Virtual

Sebelumnya saya jarang mendengar kata “virtual”. Pun dalam percakapn sehari-hari kata tersebut jarang saya gunakan. Namun, akibat pandemi yang melanda negara ini sejak Maret 2020 lalu, kosa kata itu pun marak terdengar. Sejak saat itu, kegiatan yang tadinya dilaksanakan secara langsung di sebuah ruangan, dipindahkan ke ruang maya. Di ruang maya tersebut, orang-orang berkumpul. Nyata berkumpulnya, namun ruangan yang digunakan adalah sekat virtual. Mereka bisa berkomunikasi tanpa bisa bertemu fisik.

Ya, virtual bersinonim dengan mirip atau maya. Segala bentuk komunikasi yang dilakukan secara maya untuk terhubung dengan lawan bicara. Pembelajaran melalui kelas maya, seminar di ruang maya, rapat atau pertemuan-pertemuan lainnya menggunakan aplikasi berbasis internet (web).

Virtual itu Apa?

Jika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata /vir.tu.al/ memiliki tiga pengertian: 1) disebut secara nyata, 2) mirip atau sangat mirip dengan sesuatu yang dijelaskan, 3) tampil atau hadir dengan menggunakan perangkat lunak komputer, misalnya di internet.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal bahwa virtual adalah sesuatu yang bersifat maya. Semenjak pandemi, komunikasi virtual semakin masif dilakukan. Hal ini bisa dimaklumi akibat adanya pembatasan sosial yang mengharuskan kita tidak boleh berkumpul dalam jumlah banyak dalam satu ruangan. Tidak hanya di bidang pendidikan, komunikasi virtual pun merambah bidang kehidupan lainnya seperti sosial, politik, kemasyarakatan, bisnis, termasuk merambah dunia hiburan. Biasanya diterapkan untuk keperluan sekolah, rapat, diskusi, maupun konser.

Sederhananya, virtual adalah mirip dengan sesuatu yang dijelaskan melalui perantara internet. Tanpa internet, komunikasi virtual tidak bisa dilangsungkan. Virtual adalah bentuk komunikasi langsung tanpa bertemu secara nyata, hanya mirip seperti nyata. Media komunikasi virtual adalah gawai seperti smartphone, komputer, laptop, smart TV, notebook, dan netbook.

Piranti lunak yang digunakan agar komunikasi virtual berlangsung dengan baik adalah aplikasi. Aplikasi sebagai media perantara agar individu dapat bertemu atau melangsungkan pertemuan yang mirip dengan kenyataan sebenarnya. Anda sudah pernah melakukannya, bukan?

Virtual Reality

Kadang, manusia kesulitan untuk hadir di suatu tempat karena faktor jarak atau faktor risiko yang ditimbulkan jika ia memasuki tempat itu. Pada kesempatan lain, manusia ingin mengetahui sesuatu yang tersembunyi di balik suatu benda. Sebut saja misalnya bagian dalam telinga, organ bagian dalam hewan, dan sebagainya. Demikian juga untuk kepentingan pembelajaran, seorang guru ingin menjelaskan detail suat alat bekerja atau detail suatu peristiwa atau fenomena alam terjadi.

Kesulitan-kesulitan itu sekarang dapat diatasi berkat adanya teknologi. Dengan teknologi ini, manusia atau user atau pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan 3 dimensi, tentu saja dengan bantuan atau disimulasikan oleh komputer. Teknologi itu dinamakan virtual reality dan augmented reality (AR).  Virtual Reality (VR), Realitas Virtual atau Realitas Maya mampu membuat para penggunanya seolah-olah terlibat secara fisik pada lingkungan tersebut. Dengan demikian, kesulitan akibat jarak yang sangat jauh atau benda yang sangat kecil bahkan tersembunyi di balik benda lain dapat diatasi.

Alat yang digunakan untuk masuk ke dunia virtual adalah headset VR. Bentuknya seperti di bawah ini.

Sumber: smarteye.id

Seperti dilansir oleh smarteye.id, ada 3 Jenis headset VR yaitu tethered VR, standalone VR dan mobile VR. Menarik sekali, bukan?

 

 

#AprilChallenge, Hari Ke-22 Huruf V, Lagerunal

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Virtual

  • 04/05/2021 at 05:30
    Permalink

    Menarik Pak D…
    Saya sempat membahas ini saat berkolaborasi dengan prof Eko
    Namun apa daya mandek belum berkelanjutam… Hehehe
    Terimakasih share ilmunya Pak D

    Reply
  • 03/05/2021 at 22:15
    Permalink

    Semakin canggih teknologi. Membuat sesuatu yg maya seolah nyata. Maya tapi nyata. Nyata tp maya. Ah belum nyampai nih nalarku

    Reply
  • 03/05/2021 at 17:09
    Permalink

    tadinya saya ragu untuk bilang kata virtual biasanya saya bilang zoom meet aja, sekarang setelah pak D informasikan mengenai virtual, saya jadi tidak ragu lagi..

    Reply
  • 03/05/2021 at 15:52
    Permalink

    Istilah yang semakin banyak digunakan sekarang. Penasaran ini pak D dengan headset virtualnya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *