Unduh Gratis Modul P5 Fase A dan Fase B Tema Gaya Hidup Berkelanjutan untuk Sekolah Kategori Tahap Awal

Halo, Bapak dan Ibu Guru, selamat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Banyak sekolah yang baru pertama kali menerapkan Kurikulum Merdeka. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 022/H/KR/20023 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2023/2024 untuk sekolah dasar adalah Kelas 1 dan Kelas 4.
Dalam Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran berdasarkan fase perkembangan. Di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah terbagi ke dalam 3 fase perkembangan. Fase A untuk kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, dan Fase C untuk kelas 5 dan 6.
Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka meliputi kegiatan intrakurikuler, yaitu pembelajaran tatap muka mempelajari materi pelajaran sesuai mata pelajaran dalam struktur kurikulum.
Yang kedua kegiatan kokurikuler yakni kegiatan dalam rangka memperkuat, memperdalam, atau pengayaan mata pelajaran terutama penguatan karakter. Karakter itu tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan kokurikuler di sekolah berupa Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Yang ketiga adalah kegiatan ekstrakurikuler, yaitu kegiatan di luar kegiatan inta dan kokurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat dalam rangka mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Ketiga kegiatan kurikuler di sekolah muaranya adalah mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang memiliki 6 dimensi. Keenam dimensi itu adalah: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Setiap mata pelajaran dalam struktur kurikulum memuat alokasi waktu untuk kegiatan proyek penguatan profil Pelajar Pancasila, disingkat P5.
Di sekolah dasar, P5 rata-rata mengalokasikan waktu sebanyak 7 jam pelajaran per minggu. Jadwal pelaksanaan di sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.
Jadwal P5 dapat dilaksanakan secara harian, mingguan, atau mengumpul dalam bulan tertentu (sistem blok). Apa pun pelaksanannya, guru mempersiapkan rencana pembelajaran agar pelaksanaan P5 berjalan dengan lancar.
O, ya. Pelaksanaan proyek disesuaikan dengan kondisi sekolah. Apakah sekolah Bapak Ibu tergolong dalam tahap awal, tahap berkembang, atau tahap atau tahap lanjutan. Setelah itu, Bapak dan Ibu memelajari alur perencanaan proyek.
Menurut buku Panduan, alur perencanaan proyek sebagai berikut.

Menyusun Modul Proyek adalah tahap ke-4 setelah membentuk Tim Fasilitator P5, mengidentifikasi tingkat kesiapan sekolah, merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu proyek.
Tulisan ini hanya membahas proyek untuk sekolah dasar khususnya fase A dan B karena tulisan ini ditujukan untuk sekolah-sekolah yang baru mengimplementasikan kurikulum merdeka pada tahun 2023/2024.
Tema-tema utama projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan setingkat SD yaitu: Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Rekayasa dan Teknologi, Kewirausahaan.
Sekolah kategori Tahap Awal menentukan 2 tema yang sama untuk setiap tingkat/kelas paralel, menentukan isu yang sama untuk setiap tema di semua tingkat/kelas paralel, dan sekolah yang menentukan tema maupun topik.
Pada sekolah tahap berkembang, sekolah menyiapkan tema dan topik dan peserta didik memilih di antaranya.
Pada sekolah tahap lanjutan, peserta didik di bawah bimbingan guru menentukan tema dan topik proyek.
Menentukan Alokasi Waktu
Pada awal tahun pelajaran, sekolah menghitung rincian minggu efektif. Pemerintah berasumsi, dalam satu tahun terdapat 36 minggu. Oleh karena itu, banyaknya jam pembelajaran P5 di sekolah dasar kelas 1 sampai 5 adalah 252 jam pelajaran. Alokasi waktu untuk kelas 6 adalah 224 jam pelajaran. Namun demikian, penentuan minggu efektif disesuaikan dengan kalender pendidikan yang berlaku.
Karena satu tahun setidaknya 2 tema, maka satu semester menyelesaikan 1 tema untuk 1 proyek.
Meskipun pemerintah mengasumsikan 36 minggu per tahun atau 18 minggu per semester, bisa saja di suatu daerah banyak minggu per semester hanya 16 atau 17 minggu efektif. Oleh karena itu, banyak jam P5 jika satu semester terdapat 17 minggu maka terdapat 17 x 7 jp = 119 jam pelajaran. Jika 1 semester ada 16 minggu, maka terdapat 16 x 7 jp = 112 jam pelajaran.
Tema, Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila
Sesuai judul, tulisan ini hanya membahas satu tema untuk satu proyek yaitu tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Dimensi profil, elemen dan subelemen Profil Pelajar Pancasila sebagai berikut.

Proyek yang kedua, silakan Bapak dan Ibu menjabarkan sendiri dimensi dan elemen serta subelemen yang akan dikembangkan.
Penentuan Aktivitas dan Alokasi Waktu
Aktivitas proyek meliputi tahap: pengenalan, kontekstualitas, aksi, dan refleksi serta tindak lanjut. Setiap tahap terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut ditetapkan alokasi waktunya sesuai dengan perhitungan minggu efektif. Tulisan ini berasumsi minggu efektif yang ada di sekolah adalah 17 minggu dengan alokasi P5 setiap minggunya 7 jam pelajaran.
Tahap Pengenalan, bisa berupa:
1. Sosialisasi proyek (4 jp)
2. Asesmen Diagnostik (2 jp)
3. Pemberian Materi tentang Penghijauan dan cara pengolahan botol plastik untuk penanaman hidroponik: (4 jp)
– Pengitngnya penghijauan atau reboisasi untuk menangani kerusakan lingkungan
– Pentingnya mengolah sampah botol plastik
– Menganalisis jenis-jenis tanaman di lingkungan sekolah
4. Formatif I: Mepresentasikan hasil pengamatan lingkungan (4 jp)
Kegiatan pada Tahap kontekstual, dapat berupa:
- Pengenalan jenis-jenis sayuran yang cocok ditanam di botol plastik (4 jp)
- Pengenalan media tanam (8 jp)
- Pengenalan proses penyemaian (4 jp)
- Formatif ke-2 (4 jp)
Siswa menuliskan informasi yang telah dimiliki setelah melaksnakan proses pengamatan dan penggalian informasi dari berbagai sumber, membandingkan dan enentukan ide dan gagasan dalam menentukan jenis tanaman yang akan ditanam
Kegiatan pada Tahap Aksi dapat berupa:
- Membuat poster dengan tema penghijauan dan lingkungan (4 jp)
- Pengumpulan sampah botol plastik (8 jp)
- Membuat pot hidroponik dari botol plastik bekas (8 jp)
- Kegiatan menanam sayuran (12 jp)
- Perawatan Tanaman (12 jp)
- Formatif 3: (4 jp)
Membuat laporan tentang peran dan akitivitas dalam kelompok, menunjukkan dukungan terhadap tujuan dan harapan kelompok masing-masing
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut, dapat berupa:
- Asesmen Sumatif (8 jp)
- Simulasi pameran projek (4 jp)
- Mengadakan perayaan hasil belajar (4 jp)
- Evaluasi pelaksanaan proyek (12 jp)
- Refleksi dan Tindak Lanjut pelaksanaan proyek (3 jp)
Jumlah jam pembelajaran ada 119 jam pelajaran (17 minggu x 7 jam pelajaran)
Nah, dari kegiatan di atas Bapak dan Ibu sudah memiliki gambaran, bukan?
Sekolah berkategori tahap awal pelaksana proyek dapat mengunduh modul ajar pada aplikasi PMM atau pada laman guru.kemdikbud.go.id atau di sini untuk kelas 4 dan klik di sini untuk fase A kelas 1.
Selamat berkarya, semoga membantu.
Berikut ini Buku Panduan P5 jika Bapak dan Ibu ingin membuat sendiri modul proyek P5.
Musi Rawas, 8 Agustus 2023
Salam Blogger Sehat,
PakDSus
super.sangat membantu pk. mungkin kurang cerdasnya sy, jadi ingin membuat tes formatif + kisi kisinya
kok sedikit bingung masihan
Keren pakD..sangat membantu saya memahami P5, penjelasannya komplit tp mgkin saya yg daya rekamnnya kurang kudu ngulang2 bacanya wkwkwk…lanjutkan pakD