SUSANTO BLOG

The Blog of a Learning Companion

language

Merdeka Belajar Tidak Membebani Siswa dengan Soal Kognitif

 

 

Saya pernah membaca sebuah status di sebuah halaman Facebook tentang “Jangan Pernah Mengajari Burung Berenang!”. Memaksa ikan belajar terbang, atau melatih burung berenang hanya akan melahirkan persepsi bahwa kedua makhluk itu adalah makhluk bodoh yang pernah ada di muka bumi ini.

Pada kesempatan lain, saya menikmati paparan Mas Mendikbud, Nadiem Makarim, tentang penilaian. Ia mencontohkan tentang mengetes kemampuan siswa berenang ke sebuah pulau. Yang masih terjadi adalah penilaian atau ujian tentang berenang. Anak diuji pengetahuan tentang berenang dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: berenang itu apa, bagaimana gaya katak, atau bagaimana berenanga gaya bebas. Kata Mas Menteri, seharusnya yang dites adalah: bisa berenang apa tidak?

Setiap anak atau peserta didik memiliki keunikan dan kemampuan masing-masing. Oleh karena itu, tidak fair jika prestasi siswa hanya ditentukan dari penilaian aspek kognitif saja, melalui soal-soal pilihan ganda. Demikain pula keterampilan berupa soft skill seperti: kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan kepemimpinan, tentu tidak cukup dinilai dengan alat tes berupa soal-soal pilihan ganda.

Peserta didik yang merdeka belajar, tidak dibebani dengan penilaian yang akan memvonis prestasi hanya melalui soal-soal USBN atau UN. Mereka dinilai secara holistik: aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Kurang dalam aspek kognitif, tidak berarti mereka bodoh.

Rasanya tepat ucapan Albert Einstein yang mengatakan bahwa everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.

Semua orang jenius. Tapi jika Anda menilai ikan dengan kemampuannya memanjat pohon, ia akan menjalani hidupnya dengan percaya bahwa itu bodoh

Mari kita adil dalam menilai agar peserta didik merdeka dalam belajar. Agar mereka mengembangkan semua potensi dirinya dengan optimal. Tidak anak yang bodoh. Yang ada adalah ada anak yang unggul pada bidang tertentu dan lemah pada bidang lainnya.

#MerdekaBelajar2

Susanto

Educator, Father of 4 Children, Blogger, Lover of Keroncong Music.

2 thoughts on “Merdeka Belajar Tidak Membebani Siswa dengan Soal Kognitif”

  • Keren dan setuju. Sedikit bertanya Pak D yang suda sangat memahami dunia tulis menulis. Pertanyaannya: apakah boleh menggunakan kata “Yang” pada awal kalimat? saya juga sering melihat penulis lain mnggunakan cara itu. Tapi saya menjadi ragu, apakah itu atau tidak. Apa bedanya misalnya dengan kata hubung “dan”. Terimakasih.

  • Keren dan setuju. Sedikit bertanya Pak D yang suda sangat memahami dunia tulis menulis. Pertanyaannya: apakah boleh menggunakan kata “Yang” pada kalimat? saya juga sering melihat penulis lain mnggunakan cara itu. Tapi saya menjadi ragu, apakah itu atau tidak. Apa bedanya misalnya dengan kata hubung “dan”. Terimakasih

Comments are closed.