Oja Teman di Grup

#SuakaMargaKata

 

Oja! Bukan oya, loh! Kata yang terdiri dari tiga huruf itu sangat jarang sekali saya dengar. Anda, bagaimana? Sering mendengar atau bahkan malah sering menggunakannya?

Ketika saya mencoba bertanya kepada teman-teman, tidak lama kemudian mereka menjawab dengan mengirimkan gambar tangkap layar. Mereka bukannya menjawab apakah pernah mendengar atau bahkan sering memakainya dalam percakapan formal maupun nonformal, lisan atau tulisan. Saya yang salah bertanya atau mereka tidak tahu lalu mencoba mencari tahu.

 

Saya yakin, beliau belum pernah mendengar apalagi sering memakainya dalam kalimat. Sama seperti saya. Pantas saja admin Lagerunal memilih kata itu dalam tema #SuakaMargaKata kegiatan Kamis Menulis edisi terpadu dengan #AprilChallenge Hari Ke-15 Huruf O. 

Mengoja Teman di Grup

Sebagai anggota grup, saya dan teman-teman sering bersenda gurau bahkan betukar pikiran. Anggota grup pun silih berganti. Ada yang keluar, mungkin sudah tidak betah atau kebanyakan grup, ada juga anggota yang baru masuk. Seperti teman yang satu ini.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh bapak/ ibu.tlg dibaca tulisan saya di https://ritongasitiholijah.wordpress.com/… Kritik dan saran saya tunggu bapak ibu.itu tulisan masih jauh dari yg di harapkan.maklum masih belajar,pak /bu

Kita menanggapinya wajar saja. Tugas kita kan mengoja, memberi semangat. Saya pun mengirimkan komentar balasan.

Saya temani! 😀

Lalu saya lanjutkan dengan cerita.

Saya teringat ketika di dusun pedalaman dahulu. Gedung sekolah berada di ujung dusun (desa). Sebelum sampai ke sekolah terdapat kuburan. Jika siang hari tidak ada suasana seram sedikit pun. Bahkan ketika menguburkan orang meninggal. Para pelayat acapkali bersenda gurau ketika mayat diturunkan dan kemudian ditimbun liang lahatnya dengan tanah.

Suatu hari, kepala sekolah membutuhkan berkas yang harus diambil di “rumah sekolah” (istilah kami untuk gedung sekolah). Kami harus mengambilnya ke sana. Padahal itu malam hari, waktu pun menunjukkan pukul 20.00. Sendirian? Hiy … nggak berani lah. Akhirnya saya panggil teman guru lelaki dan mengajak lima orang anak kelas enam. Berbekal senter dengan nyala yang terang kami berangkat ke hulu dusun dengan “gagah berani” tanpa rasa takut. Jadi, tumbuhkan nyali karena saya dan sobat lage akan menemani.

Semoga tulisan tersebut dapat mengoja teman baru tadi agar lebih bersemangat dan bernyali membagikan tulisannya kepada kami dan kita semua.

 

 

 

Salam blogger sehat

PaDSus

https://blogsusanto.com/

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

19 thoughts on “Oja Teman di Grup

  • 15/04/2021 at 22:03
    Permalink

    Hari ini meski lelah karena harus menyiapkan segala tetek bengek buat mudik, melihat teman-teman bersemangat sekali menyelesaikan challenge kamis menulis sekaligus april challenge. Membuat saya mengoja diri untuk tidak kalah juga

    Sudah benar belum ini Pak D kalimatnya, hihihi

    Reply
  • 15/04/2021 at 15:06
    Permalink

    Kenapa justru takutnya sama kuburan ya? Bukankah kuburan itu isinya orang mati? Lha wong orang mati kok ditakuti? Yang mesti ditakuti itu orang yang masih hidup. Kebalik nih Pak D, haha..

    Reply
    • 15/04/2021 at 16:55
      Permalink

      Sekarang sudah kebalik lagi. Itu dulu, ha ha ha ….

      Reply
  • 15/04/2021 at 13:35
    Permalink

    Keren… Master Susanto, trimks share tulisan yg luar biasa. Emak… juga bingung ada info di grup Lagerunal. Kata Oja. Setelah mencari di mbah google baru tahu

    Reply
  • 15/04/2021 at 10:57
    Permalink

    Terima kasih Pak sudah mengojakan semangat menulis dengan tulisan ini. Dibutuhkan dukungan satu sama lain.

    Reply
  • 15/04/2021 at 09:51
    Permalink

    Kita bisa mengoja orang lain artinya nggih Pak D…..ok dan setuju jika dalam konotasi positip. Itu yg bagus. salam literasi

    Reply
  • 15/04/2021 at 05:44
    Permalink

    Saya akan mengojakan diri saya untuk menaklukkan tantangan #kamismenulis.

    Reply
  • 15/04/2021 at 05:36
    Permalink

    Saya pikir tadi “koja” bahasa Musi…

    Reply
    • 15/04/2021 at 06:41
      Permalink

      Oja itu nama rekan kerjaku pak D, beliau kasie di …. Pas jg tuh artinya beliau suka menggalakkan … hi hi hi aku gak mau nerusin, pake titik titik sj. Jadi ketawa sendiri. By the way tulisan kerreeennnn.

      Reply
  • 15/04/2021 at 05:11
    Permalink

    Mantaaaap, Pak D. Ide menulisnya langsung diekseskusi jadi tulisan yang renyah dan enak dibaca.

    Reply
  • 15/04/2021 at 05:09
    Permalink

    Saya juga baru tau kata oja Pak D. Memang benar entah kenapa kalau melewati kuburan selalu takut apalagi malam hari.

    Reply
    • 15/04/2021 at 06:26
      Permalink

      Terimakasih Pak D… Saya baru juga mendengar kata oja. Setelah membaca tulIsan Pak D sedikit saya bisa menangkap kata Oja adalah membeRi semangat ya…Atau mengobarkan….

      Reply
  • 15/04/2021 at 05:04
    Permalink

    Tulisannya pak D enak dibaca. Selalu terdepan.

    Reply
  • 15/04/2021 at 05:03
    Permalink

    oh ya baru tau oja dan arti kata oja, jadi saya langsung cek juga artinya, saya ketemu artinya memberanikan diri dan menghasut

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *