SUSANTO BLOG

The Blog of a Learning Companion

language

Lomba 17 Agustus di Kelasku

usia

 

Tahun ini, genap 76 tahun usia negaraku yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Sukarno-Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Tema perayaan tahun ini adalah Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, menurut Presiden Joko Widodo, bisa dicapai dengan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan. Tangguh menghadapi pandemi dan berbagai ujian, dan terus tumbuh menggapai cita-cita bangsa.

Guru wajib menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangga terhadap bangsa dan negara Indonesia di kalangan peserta didik. Sebagai elemen bangsa yang ikut diberi tanggung jawab mencerdaskan generasi muda dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sudah selayaknya mengajak peserta didik merayakan hari ulang tahun kemerdekaan negaranya.

Perayaan memang tidak lepas dari kegiatan yang penuh kegembiraan. Gembira bukan hura-hura, melainkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya bangsa ini lepas dari penjajahan dan mampu mengisi kemerdekaan. Selain itu, perayaan ini bertujuan untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang ikut serta dalam proses kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, tumbuh rasa syukur dan tidak menyia-nyiakan nikmat kemerdekaan yang sudah dimiliki. Pada akhirnya tumbuh dan makin tebal rasa cinta tanah air dan bangsa sehingga tidak mudah dipecah belah, serta waspada terhadap semua perbuatan yang merongrong persatuan dan kesatuan bangsa.

Perayaan ulang tahun kemerdekaan yang sering diselenggarakan oleh masyarakat adalah pelaksanaan berbagai lomba dengan beragam hadiah. Apakah lomba-lomba tersebut sekedar mengisi waktu luang atau memiliki tujuan? Ternyata lomba-lomba tersebut memiliki banyak tujuan sekaligus manfaat.

Manfaat Lomba-lomba pada Perayaan 17 Agustus 

Jika masa normal, bukan pandemi seperti saat ini, lomba-lomba itu akan meramaikan kota dan perdesaan. Keramaian itu mampu menumbuhkan semangat warga, bangga terhadap lingkungan desa atau kampungnya.

Tujuan kedua, lomba-loma itu mempererat silaturahmi. Betapa setiap hari warga disibukkan dengan berbagai aktivitas ekonomi atau kedinasan. Jarang mereka bertemu muka dan bercengkerama dalam waktu lama. Dengan adanya kegiatan seperti ini tentu semua akan diliburkan dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan sehingga bisa menyempatkan waktu untuk bersama.

Tujuan ketiga, adalah melatih kekompakan. Para peserta yang mengikuti lomba berkelompok seperti tarik tambang, jalan menggunakan bakyak, dan lomba beregu lainnya membutuhkan kerja sama dan kekompakan. Kerjasama dan kekompakan ini diharapkan menjadi budaya di masyarakat.

Tujuan keempat, para peserta memiliki pengalaman baru. Misalnya, pengalaman membuat makanan khas daerah, membuat kerajinan tertentu, atau mendapat kenalan atau tetangga baru.

Tujuan kelima, lomba yang diadakan sekolah bertujuan mengasah kemampuan motorik anak. Lomba seperti balap karung, lomba kelereng, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku ke dalam botol, atau lomba tali tambang dapat melatih kemampuan motorik anak.

Selain tujuan-tujuan di atas, lomba-lomba pada peringatan HUT Kemerdekaan juga menyegarkan pikiran, mempererat ikatan orang tua dan anak, menyegarkan pikiran, dan menumbuhkan nasionalisme pada anak.

Lomba Perayaan 17 Agustus Kelas 6 Secara Daring 

Pada masa pandemi, sekolah saya tidak bisa menyelenggarakan lomba secara offline. Perlombaan seperti yang saya uraiakan di atas, hampir tidak boleh dilakukan pada saat ini karena berpotensi menghadirkan kerumunan. Kerumunan adalah satu hal yang harus dihindari pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Tidak semata melanggar aturan, tetapi sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Meskipun tidak dilaksanakan secara luring dan dalam bentuk berkumpulnya massa, tujuan diselenggarakanannya lomba dapat tercapai. Sebagai gantinya, lomba-lomba dilaksanakan secara daring. Sekolah saya pun tidak mau ketinggalan. Saya sebagai salah satu tenaga pendidik, menyeleggarakan lomba untuk anak-anak di kelas saya. Lomba itu adalah Quiz Lomba 17 Agustus dan Lomba Memasak Nasi Goreng.

Lomba yang pertama dengan aplikasi quizziz. Soal yang saya buat adalah soal-soal yang ringan, dengan harapan banyak yang ikut karena Quizziz masih baru bagi mereka. Hadiahnya, pulsa  20.000 untuk juara 1, dan pulsa 10.000 untuk juara dua dan tiga. Saya memprediksi urutan kedua dan seterusnya banyak yang memiliki skor sama.

Aturan lomba yang kedua yaitu memasak nasi goreng sebagai berikut: 1) rekam bumbu dan kegiatan mengulek bumbu, menggoreng nasi, serta hidangan nasi goreng, 2) Memberi narasi pada proses kegiatan, 3) berpakaian rapi, syukur seperti CHEF/KOKI, 4) Juara Putera (1 orang) dan puteri (1 orang) akan mendapat pulsa 50.000, 5) setiap siswa yang mengirim video lomba nasi goreng akan diundi, 1 orang yang beruntung akan mendapat pulsa 25.000.

Lomba memasak nasi goreng divideokan berakhir pada tanggal 17 Agustus 2021 sore pukul 18.00. Demikian juga untuk pengiriman quiz-nya, saya tunggu hingga 18.00. Jawaban quizziz yang dinilai adalah jawaban upaya pertama meskipun saya memberikan kesempatan menjawab hingga dua kali.

Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia. Dirgahayu Indonesia! Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Merdeka!

 

 

#KeunikanPerayaanHariMerdeka

 

Tugumulyo MURA, 17 Agustus 2021

Blogger Guru Musi Rawas

PakDSus

 

Susanto

Educator, Father of 4 Children, Blogger, Lover of Keroncong Music.

5 thoughts on “Lomba 17 Agustus di Kelasku”

  • Alhamdulilah walau masih suasana pandemi namun tetap mengadakan lomba untuk dapat menumbuhkan cinta tanah air dan wujud syukur atas kenerdekaan bangsa Indonesia. Reward untuk siswa pun membuat mereka semangat dalam mengikuti lomba.

  • Inspiratif sekali Pak. Tetap semarak merayakan kemerdekaan meskipun dalam keterbatasan.

Comments are closed.