SUSANTO BLOG

The Blog of a Learning Companion

article

Belajar Lagi Menjadi Pembina Pramuka

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengikuti kursus untuk menjadi pembina pramuka. Ketika itu saya masih menuntut ilmu pada program D2 PGSD. Sebagai mahasiswa D2 FKIP UNS UPP Kebumen kami mengikuti kursus pembina mahir tingkat dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Kwarcab Kebumen.

Pada tahun 2007, setelah empat belas tahun menjadi guru, saya ikut lagi kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar. Yang menjadi penyelenggara adalah Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Musi Rawas melalui Lembaga Pendidikan Kepramukaan Cabang (Lemdikacab).

Setelah sekian lama menjadi pembina pramuka di gugus depan pangkalan sekolah tempat saya mengajar, akhirnya ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kursus pembina pramuka mahir tingkat lanjutan atau biasa disingkat Kursus Mahir lanjutan (KML) dapat saya ikuti.

KML Tahun 2021

Kursus pembina pramuka mahir tingkat lanjutan tahun 2021 ini dibiayai oleh Kwartir Cabang. Warga Gerakan Pramuka Musi Rawas patut bersyukur karena tahun ini pemerintah kabupaten memberi anggaran dana yang relatif besar kepada pramuka dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Saya bersama dengan 38 orang peserta lainnya cukup beruntung karena tidak perlu mengeluarkan biaya secara mandiri untuk mengikuti kursus. Oleh karena itu, pada tanggal 4 Oktober 2021, saya mendaftar menjadi peserta KML (Kursus Mahir Lanjutan) Tahun 2021. Kami terdaftar pada Angkatan atau Gelombang Kedua.

Salah satu syarat mengikuti KML adalah menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Laporan tersebut dinamakan narakarya dasar. Jadi, seseorang yang telah mengikuti Kursus Pembina Mahir Dasar dibuktikan dengan sertifikat atau ijazah, wajib membuat laporan Narakarya Dasar. Narakarya dasar berisi laporan otentik pelaksanaan pembinaan kepramukaan di gugus depan masing-masing.

Setelah diperiksa dan dilengkapi pada bagian yang kurang, kami diperkenankan mendirikan tenda. Lokasi kursus berada di kawasan hutan lindung Bukit Cogong, salah satu destinasi wisata alam di Musi Rawas. Di sini terdapat selasar yang dilengkapi panggung semisal balai atau pendapa.

Untuk tempat belajar, selasar dipasang tenda beratap seng. Penerangan yang digunakan adalah listrik dari PLN. Meskipun lokasi cukup jauh dari permukiman, berkat kerjasama dengan kepala desa, pemangku adat, dan masyarakat, aliran listrik dapat diatasi.

Pimpinan Kursus

Setelah mendirikan tenda, kegiatan diisi dengan ramah tamah. Berkenalan dengan para calon pembina mahir yang berasal dari berbagai kwartir ranting.

Karena sesuatu hal, malam pertama saya tidak menginap di tenda. Saya harus pulang untuk menyelesaikan sesuatu. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali saya berangkat menuju ke bumi perkemahan. Jaraknya lebih kurang 12 kilometer. Beberapa perlengkapan maupun obat-obatan yang belum sempat dibawa saya bawa. Hal itu saya lakukan karena sesudahnya tidak mungkin lagi bisa keluar lokasi tanpa mendapat izin dari pimpinan kursus.

Jadwal KML

Pada pukul 09.30 kami mulai berkumpul di tenda utama, melakukan persiapan mengikuti kegiatan. Orientasi Kursus, Kontrak Belajar, dan Dinamika Kelompok adalah materi pertama pada hari kedua kami di Bukit Cogong.

Melalui orientasi kursus, saya mengetahui bahwa tim pelatih Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Musi Rawas hingga bulan ini berjumlah 19 orang. Sebagian besar mereka adalah lulusan Kursus Pembina Lanjutan. Di antara mereka pun sudah tergolong usia lanjut karena sudah purna bakti sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kak Poniran dan Kak Dono Sudiono adalah contohnya. Meskipun sudah purna bakti artinya usianya sudah lebih dari 60 tahun mereka berdua terlihat masih energik.

Pemimpin Kursus
Kak Rochim, Pemimpin Kursus Mahir Lanjutan Angkatan Ke-2

Pelatih berperawakan tinggi seperti terlihat pada foto adalah Kak Abdul Rochim, M.Pd.I. Beliau adalah pimpinan kursus kali ini. Pria yang pandai menirukan suara Kyai Zainuddin MZ ini adalah orang paling bertanggung jawab terhadap sukses tidaknya pelaksanaan kursus ini. Sikapnya yang lembut namun tegas membuat para peserta pun menjadi segan.

Pasukan Penggalang

Kami belajar menjadi pembina mahir untuk golongan penggalang. Oleh karena itu pada acara dinamika kelompok, kami membentuk kelompok layaknya anak-anak penggalang yaitu regu.

Pasukan Penggalang Puteri terbagi menjadi 3 regu: Regu Melati, Regu Mawar, dan Regu Kenanga. Pasukan Penggalang Putera terbagi menjadi 4 regu: Regu Harimau, Regu Kancil, Regu Elang, dan Regu Srigala. Materi pelatihan, berbagai kegiatan, dan simulasi lomba kami lakukan layaknya sebagai seorang penggalang.

Pramuka penggalang adalah penggolongan sekaligus sebutan bagi anggota pramuka berusia antara 11 hingga 15 tahun. Seorang pramuka dikatakan resmi menjadi penggalang jika ia telah memasuki usia 11 tahun dan telah menyelesaikan SKU. SKU (Syarat-syarat Kecakapan Umum) Pramuka Penggalang yang mula-mula diselesaikan adalah tingkat Ramu.

Setelah pramuka penggalang memenuhi syarat, ia dilantik menjadi Penggalang Ramu. Pada saat itu ia mengucapkan Trisatya. Upacara pelantikan dipimpin oleh pembinanya. Walaupun telah berusia sebelas tahun tetapi belum menyelesaikan SKU Penggalang Ramu, pramuka tersebut masih disebut sebagai Tamu Penggalang.

Penggunaan istilah ‘penggalang’, sebagaimana siaga, penegak, dan pandega diambil dari romantisme sejarah perjuangan bangsa kita. Kata ‘penggalang’ merujuk kepada ‘masa penggalangan persatuan dan kesatuan bangsa’. Masa ini ditandai dengan berlangsungnya Kongres Pemuda Indonesia yang kemudian menghasilkan ‘Sumpah Pemuda’ pada tanggal 28 Oktober 1928.

Musi Rawas, 11 Oktober 2021

PakDSus

Susanto

Educator, Father of 4 Children, Blogger, Lover of Keroncong Music.

7 thoughts on “Belajar Lagi Menjadi Pembina Pramuka”

  • Mantap Pk D

  • Sekarang kita sudah menjadi pembina.

  • Terima kasih, mari berpramuka!

  • Jadi ingat permainan pada masa-masa Siaga

  • Mantap Pak D. Salut kepada siapa pun yang aktif di kepramukaan. Sarat ilmu, keterampilan, dan pengabdian.

  • Terima kasih kunjungannya, Bu.

  • Wah…mantap informasinya. Jadi inget waktu masih sekolah dulu Pak. Sukses selalu.

Comments are closed.