Menulislah dan Berkarya agar Kamu Hidup Beribu-ribu Tahun
Jujur, istilah kulwap baru saya peroleh pada pertemuan kali ini. Dari seorang Guru yang relatif masih berusia muda, Noralia Purwa Yunita. Bu Nora, demikian panggilan akrab perempuan yang sebelumnya dipanggil Nita dalam keluarganya, menulis:
Baiklah saya teruskan resume kulwap pada tanggal 17 Agustus 2020 dengan tema “Motivasi dan Pengalaman Menulis” dari Bu Nora semoga sesuai seperti apa yang sudah saya tuliskan tentang resume di blog ini juga dan tulisan Bu Nora tentang tips membuat resume yang baik.
Menjadi penulis dan tulisannya diterbitkan oleh penerbit indie bahkan penerbit mayor selalu diawali dari kegiatan serupa yang dilakukan jauh-jauh di masa lalu. Selalu diawali oleh proses yang cukup panjang. Seperti para narasumber kami sebelumnya. Bunda Kanjeng memulai menulis ketika masih sekolah dasar. Mr. Bams memulai menulis ketika membuka taman bacaan masyarakat dan mengumpulkan referensi untuk dongengnya. Cikgu Tere menulis serius ketika mengikuti kulwap Belajar Menulis Gelombang 4. Pak Roma memulai serius menulis ketika tergabung di kulwap Belajar Menulis Gelombang 8 dan 9. Ibu Betti Risnalenni menulis karena menguasai aritmetika dan menulis buku tentang itu untuk lembaga kursus dan lembaga pendidikan yang didirikannya, dan Bu Iin yang sebelum menulis adalah pembaca yang baik dan menulis untuk keperluan kepegawaian. Demikian pula narasumber ketujuh kami, Ibu Noralia Purwa Yunita.
Sesuai namanya, Purwa Yunita adalah putra pertama pasangan Bapak Ali Achmadi, S.Pd dan Ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. Ia memulai kenal dunia menulis semenjak kuliah S1. Waktu itu diajak untuk ikut serta lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi oleh kakak kelas. Meskipun awalnya ragu dan penasaran, akhirnya ikut juga pada lomba tersebut, dan akhirnya menang sebagai juara ke-3 tingkat provinsi. Waktu itu, menurut pengakuannya, belum ada pengalaman sama sekali tentang menulis, hanya modal nekat dan otodidak tetapi membuahkan hasil.
Kemenangan dan mendapat hadiah ternyata menjadi motivasi ekstrinsik Bu Nora untuk ketagihan menulis dan mengikuti lomba. Belajar hanya dengan kakak kelas dan dosen pembimbing, namun beberapa kali ikut lomba dan beberapa kali pula menjadi juara. Uang hadiah juara digunakannya untuk menyelesaikan kuliah S1 dan S2. Bukan main!
Selesai kuliah, Bu Nora pun bekerja. Kesibukannya bekerja dan berkeluarga ternyata bisa membuat semangat menulis menjadi luntur. Setidaknya itu yang dialami Bu Nora. Mungkin karena susah mengatur waktu, sehingga tidak menyempatkan diri untuk kembali berkarya.
Namun, sebagai makhluk sosial, Bu Nora memiliki rekan sejawat, teman kerja. Salah satu temannya bekerja rupanya memberikan dorongan dan memantiknya agar kembali berkarya. Apalagi di saat pandemi Covid-19, kegiatan di luar rumah nyaris terhenti. Orang menghindari kerumunan dan bersentuhan. Demikian pula pembelajaran. Pembelajaran dilakukan tidak bertatap muka tetapi secara daring maupun luring, pembelajaran jarak jauh.
Guru bekerja dari rumah atau work from home. Dengan begitu, waktu “luang” cukup banyak untuk memelajari dan melakukan sesuatu, termasuk menulis. Bu Nora yang sudah terampil menulis, akhirnya mengenal grup menulis Om Jay dan kawan-kawan. Kulwap pun dia lakukan. Berawal dari situlah, ia dapat berkarya lagi. Tulisannya tentang pembelajaran daring sebagai solusi dimuat di media suaraguruonline.com adalah karya pertama yang terpublikasi di media daring.
Tulisan kedua berhasil terbit di majalah Geliat Gemilang Bandung
Pencapaian terbesar sesudah itu adalah menulis diterima oleh penerbit mayor, Penerbit Andi. Buku pertamanya hasil kolaborasi dengan Prof. Eko (Richardus Eko Indrajit) yang rutin memberikan materi pada seminar virtual di channel youtubenya.
Satu lagi hasil resume gelombang 8 sedang tahap proses terbit adalah “Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi”.
Tidak ketinggalan, dari grup menulis itu, Bu Nora mendapat apresiasi dari penerbit Andi dan PGRI sebagai tulisan yang menginspirasi dan mendapat hadiah juga.
Ibu guru Pembimbing Ekstrakurikuler KIR SMP yang juga anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya di daerahnya, selain mengajar ia juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog serta anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI). Jadi tidak keliru jika pada kesempatan kali ini beliau memberikan tips bagaimana menulis agar berhasil.
Tips Ke-1 Ambil Kesempatan yang Ada
Banyak orang mengatakan, kesempatan tidak datang dua kali. Kesempatan bisa diartikan juga peluang. Ketika ada kesempatan dan memiliki tulisan dengan tema yang dimaksud, segera saja saya kirimkan tulisan tersebut untuk diikutkan pada kegiatan lomba atau event menulis lainnya.
Buku pertama Bu Nora berjudul “Digital Mindset” adalah kesempatan yang diberikan oleh Prof. Eko ketika menjadi narasumber di grup 8. Beliau memberikan tantangan kepadanya untuk berkolaborasi dengan beliau, menulis buku dalam seminggu. Tema sudah ditentukan beliau yaitu mengambil sebuah judul dari kanal YouTube beliau. Dengan modal nekat dan penasaran, setelah kulwap selesai, Bu Nora menghubungi beliau secara pribadi dengan menyatakan bersedia untuk dapat menulis buku dalam seminggu.
Tips Ke-2: Beri Target
Sesuaikan target dengan outline yang telah kita buat. Tentunya outline harus selaras dengan tema yang diambil. Misal di outline kita ada 5 bab, kita buat target kapan 5 bab itu harus selesai. Jika 5 bulan selesai 5 bab, berarti wajib 1 bulan selesai 1 bab.
Contoh outline buku “Digital Mindset”.
Outline yang dibuat oleh Bu Nora sebisa mungkin mengandung unsur 5W + 1 H (what, why, who, when, where dan how). Tapi tidak semua buku bisa diterapkan rumus tersebut. Minimal menggunakan rumus 2W+1H sudah cukup (what, why dan how), itu yang disampaikan oleh pak Akbar Zainuddin (narasumber dalam kulwap yang diikuti Bu Nora).
Tips Ke-3: Catat Referensi
Setelah kita memiliki outline dan target, selanjutnya mencari referensi sesuai dengan outline yang ada. Referensi dapat berupa jurnal ilmiah (nasional dan internasional), buku-buku, dan modul dari Kemdikbud. Referensi boleh secara online maupun offline namun harus terkini dan teraktual.
Tips Ke-4: Disiplin Waktu
Terkadang outline sudah bagus, target sudah ada, referensi sudah lengkap, tapi dalam perjalanan, kadang rasa jenuh dan malas itu datang sehingga akhirnya berhenti menulis. Solusinya kembali kepada si penulis kapan waktu terbaik untuk menulis. Waktu tersebut bebas, yang penting waktu ternyaman untuk berkarya. Misalnya, di atas jam 9 setelah anak-anak/anggota keluarga tidur, karena prinsipnya, menulis itu hobi. Hobi harus dilakukan dengan senang, namun keluarga juga harus senang.
