lama tidak saling sapa. Selalu ingin menolong jika ia mengalami kesulitan, dan ingin melindungi dari segala marabahaya. Tidak jarang bersikap konyol, selalu ingin tampak hebat di matanya.

Adam diciptakan Tuhan, konon sendirian. Ia tidak memiliki teman di surga. Oleh karena itu ia memohon kepada-Nya agar diberi teman. Syahdan, Tuhan mengambil sebagian tulang rusuk Adam dan diciptakan-Nya pasangan untuknya. Adam pun berbahagia diberi teman yang sama dengannya dengan beberapa perbedaan pada bagia-bagian tubuhnya.

Takdir  Tuhan, akhirnya Adam dan Hawa diturunkan ke dunia. Dengan kuasa Tuhan pula mereka pun akhirnya memiliki keturunan. Sebagai utusan Tuhan di dunia, Adam diberi-Nya petunjuk bagaimana ia mengatur anak-anaknya menempuh kehidupan dengan saling berpasangan seperti dirinya.

Dalam terminologi Islam, Allah berfirman dalam Alquran Surah Adz-Dzariyat [51] : 49, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)”.

Manusia yang dikaruniai nafsu dan akal budi tumbuh berkembang sebagai makhluk pribadi juga sebagai makhluk sosial. Mereka tidak dapat hidup sendirian. Laki-laki yang hidup sendiri tanpa perempuan merasakan bahwa hidupnya belum lengkap. Seorang perempuan pun demikian. Ia akan merasa ada sesuatu yang tidak lengkap dalam hidupnya.

Jauhari

Cinta, barangkali adalah jawaban petama seseorang jika ia ditanya alasan menikahi sang jatukrama. Apalagi selain cinta seseorang ingin meminang perempuan menjadi jatukramanya? Sebelum datang zaman informasi teknologi, orang banyak meminta nasihat kepada orang-orang tua yang bijak nan bestari. Zaman semakin maju. Nasihat dan petuah para bijak bestari ditulis dan disebarluaskan melalui internet sehingga dengan mudah kita menemukannya. Meskipun demikian, bertana dan meminta nasihat kepada praktisi, dalam hal ini orang tua dan mereka yang sudah menikah sangat dianjurkan.

Menikah, artinya Anda akan hidup bersama dalam waktu lama. Harapannya, sampai maut memisahkan. Oleh karena itu, bijaksana jika sebelum menikah membayangkan bahwa Anda akan hidup bersama dalam keseharian. Dari bangun tidur, hingga tidur kembali. Dapatkah Anda berkompromi dengan karakter calon pasangan Anda. Orang Jawa bilang “watuk bisa diobati, tetapi watak sulit berubah”. Watuk adalah bahasa Jawa dari batuk, sedangkan watak adalah karakter yang melekat pada diri seseorang.

Hal lain yang sangat penting adalah komunikasi. Hidup bersama dalam satu rumah dalam waktu lama membutuhkan komunikasi yang baik. Mengurus keuangan, mengatur kebutuhan sehari-hari, hingga merencanakan anak yang ingin dimiliki, adalah hal-hal yang bisa dikomunikasikan sebelum anda memutuskan berumah tangga. Mampukah Anda berdua bertukar pikiran dengan kepala dingin jika terjadi perselisihan dan apakah kehadiran pasangan Anda membawa tanggapan positif dari sebagian besar keluarga, adalah pertanyaan yang bijaksana sebelum hubungan cinta Anda akan meningkat ke jenjang pernikahan.

Terakhir, bolehlah kita bertanya dalam hati. Apakah ia pasangan hidup saya yang jauhari? Istri atau suami yang jauhari akan menjaga amanat yang diberikan. Pintar mengatur perasaan, pandai mengatur irama kehidupan, bijak dalam mengambil keputusan, dan piawai dalam mengelola keuangan. Itulah pasangan yang jauhari. Pasangan dambaan suami atau istri.

Salam blogger sehat
PakDSus
https://blogsusanto.com/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

9 thoughts on “Jatuh, Jatukrama, Jauhari

  • 11/04/2021 at 16:51
    Permalink

    Untaian kata dan kalimat yang bijak Bestari, sungguh menambah wawasan kita. Lanjut pak Dhe

    Reply
  • 11/04/2021 at 07:14
    Permalink

    baru tau ada istilah jatukrama,,jauhari,,jadi tambah ilmu,selama ini yg aq tau dari bhs sunda kata ” pamajikan” yg artinya istri. Terima kasih sdh berbagi ilmu ya,sukses sll.

    Reply
    • 11/04/2021 at 16:50
      Permalink

      Untaian kata dan kalimat yang bijak Bestari, sungguh menambah wawasan kita. Lanjut pak Dhe

      Reply
  • 11/04/2021 at 06:10
    Permalink

    Bahagianya kehidupan rumahtangga bila menjadi pasangan yg jauhari. Semoga rumahbtangga semua anggota grup lage selalu sakinah mawadah warohmah..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *