Antre
Manto patut diacungi jempol. Setiap ada antrean, dia tidak pernah menyerobot. Antre di bank, di balai desa, berobat, termasuk ketika vaksin pertama sebulan lalu.
Kemarin sore, melalui pengeras suara masjid, perangkat desa mengumumkan bahwa hari ini akan diadakan vaksinasi di Puskesmas Nawangsasi. Ia sudah menunggu-nunggu datangnya vaksinasi kedua. Meskipun ia orang awam, menyadari banyak tetangganya bulan lalu yang meninggal, logikanya berjalan. Jika tidak mengebalkan diri dengan suntikan vaksin, ia khawatir jika tertular Covid 19 bakal lebih menderita. Makanya, pagi ini ia bergegas. Setelah sarapan pagi, Manto segera mengendarai bekdul, motor bebek jadul Honda C70 kesayangannya. Ia membayangkan bakal banyak orang, masyarakat dari berbagai desa akan memadati Puskesmas.
“Silakan ambil nomornya, Pak!” kata petugas dengan ramah. Manto pun segera duduk di bangku antrean. Angka 35 pada kertas antrean dipegangnya. Sesekali kertas itu ia gulung untuk menghilangkan jenuh menunggu dipanggil petugas. Masyarakat yang datang belakangan, terpaksa menunggu panggilan di bawah pohon, di teras, dan tempat lainnya di lingkungan Puskesmas. Sampai pada panggilan nomor 35 Manto menghadap petugas. Tangannya sibuk membuka-buka dompet mencari KTP. Sang petugas pun menunggu dengan sabar. Ketika sang petugas menanyakan nomor NIK jika tidak bisa menunjukkan KTP, dengan lesu Manto menjawab, lupa.

Salam,
PakDSus
Yah, gagal dong vaksinnya karena lupa persyaratan. Kasihan Manto.
Antiklimaks ini si mantannya malah lupa KTP. Waduh.
Keren dan suksed selalu
Qaduh, terbayang kesalnya sama diri sendiri bila mengalami hal seperti Manto..
Keren Pak D…
Yahhh,,,kasian Manto saking semangatnya mau di vaksin tuh. Ini kejadian serupa terjadi pada siswaku ketika di tanya NIK, dia lupa nggak bawa KK, padahal kita sudah berulang kali mengingatkan, akhirnya dia telepon orang tuanya dan minta di fotokan KK nya.
Akibat terburu-buru.
Klalen, Kang.
Byuh, capek.
Mungkin saking semangatnya.
Sudah diperintah.
Ealaaaahhhhh…sudah berlama-lama sabar menunggu antrean giliran dapat panggilan KTPnya ketinggalan…sabar..
Izin mendekonstruksi pentigraf-nya, Pak D. Telat minta izinnya. Ha ha ha
Waduuuhh, kasihan Manto, semoga KTP nya bisa diambil dan ketika datang tidak perlu mengantre lagi.
Kalau begitu, pulang dulu ambil KTP, terus mengantri lagi, haha..
Melasi inyong pak, ra sida vaksin gara-gara ora nggawa KTP
Wah sudah antre di no 35, pas kebagian vaksinasi diminta Nik malah gak ada. Pulang dech, kasian. Tapi Manto orang pintar ya pak D? Pasti waktu ngantre menunggu giliran beliau sudah dapat 2 tulisan yang akan dipublish he he he.
Kasihan Manto. Sudah lama mengantri tapi vaksin tidak jadi didapatkan.