Yang dilakukan Bu Nora, biasanya ia meliburkan diri menulis 2 hari, yaitu Minggu malam dan Rabu malam. Pada kedua waktu itu dia memfokuskan membuat konten di kanal YouTube-nya untuk membuat media pembelajaran.
Tips Ke-5: Tulis
Setelah semuanya, proses terakhir yaitu menuliskan isi buku kita sesuai outline yang ada. Perlu diingat, jangan terlalu terpaku buku kita harus terbit di penerbit mayor. Mengapa? Jika seperti itu, dikhawatirkan nanti kita kecewa jika hasil tidak sesuai harapan.
Tips Tambahan: Banyak-banyaklah Membaca
Tips tambahan dari Ibu Nora adalah perbanyak membaca. Membaca dan menulis tidak dapat dipisahkan. Dengan banyak membaca, diksi kita bertambah (nah, kena lagi, deh). Diksi yang kaya membuat tulisan semakin renyah dibaca. Membaca, melakukan observasi, dan terus belajar akan meningkatkan kualitas tulisan.
Tujuan menulis adalah agar tulisan kita dibaca oleh orang lain. Bagaimana cara mencari tema tulisan yang disukai oleh pembaca? Bu Nora mengatakan bahwa untuk mengetahui tema yang disukai pembaca, bisa meminta bantuan google trend.
Sudah ada 7 narasumber sejauh ini, jika ditarik benang merah di antara mereka maka akan keluar satu kalimat perintah yang terdiri dari satu kata.
Menulislah!
Sebagai penutup Noralia Purwa Yunita, Bu Guru IPA SMPN 8 Semarang, blogger, penulis buku, istri dan ibu yang baik memberi pesan:
Kumpulan tautan tulisan Bu Nora:
http://suaraguruonline.com/pembelajaran-daring-sebagai-solusi/
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/jurus-4r-mencatatkan-sejarah-lewat.html
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/tips-membukukan-hasil-resume-pelatihan.html
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/biskuit-pena-petai-cina-untuk.html
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/mendulang-berkah-dari-sampah.html
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/bisnis-brownies-binang-sebagai-upaya.html





Real money casino in new zealand. Get amazing deposit bonus offers from Jackpot City NZ
kulwap juga baru tahu hihihihiih
alhamdulillaah, syukron
Pokoknya keren deh. Ada video dan Kulwap. Mantap
Pak D pokok ke tulisan nya khair Khair
Terima kasih kunjungannya, jempolnya juga, Bu. hehehe
Makasih Bu Ros. Ditungu tulisannya 🙂
Terima kasih kunjungannya. Belajar terus, yuk!
Super duper keren. Acung jempol.
Hebat pak dhe..
����
Baguss n top pake banget
Baguss n top pake banget
Saya cuman pakai WA, Blog diksisusanto.blogspot.com, Kelas Google untuk memerkaya pengetahuan siswa, quizizz jika kelihatan mulai berkurang motivasi belajarnya, video langsung durasi pendek utk WA, dan pesan suara (untuk melatih kepekaan menyimak). Nggak muluk-muluk.
Pak … Aplikasinya apa yg buat mengajar online?
Sahabat Pembaca semua, terima kasih kunjungan dan komentarnya. Waduh, "kudet" nih. Jangan diketawain, ya!
hebat pak D, tambah wawasan karena belajar bersama
Pak D Antok memang Top Markotop , joss…lanjut literasinya pak, selalu ditunggu…
Semangat literasi pak Susanto
Pak Tua, Bu Nyai
Kudet Pak Bos, Bu Nyai. Halaaah… kurang literasi digital.
Alkhamdulillah ….Kulwap menambah diksi … Biar tidak kudet ( kurang update) bersyukur bisa ikut Belajar Menulis …..resume nya tambah keren ada video nya di awal ….siiip