Laki-laki Membantu Pekerjaan Rumah Tangga, Apa Hukumnya?

Saya mencuri kesempatan dan mengambil gambar Arju sedang mencuci perabot: piring, gelas, dan sendok. Maaf, mereka mencuci di bagian depan kelas. Sebenarnya bak cuci piring dari alumunium (bisa jadi stainlessteel) sudah ada tetapi mereka lebih suka mencuci di situ, keran air mampu mengalirkan air cukup deras, sehingga tidak perlu repot berjalan. Sampai hari ini, saya maklumi saja.
Arju, nama lengkapnya Galih Arju Hidayat, adalah anak tertua di keluarganya. Adiknya hanya satu, laki-laki! Pantas saja, ia kelihatan cekatan mencuci perabot rumah tangga harian itu. Setelah piring dan gelas kotor dibasahi, lalu ia mengambil sabut pencuci. Sabut itu terbuat dari benang nilon yang dirajut seperti jaring penangkap ikan. Dengan sabut seperti itu, beberapa tetes sabun pencuci piring mampu dijadikan buih yang cukup banyak.
Kata anak-anak, jika buih sabun cukup banyak, mereka merasa nyaman membersihkan perabotan. Bahkan, perabotan yang berminyak akibat digunakan untuk memakan makanan yang mengandung sanatan atau kuah daging dengan mudah dibersihkan. Selesai membersihkan seluruhnya, perabotan yang penuh busa sabun itu ia bilas di bawah air keran yang mengucur deras.
Tandon air atau toren air berwarna oranye yang terpasang sekitar tiga meter dari atas tanah, cukup memberikan tenaga bagi air yang dikandungnya untuk mengucur deras. Air yang mengucur deras, tentu mempunyai tenaga yang cukup untuk menyapu kotoran dibanding air yang mengalir dengan lemah.
Lihat, Arju sangat nyaman. Ia tidak risi meskipun dua orang temannya yang perempuan berada di dekatnya. Mungkin ia sudah terbiasa karena hanya ada satu perempuan di rumahnya yaitu ibunya. Meskipun laki-laki, ia harus membantu meringankan tugas-tugas rumah tangga ibunya. Menyapu, mencuci baju (meskipun dibantu mesin cuci), bahkan mencuci piring baginya adalah hal biasa.
Laki-laki membantu pekerjaan rumah tangga bukan hal yang tabu. Agama yang dianut Arju, agama Islam, bahkan memberi tuntunan bahwa laki-laki membantu pekerjaan rumah tangga adalah perbuatan akhlak mulia. Pekerjaan itu dicontohkan oleh Nabi. Bagaimana dengan Anda?
Salam blogger sehat
PakDSus
Blogger Guru Musi Rawas
https://blogsusanto.com/
#12MarAISEIWritingChallenge,
#ceritakelaskuhariini,
#ceritamuridkuhariini,
#ceritaanakkuhariini,
Asyik lihatnya…nggak apa-apa semua anak mempunyai kewajiban untuk belajar mengerjakan pekerjaan rumah, agar bisa hidup mandiri.
Anak saya tiga laki-laki semua,
banyak orang, saudara dan tetangga malah sering mengeluhkan hal ini alasannya karena merasa kasihan nanti katanya saya bakal capai sendiri karena tidak ada anak perempuan.
tapi kalau menurut saya itu sih bagaimana kita mendidik anak saja, anak laki dan perempuan harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah karena itu bagian dari bertahan hidup.
Memang harus begitu pak De. Tugas laki laki ya begitu. Bahkan menyusui adalah kewajiban laki laki. Suami.
Bagus juga laki-laki membantu pekerjaan rumah tangga. Itu jadi bekal masa depan nanti. Kan tidak seterusnya istri yang kerja terus. Bisa jadi dia sakit, suami mesti membantu, lah.
jika mau bantu, alhamdulillah…
jika tidak, ya tidak apa-apa ..
Sedari kecil sudah dibiasakan membantu pekerjaan rumah
Setuju, mantap
seru nian..hehe