artikel

Kisi-Kisi Soal: Manfaatnya dan Cara Membuatnya dengan Bantuan AI

Ilustrasi sampul kisi-kisi (Dok. Susanto)

Setelah melaksanakan serangkaian proses pembelajaran, pada akhir semester guru perlu mengetahui sejauh mana tingkat kompetensi yang dimiliki murid-muridnya. Untuk ini, guru/pendidik perlu menyiapkan perangkat soal ujian yang sahih dan valid.

Penyusunan soal ujian membutuhkan perencanaan yang matang. Hal ini dilakukan agar hasil penilaian benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik. Salah satu perangkat penting yang perlu disiapkan guru sebelum merancang soal adalah kisi-kisi soal.

Kisi-kisi menjadi pedoman bagi guru dalam menentukan materi, kompetensi, indikator, tingkat kesulitan, serta bentuk soal yang akan digunakan dalam asesmen. Dengan perencanaan tersebut, setiap butir soal memiliki tujuan pengukuran yang jelas dan selaras dengan pembelajaran.

Keberadaan kisi-kisi juga membantu peserta didik memahami ruang lingkup materi yang akan dinilai. Mereka dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah sehingga proses evaluasi berlangsung dengan lebih transparan.

Pengertian Kisi-Kisi Soal

Kisi-kisi soal merupakan rancangan atau kerangka yang menggambarkan karakteristik soal yang akan disusun.

Dokumen ini biasanya disajikan dalam bentuk matriks yang menghubungkan kompetensi atau capaian pembelajaran dengan materi, indikator, level kognitif, bentuk soal, dan nomor soal.

Dalam Kurikulum Merdeka, penyusunan kisi-kisi perlu memperhatikan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembelajaran.

Melalui kisi-kisi, guru dapat memastikan bahwa soal yang dibuat memiliki keterkaitan dengan tujuan pembelajaran dan materi yang telah dipelajari peserta didik.

Komponen Penting dalam Kisi-Kisi Soal

Agar dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan asesmen, kisi-kisi perlu memuat sejumlah komponen utama. Formatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan, jenis asesmen, dan kurikulum yang digunakan.

Berikut enam komponen yang perlu diperhatikan.

1. Identitas asesmen

Bagian ini memuat informasi umum tentang pelaksanaan penilaian, seperti nama satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas atau fase, semester, tahun pelajaran, kurikulum, alokasi waktu, dan jumlah soal.

Identitas membantu guru mengelompokkan dokumen serta memastikan kisi-kisi digunakan sesuai dengan kebutuhan asesmen.

2. Kompetensi atau Capaian Pembelajaran

Komponen ini menjelaskan kemampuan yang menjadi sasaran pengukuran. Guru dapat menggunakan Kompetensi Dasar (KD) sesuai kurikulum yang berlaku atau Capaian Pembelajaran (CP) sebagai acuan dalam Kurikulum Merdeka.

Untuk penyusunan soal yang lebih operasional, guru perlu memperhatikan Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah dipelajari peserta didik.

3. Materi pokok

Materi pokok menunjukkan ruang lingkup pengetahuan atau keterampilan yang akan diujikan. Pemilihannya perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, materi yang telah diajarkan, serta kedalaman kompetensi yang diharapkan.

Dengan pembagian materi yang jelas, guru dapat menghindari penumpukan soal pada satu topik tertentu.

4. Indikator soal

Indikator soal merupakan rumusan kemampuan spesifik yang harus ditunjukkan peserta didik melalui jawaban terhadap suatu soal, dirumuskan secara jelas, terukur, dan sesuai dengan kompetensi yang hendak dinilai.

Sebagai contoh, peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok sebuah paragraf atau menentukan informasi penting dari teks bacaan.

5. Level kognitif

Level kognitif menunjukkan tingkat proses berpikir yang diperlukan untuk menjawab soal. Guru dapat menggunakan Taksonomi Bloom Revisi sebagai salah satu acuan pengembangannya.

Enam tingkatan proses kognitif tersebut meliputi:

  • C1 (Mengingat): mengenali dan mengingat informasi.
  • C2 (Memahami): menjelaskan, mengelompokkan, atau menafsirkan informasi.
  • C3 (Menerapkan): menggunakan pengetahuan dalam situasi tertentu.
  • C4 (Menganalisis): menguraikan informasi dan menemukan hubungan antarbagian.
  • C5 (Mengevaluasi): memberikan penilaian berdasarkan kriteria atau bukti.
  • C6 (Mencipta): menghasilkan gagasan, rancangan, atau produk baru.

Dalam praktik asesmen, tingkatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS), menengah (MOTS), dan tinggi (HOTS), sesuai karakteristik tugas dan proses berpikir yang dituntut.

6. Bentuk dan nomor soal

Bagian ini menunjukkan jenis soal yang akan dibuat, misalnya pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, atau uraian.

Nomor soal digunakan untuk menghubungkan setiap indikator dalam kisi-kisi dengan butir soal pada naskah asesmen. Dengan demikian, guru dapat memeriksa kesesuaian antara perencanaan dan soal yang telah disusun.

Manfaat Kisi-Kisi Sebelum Menulis Soal

Penyusunan kisi-kisi memberikan sejumlah manfaat dalam pengembangan instrumen penilaian. Berikut beberapa alasan mengapa guru sebaiknya menjadikan dokumen ini sebagai bagian dari persiapan asesmen.

Menjaga kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran

Kisi-kisi membantu guru memastikan bahwa materi dan kompetensi yang diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Soal dapat dikembangkan berdasarkan materi yang telah dipelajari sehingga penilaian memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran.

Meningkatkan kualitas dan validitas isi soal

Pemetaan kompetensi, materi, dan indikator membantu guru memeriksa apakah butir soal telah mewakili aspek yang seharusnya diukur. Langkah ini mendukung pemenuhan validitas isi dalam penyusunan instrumen asesmen.

Mengatur proporsi dan tingkat kesulitan soal

Guru dapat menentukan sebaran soal berdasarkan materi dan level kognitif. Pengaturan tersebut membantu menghasilkan instrumen yang lebih proporsional, mulai dari soal yang menguji pemahaman dasar hingga soal yang menuntut penalaran.

Memudahkan kerja sama antarguru

Kisi-kisi menjadi dokumen acuan ketika penyusunan soal dilakukan secara bersama-sama. Setiap guru dapat mengikuti rancangan yang sama sehingga proses perakitan dan penelaahan soal menjadi lebih terarah.

Membantu peserta didik mempersiapkan diri

Apabila kisi-kisi dibagikan kepada peserta didik, dokumen tersebut dapat menjadi panduan belajar. Mereka memperoleh gambaran mengenai materi dan kemampuan yang akan dinilai sehingga dapat mengatur waktu belajar dengan lebih efektif.

Kisi-Kisi Bukan Tabel Administrasi

Dalam praktik pendidikan, kisi-kisi terkadang dipandang sebagai dokumen pelengkap sebelum pelaksanaan ujian.

Padahal, fungsinya jauh lebih penting karena menjadi penghubung antara tujuan pembelajaran dan instrumen penilaian.

Guru yang menyusun kisi-kisi dengan cermat memiliki pedoman yang jelas ketika mengembangkan setiap butir soal.

Proses penilaian pun lebih mudah ditelaah karena dasar penyusunan instrumennya terdokumentasi.

Oleh sebab itu, penyusunan kisi-kisi perlu menjadi bagian dari perencanaan asesmen. Guru dapat memulainya dengan menelaah capaian dan tujuan pembelajaran, menentukan materi yang akan diukur, merumuskan indikator, menetapkan level kognitif, kemudian menentukan bentuk serta jumlah soal.

Melalui langkah tersebut, asesmen diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. Pada akhirnya, kualitas penilaian yang baik akan membantu guru menentukan tindak lanjut pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Prompt Menyusun Kisi-Kisi dengan Bantuan AI

Beban kerja yang lumayan banyak dan mengikuti trend teknologi, banyak guru yang berkreasi lalu menawarkan hasil kreasinya kepada rekan sejawat.

Yang ditawarkan (baca: dijual) tidak hanya hasil yang sudah jadi, berupa kisi-kisi, maupun perangkat soal yang sudah jadi. Mereka juga menjual ‘prompt’ atau perintah yang dapat digunakan untuk membuat Kisi-Kisi secara cepat.

Guru, dapat menyusun sendiri prompt atau perintah kepada AI, seperti Gemini atau ChatGPT. Namun, mereka pun harus menyiapkan dokumen agar AI bekerja sesuai yang kita inginkan.

Dokumen tersebut adalah Capaian Pembelajaran mata pelajaran yang akan dibuat kisi-kisi soalnya, AP (Alur Tujuan Pembelajaran), dan buku SIBI (buku paket terbitan pemerintah yang dapat diunduh).

Contoh prompt untuk membuat kisi-kisi IPAS kelas 4. Untuk membuat mapel lain pada kelas lainnya, guru cukup menyesuaikan denganmelakukan penyuntingan seperlunya.

Bertindaklah sebagai seorang Guru Ahli Assesmen dan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar Kelas IV. Buatkan saya sebuah tabel kisi-kisi soal untuk mata pelajaran [Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial / IPAS] dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Fase / Kelas: [Fase B / Kelas 4 SD]
2. Semester: [Ganjil]
3. Kurikulum: [Kurikulum Merdeka]
4. Materi / Topik Pembelajaran: [sesuai ATP]
5. Capaian Pembelajaran (CP) / Tujuan Pembelajaran (TP): [sesuai file yang dilampirkan]
6. Jumlah Soal Total: [40 soal]
7. Bentuk Soal dan Distribusi:
– Pilihan Ganda: [35 soal]
– Esai: [5 soal]
8. Level Kognitif LOT (Low Order Thinking)30%, MOT (Middle Order Thingking) 50%, HOT (High Order Thinking) 20% menyebar pada masing-masing bentuk soal dan  sesuai dengan usia anak SD.

Pastikan indikator soal berbunyi operasional, jelas, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa Sekolah Dasar.

Pada akhirnya, Anda akan membuat file word dengan format sebagai berikut:

| No. | Capaian Pembelajaran | Tujuan Pembelajaran | Materi Pokok | Indikator Soal | Level Kompetensi | Bentuk Soal | Nomor Soal |

=========================================

[BAGIAN PENGISIAN DATA – SILAKAN EDIT DI SINI]

=========================================

Nama Sekolah : …………………………
Mata Pelajaran : IPAS
Kurikulum : Kurikulum Merdeka
Alokasi Waktu : 120 menit
Jumlah Soal : 35 Pilihan Ganda
: 5 Uraian
Fase / Kelas : B / Kelas IV
Tahun Ajaran : 2026/2027
Nama Penyusun :
NIP Penyusun :
Tempat, Tanggal TTD : ………………….., …… November 2026

=========================================

ATURAN GENERASI FILE & OUTPUT DOKUMEN WORD (.docx):

**PERINGATAN KERAS:** ANDA DILARANG HANYA MENAMPILKAN TEKS MARKDOWN ATAU KODE PYTHON MENTAH. ANDA WAJIB MENGGUNAKAN PYTHON INTERPRETER ANDA UNTUK MENGEKSEKUSI KODE (`python-docx`) SECARA NYATA DAN LANGSUNG MEMBERIKAN SAYA FILE FISIK `.docx` SEBAGAI HASIL AKHIR.

Terapkan aturan berikut pada skrip Anda secara ketat:

– Penamaan File: Simpan output file Word dengan format nama: `Kisi-Kisi_[Mata Pelajaran]_[Kelas].docx`. Ambil variabel dari metadata [BAGIAN PENGISIAN DATA] (contoh hasil: `Kisi-Kisi_IPAS_Kelas IV.docx`).

– Pengaturan Halaman (Page Setup) WAJIB A4 LANSKAP:

Gunakan hardcode pada objek `section`: Lebar `Cm(29.7)`, Tinggi `Cm(21.0)`, Orientasi Lanskap (`WD_ORIENT.LANDSCAPE`), dan Margin `Cm(1.5)` untuk SEMUA sisi.

– Pengaturan Font Global: Berukuran 12pt, font standar (Times New Roman / Calibri).

– Bagian Atas (Header/Identitas):

1. Buat judul “KISI-KISI PENULISAN SOAL ASSESMEN AKHIR SEMESTER (SAS)” (Alignment Center, Font Bold, Size 14pt, UPPERCASE).

2. Tambahkan 4 baris metadata berikut (Alignment Left, Font Size 12pt, Regular/Tidak Bold):

Nama Sekolah : [………………………..]
Mata Pelajaran : [………………………..]
Kurikulum : [………………………..]
Alokasi Waktu : [………………………..]
Jumlah Soal : [………………………..]
Fase / Kelas : [………………………..]
Tahun Ajaran : [………………………..]
Nama Penyusun : [………………………..]
NIP Penyusun : [………………………..]

Berikan TEPAT SATU baris kosong setelah metadata.

* Posisi Tabel: WAJIB berada di tengah halaman (`table.alignment = WD_TABLE_ALIGNMENT.CENTER`).

* Style Tabel: `Table Grid` (SEMUA sel memiliki garis batas hitam yang tegas).

* Kolom: [ “No.”, “Capaian Pembelajaran”, “Alur Tujuan Pembelajaran”, “Materi Pokok”, “Indikator soal”, “Level Kompetensi”, “Bentuk Soal”, “Nomor Soal” ]

* Teks Header: Size 12pt, Bold, warna HITAM. Berikan latar belakang sel (*cell shading*) dengan warna pastel yang estetik.

* **REPEAT HEADER ROWS:** Anda WAJIB mengatur agar baris pertama tabel (header) terulang otomatis di halaman berikutnya (tambahkan `<w:tblHeader w:val=”true”/>` ke `trPr`).

* Teks Isi Tabel: Size 12pt, Regular (Tidak Bold).

* MANAJEMEN LEBAR KOLOM: Atur autofit ke False. Total tabel DILARANG melebihi 26.7 cm. Atur lebar eksplisit menggunakan `Cm`. Paksa lebar kolom “Capaian Pembelajaran” sangat pendek, kolom “Level Kompetensi”, “Bentuk Soal”, dan “Nomor Soal” pendek (misal 1.5 cm – 2 cm).

* **MANAJEMEN PENGULANGAN DATA:** Kosongkan isi sel JIKA DAN HANYA JIKA datanya sama persis dengan baris tepat di atasnya. Aturan pengosongan ini **HANYA BERLAKU** untuk kolom: “Capaian Pembelajaran”. Untuk kolom “Tujuan Pembelajaran (TP)” dan “Elemen Terkait” WAJIB TERISI DI SETIAP BARIS (dilarang dikosongkan).

– Bagian Bawah tabel, lengkapi dengan rekapitulasi Level Kompetensi
– Bagian Bawah (Signature Block):

Beri spasi/baris kosong setelah Tabel. Buat tabel tanpa garis batas (*invisible border*) dengan 1 baris dan 2 kolom berukuran 12pt:

* Kolom Kiri (Alignment Left):

“Mengetahui,”
“Kepala Sekolah”
(3 baris kosong)
“[Nama Kepala Sekolah]” (Cetak Tebal)
“NIP. [NIP Kepala Sekolah]”

* Kolom Kanan (Alignment Left):

“[Tempat, Tanggal TTD]”

“Guru Kelas [Kelas]”
(3 baris kosong)
“[Nama Guru]” (Cetak Tebal)
“NIP. [NIP Guru]”

Jika Anda menggunakan ChatGPT atau Gemini atau Claude.ai, lampirkan: CP, ATP, Buku SIBI, lalu tempelkan promt yang Admin cetak miring di atas, lalu tunggu hingga file Word sudah jadi. Sesudah itu, Anda tinggal mengunduhnya.

Semoga berjalan dengan baik. Selamat bekerja!

Musi Rawas, 31 Oktober 2026
Salam Sahabat Pembelajar

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *