Kebersihan Pangkal Kesehatan

Dok. Pribadi

 

Kami belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Namun pada tanggal 19 April, siswa kelas enam akan melaksanakan penilaian akhir tahun. Mereka berjumlah dua puluh enam orang. anak sebanyak itu dibagi menjadi dua kelompok, 14 orang anak mengelompok di ruang satu, dua belas lainnya di ruang dua.

Tanggal 17 anak-anak kami minta membantu membersihakn lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah biasanya dibersihkan secara gotong royong melalui piket. Pembelajaran tatap muka memang belum diberlakukan, namun mereka dalam kelompok kecil bergantian ke sekolah belajar bersama guru. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Mereka wajib memakai masker, mencuci tangan, dan tidak boleh berkerumun terlalu dekat.

Hari ini, sebagian anak-anak saya minta membantu membersihkan lingkungan sekolah. Meskipun tidak setiap hari mereka belajar di sekolah, namun lingkungan sekolah harus tetap bersih dan rapi setiap hari. Satu orang penjaga sekolah tentu tidak akan mampu membersihkan semuanya. anak-anak sebagai warga sekolah harus memiliki kesadaran bahwa lingkungan tempat mereka belajar harus senantiasa bersih.

Bersih itu sehat, bersih itu indah. Begitu yang selalu kami tekankan. Hal inilah perlu ditanamkan sejak dini. Membiasakan bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan materi kurikulum yang tersembunyi. Anak-anak tidak belajar secara khusus tentang tanggung jawab atau kepedulian. Namun, tanggung jawab dan kepedulian ditanamkan dalam proses pembelajaran selama mereka belajar di lembaga pendidikan ini.

 

#17April2021AISEIWritingChallenge, #inspirasikartini, #KurikulumNgumpet

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Kebersihan Pangkal Kesehatan

  • 28/04/2021 at 10:00
    Permalink

    Setuju pak D, membiasakan bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan materi kurikulum yang tersembunyi.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *