Sudah Dibuat, Soal Jangan Langsung Cetak!

Artikel tentang kisi-kisi dan menyusun soal sudah Admin paparkan pada postingan terdahulu.
Setelah kisi-kisi sudah tersedia, buku sumber pun sudah dilampirkan guru menulis perintah dan AI pun dengan waktu relatif cepat menjawa dengan memberikan serangkaian soal.
Pertanyaan berikutnya, apakah soal tersebut sudah siap digunakan?
Tunggu dulu!
Hasil pertama dari AI belum tentu merupakan hasil terbaik. Bisa saja ada soal yang kurang sesuai dengan indikator, pilihan jawaban yang tidak berfungsi sebagai pengecoh, kunci jawaban yang keliru, atau rumusan pertanyaan yang terlalu sulit dipahami peserta didik. Karena itu, guru perlu melakukan tiga pekerjaan lanjutan.
1. Meminta AI Memperbaiki Soal
Salah satu keuntungan menggunakan AI adalah guru dapat meminta perbaikan pada soal tertentu tanpa harus mengulang seluruh proses penyusunan.
Misalnya, setelah membaca 40 soal mapel IPAS Kelas IV yang dihasilkan AI, guru menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki.
- Soal nomor 5 terlalu mudah. Guru ingin meningkatkan tuntutan berpikirnya agar sesuai dengan level C4.
- Pilihan jawaban soal nomor 12 kurang berfungsi sebagai pengecoh. Guru meminta AI membuat pilihan yang lebih masuk akal.
- Soal nomor 18 tidak sesuai dengan indikator. Guru meminta perbaikan dengan tetap menggunakan materi dari buku sumber.
- Soal nomor 25 memiliki kalimat terlalu panjang. Guru meminta penyederhanaan bahasa sesuai karakteristik peserta didik kelas IV SD.
Untuk melakukan perbaikan tersebut, guru dapat menggunakan prompt berikut.
Prompt: Memperbaiki Soal Tertentu
“Bertindaklah sebagai ahli asesmen pendidikan sekolah dasar. Setelah melakukan pemeriksaan awal, saya menemukan beberapa soal yang perlu diperbaiki. Berikut daftar soal yang harus ditelaah:
- Soal nomor 5: Tuntutan berpikir belum sesuai dengan level C4. Perbaiki agar benar-benar mengukur kemampuan menganalisis.
- Soal nomor 12: Pilihan jawaban belum memiliki pengecoh yang berfungsi dengan baik. Perbaiki pilihan jawaban agar lebih logis dan homogen.
- Soal nomor 18: Rumusan soal belum sesuai dengan indikator. Susun ulang berdasarkan indikator dan materi sumber.
- Soal nomor 25: Kalimat terlalu panjang. Sederhanakan agar mudah dipahami peserta didik kelas IV SD.
Ketentuan:
- Jangan mengubah soal lain yang tidak disebutkan.
- Pertahankan kesesuaian dengan kisi-kisi.
- Gunakan materi dari dokumen sumber.
- Pastikan kunci jawaban benar.
- Jelaskan perubahan yang dilakukan pada setiap soal.
- Sajikan soal sebelum dan sesudah revisi agar mudah dibandingkan.
Jangan mengubah tingkat kognitif tanpa memperhatikan proses berpikir yang dituntut oleh soal.”
CATATAN: Guru dapat mengembangkan prompt tersebut sesuai temuan selama pemeriksaan. Misalnya:
Ada satu hal yang perlu diperhatikan. Meningkatkan level kognitif dari C2 menjadi C4 bukan sekadar membuat kalimat lebih panjang atau menggunakan kata-kata yang lebih sulit. Soal C4 harus benar-benar meminta peserta didik menganalisis informasi, menemukan hubungan, membandingkan bagian, atau menguraikan suatu permasalahan.
Dengan cara ini, AI membantu memperbaiki soal berdasarkan kebutuhan yang ditemukan guru.
2. Melakukan Audit terhadap Seluruh Butir Soal
Nah, meskipun soal diperbaiki, jangan langsung memindahkannya ke lembar ujian.
Guru perlu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh butir soal. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan kemungkinan kesalahan yang belum terlihat ketika soal dibaca satu per satu.
AI dapat diminta berperan sebagai penelaah instrumen asesmen.
Prompt : Audit Kualitas Soal
“Bertindaklah sebagai penelaah instrumen asesmen pendidikan sekolah dasar yang memahami kaidah penulisan soal dan prinsip pengukuran hasil belajar. Saya telah melampirkan:
- Kisi-kisi soal.
- Buku sumber pembelajaran.
- Naskah soal hasil penyusunan dan revisi.
Tugas Anda adalah melakukan audit terhadap seluruh butir soal berdasarkan kriteria berikut:
- Kesesuaian soal dengan indikator dalam kisi-kisi.
- Ketepatan materi dan konsep.
- Ketepatan kunci jawaban.
- Kejelasan rumusan pertanyaan.
- Kualitas pilihan jawaban dan pengecoh.
- Kesesuaian level kognitif.
- Kesesuaian bahasa dengan perkembangan peserta didik.
- Kemungkinan adanya lebih dari satu jawaban benar.
- Kesesuaian gambar atau ilustrasi dengan pertanyaan.
- Konsistensi penomoran dan jumlah soal.
Sajikan hasil audit dalam tabel dengan format:
Nomor Soal | Aspek yang Diperiksa | Temuan | Rekomendasi Perbaikan | Status.
Gunakan tiga kategori status:
- Layak: tidak ditemukan masalah substantif berdasarkan pemeriksaan.
- Perlu Revisi: ditemukan kekurangan yang harus diperbaiki.
- Perlu Verifikasi: kebenaran atau kesesuaian soal belum dapat dipastikan dari dokumen sumber.
Ketentuan tambahan:
- Periksa seluruh soal, jangan hanya mengambil beberapa sampel.
- Jangan langsung mengubah soal.
- Tunjukkan terlebih dahulu bagian yang bermasalah.
- Jangan menganggap kunci jawaban benar sebelum mencocokkannya dengan sumber.
- Jangan membuat informasi baru yang tidak terdapat dalam dokumen.
- Berikan catatan khusus apabila terdapat bagian yang tidak dapat diverifikasi.
Setelah audit selesai, berikan ringkasan jumlah soal berdasarkan ketiga kategori status tersebut.”
Hasil audit akan membantu guru mengidentifikasi soal yang perlu diperbaiki. Guru dapat memilih satu per satu soal yang bermasalah, kemudian meminta AI melakukan revisi.
Perlu diingat: audit oleh AI merupakan pemeriksaan awal, bukan sertifikat kelayakan instrumen. Pernyataan AI bahwa soal sudah layak belum membuktikan validitas dan reliabilitasnya secara empiris.
Validitas memerlukan bukti bahwa interpretasi hasil pengukuran sesuai dengan tujuan penilaian. Sementara itu, reliabilitas memerlukan bukti konsistensi hasil pengukuran.
Untuk memperolehnya, guru dapat melibatkan rekan sejawat dalam telaah isi dan melakukan uji coba serta analisis butir soal sesuai kebutuhan.
3. Menyiapkan Dokumen Soal Siap Cetak
Setelah proses revisi dan audit selesai, tahap berikutnya adalah menyusun naskah asesmen. Sejauh ini, guru sudah sangat dibantu dengan waktu yang efisien.
Oleh karena itu, soal yang sudah diaudit dapat guru salin dan tempelkan pada template yang disiapkan.
Namun, jika guru masih menginginkan sang Asisten Ahli pekerjaan ini, guru dapat membuat perintah, misalnya sebagai berikut.
Prompt: Membuat Dokumen Asesmen
“Susun seluruh soal yang telah direvisi dan dinyatakan layak ke dalam dokumen asesmen siap cetak menggunakan format Microsoft Word (.docx). Ketentuan penyusunan:
- Gunakan ukuran kertas A4.
- Gunakan jenis huruf Arial ukuran 14 untuk kelas 1 dan 2 atau Times New Roman ukuran 12 untuk kelas 3,4,5,6.
- Buat identitas asesmen di bagian awal.
- Sertakan petunjuk pengerjaan.
- Susun soal sesuai nomor urut.
- Atur pilihan jawaban agar rapi dan mudah dibaca.
- Pertahankan gambar dan ilustrasi sesuai soal masing-masing.
- Buat lembar kunci jawaban secara terpisah.
- Sertakan pedoman penskoran untuk soal uraian.
- Pastikan tidak ada nomor soal yang hilang atau berulang.
Sebelum menyelesaikan dokumen, periksa kembali kelengkapan soal dan kesesuaian penomoran.
Buat dua dokumen terpisah:
- Dokumen pertama: Naskah soal peserta didik.
- Dokumen kedua: Kunci jawaban dan pedoman penskoran untuk guru.”
Setelah dokumen dibuat, guru tetap perlu membukanya dan memeriksa hasil akhirnya. Perhatikan tata letak gambar, pemenggalan halaman, pilihan jawaban, nomor soal, serta keterbacaan setiap pertanyaan.
Jangan sampai soal yang sebelumnya sudah diperbaiki justru mengalami perubahan atau terpotong ketika dipindahkan ke dokumen Word.
Guru Tetap Memegang Kendali
Proses penyusunan soal dengan bantuan AI ternyata tidak berhenti ketika puluhan soal berhasil dihasilkan. Ada tahapan lanjutan yang perlu dilakukan agar soal benar-benar sesuai dengan tujuan asesmen.
Karena itu, guru hanya memanfaatkan AI sebagai asisten yang membantu mempercepat pekerjaan, sementara keputusan akhir tetap didasarkan pada pertimbangan profesional dan bukti kualitas instrumen.
AI boleh membantu membuat, memperbaiki, dan memeriksa soal. Namun, guru tetap bertanggung jawab memastikan bahwa setiap soal layak digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik.
Salam Literasi!
Musi Rawas, 2 November 2026
