Yang Harus Dilakukan Sebelum Tulisan Dipublikasikan di Blog

Sumber gambar: Designed by / Freepik

 

Halo, para guru blogger Indonesia! Saya salut dengan Anda yang senantiasa aktif menulis dan konsisten mengisi blognya dengan tulisan-tulisan yang keren, edukatif, inspiratif, dan menambah pengetahuan bagi pembacanya, termasuk saya.

Para guru blogger yang tergabung di komunitas menulis, biasanya “berlomba-lomba” untuk segera menerbitkan tulisan. Apalagi jika ada challenge seperti yang dimiliki oleh beberapa komunitas menulis. Maklum, sih. Jam “D” jatuh tempo penyetoran naskah kadang menjadi pertimbangan agar naskah segera dipublikasikan di blog kesayangan.

Para penulis kawakan, penguasaan teknis penulisan sudah tidak diragukan lagi baik teknik ejaan maupun teknik membuat kalimat efektif. Namun, bagi blogger seperti saya yag baru beberapa tahun mengaktifkan kembali “sarang laba-laba rumah tulisan” ini atau Anda yang baru aktif menulis, ternyata ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Maksud hati membuat tulisan yang menarik, akibat kekurangcermatan dalam pengetikan tulisan di blog, tulisan menjadi berkurang nilai kemenarikannya. Sayang, ya? Apa saja sih yang harus dierhatikan sebelum memublikasikan tulisan di blog?

Sebagaimana banyak orang mengatakan bahwa blog adalah majalah pribadi. Si penulis adalah kontributor, editor, sekaligus pimpinan redaksi. Konten maupun gaya kepenulisan sesuai selera si penulis dan pasti akan diloloskan oleh pimpinan redaksi, ya dia sendiri. Berbeda misalnya dengan penerbitan atau website media mainstream  yang memiliki dewan redaksi, tulisan yang masuk (artikel) melalui seleksi yang ketat sesuai dengan standar yang ditetapkan mereka.

Kata teman-teman blogger yang sudah mencoba memasukkan artikelnya ke media tersebut pernah menceritakan bahwa beberapa kali tulisannya tidak tembus alias selalu dikembalikan. Tulisannya baru dimuat setelah beberapa kali bahkan berpuluh kali mengirimkan.

Meskipun blog adalah “majalah pribadi” kata gurunya guru blogger, Dedi Dwitagama, namun apa yang diposting semestinya tidak terlalu banyak kesalahan “yang tidak perlu”. He he, apa saja itu? Yuk, kita simak hal-hal yang harus diperhatikan sebelum draft tulisan dipublikasikan di blog pribadi.

Proofreading

Apa itu proofreading? Draf tulisan yang dibuat sebelum dipublikasikan atau dibagikan diperiksa secara cermat. Memeriksa secara cermat tulisan sebelum dibagikan, inilah yang dinamakan dengan proofreading.

Nasihat yang umum diterima adalah tulis saja jangan pedulikan kesalahan penulisan. Jadi, proofreading merupakan tahap paling akhir dari proses penulisan. Tahap ini kita memperbaiki kesalahan ejaan, kesalahan pengetikan, tata letak tulisan, dan inkonsistensi.

Kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Meskipun blog itu milik pribadi dan bebas, pembaca anda juga harus diperhatikan. Tidak ada kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.

Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Cara mudah untuk memeriksanya (yang saya lakukan) adalah menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F). Lalu, ketikkan tanda koma. Maka akan muncul highlight teks dengan warna kuning. Setelah itu kita periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma. Hal yang sama lakukan pada tanda baca lainnya. Jika hal ini kita lakukan maka pos blog menjadi bersih dari kesalahan pengetikan.

Kesalahan kecil lainnya yang biasa dilakukan adalah penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan. Saya pribadi selalu “terganggu” jika kesalahan kecil ini ada dalam tulisan. Oleh karena itu perlu sedikit keterampilan untuk membedakan keduanya. Jika kata yang mengikuti di adalah verba atau kata kerja maka ditulis serangkai dan kata itu ada bentuk aktifnya yaitu jika diberi imbuhan me-.

Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. meskipun blog tidak mensyaratkan bahasa yang baku (kan suka-suka penulisnya) tetapi minimal wajib tahu dan menerapkan aturan-aturan yang dicontohkan. Kita cinta Bahasa Indonesia, ‘kan?

 

Salam blogger sehat

PakDSus

https://blogsusanto.com/

#AprilChallenge, Hari Ke-25 Huruf Y, Lagerunal

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

11 thoughts on “Yang Harus Dilakukan Sebelum Tulisan Dipublikasikan di Blog

  • 05/05/2021 at 08:40
    Permalink

    Wah, reminder buat saya Pak. Sering terburu-buru pengin upload dan benar adanya, setelah cek ternyata masih banyak yang perlu revisi. Mantap Pak.

    Reply
  • 05/05/2021 at 04:01
    Permalink

    Terima kasih Pak D pengingat dan ilmunya. Semoga semakin lebih teliti untuk tulisan-tulisan berikutnya.

    Reply
    • 05/05/2021 at 04:25
      Permalink

      Kesalahan yang kadang tidak disadari penulis, benar itu. Nah pengetahuan sederhana seperti penggunaan control +F yang saya suka dari tulisan-tulisan pak D ini. Terimakasih pak D.

      Reply
      • 05/05/2021 at 08:58
        Permalink

        Kata siapa Pak D, ndak piawai.. lihat saja. Tulisannya di majalah sendiri, pembacanya berjubel.. mantab Pak D. Konsisten terus. Saya sedang mencoba konsisten tanpà syiar.. malu.. hahaha

        Reply
    • 05/05/2021 at 05:01
      Permalink

      Terimakasih sudah berbagi ilmu yg bermanfaat.
      Alhamdulillah

      Reply
    • 08/05/2021 at 05:08
      Permalink

      Betuul sekali Pak D Sus, banyak yang masih mengabaikan pentingnya tanda baca, padahal hal kecil yang sifatnya fatal.
      Tulisan Pak’D ada yang tertinggal hurufnya, mungkin kecepatan ngetik he he tapi Kereen kok tulisannya haluus tap jleeb

      Reply
  • 04/05/2021 at 23:06
    Permalink

    Jleb! Mantap, Pak D. Terima kasih tak pernah lelah mengingatkan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *