artikel

Kegiatan Menarik Mendukung Kokurikuler Setelah Asesmen Sumatif

Ilustrasi Kokurikuler Memasak (Gambar: sdksantoyusup2.sch.id)

blogsusanto.com – Tes sumatif semester satu atau asesmen sumatif semester ganjil telah usai. Guru disibukkan dengan mengoreksi dan menilai hasil ASA tersebut. Apa kegiatan siswa yang mendukung intrakurikuler dan kokurikuler?

Setelah ASA, guru dapat mengajak siswa melakukan kegiatan kokurikuler dengan melaksanakan projek pembelajaran kontekstual dan terintegrasi dalam beberapa mata pelajaran. Seperti apa contohnya?

Sebagaimana diketahui, pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang mendekatkan teori dengan fakta yang dialami peserta didik. Pada pembelajaran akhir semester ganjil ini, guru dapat mengisi waktu usai asesmen sumatif di kelasnya dengan kegiatan projek, misalnya mengenal makanan lokal. Atau, guru dapat memilih tema lain, namun carilah materi yang dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran maupun life skill murid-murid.

Artikel ini mencontohkan pengintegrasian projek dengan seni budaya, IPAS, Matematika, maupun life skill anak-anak.

Sebagai pembuka, anak-anak dapat menganalisis makanan lokal maupun nasional. Makanan tradisional dari daerah sendiri maupun makanan tradisiopnal dari daerah lain. Guru dapat memanfaatkan video, buku, laman internet, atau media lainnya yang relevan.

Melalui media-media tersebut, peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Makanan tradisional sebagai tema yang dipilih mengajak siswa atau peserta didik memasak makanan berbahan dasar tertentu, misalnya singkong , beras, atau beras ketan. Jenis makanan yang terbuiat dari bahan tersebut dapat dicari di internet. Untuk praktik, guru menetapkan satu atau dua makanan lengkap dengan resep dan cara memasaknya.

Baca Juga: https://blogsusanto.com/cara-mudah-membuat-program-kokurikuler-sesuai-permendikdasmen-no-13-tahun-2025-bag-1-memahami-pedoman-kokurikuler/

Mengintegrasikan dengan IPAS

Pada mata pelajaran IPAS di kelas 6 terdapat materi tentang dampak globalisasi dan kerjasama antar negara. Globalisasi mengubah banyak hal dalam kehidupan. Dunia kuliner menjadi salah satu yang paling terdampaknya. Muncul makanan baru yang menggeser makanan lokal.

Dulu, pilihan makanan anak cenderung berkutat pada masakan rumah, jajanan tradisional, dan hidangan khas daerah. Namun, sekarang anak-anak SD lebih banyak mengenal kebab, burger, fried chicken, minuman boba favorit, atau bahkan makanan Korea yang banyak mereka lihat dari kanal YouTube. 

Dengan belajar membuat makanan tradisional, guru mengenalkan anak kembali pada makanan tradisional yang sudah mulai tergeser dan terlupakan. Guru juga dapat mengkaitkan dengan bahan baku makanan tradisional yang  lebih banyak menggunakan bahan dasar yang terdapat dari tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia.

Jadi, bahan yang digunakan bukan terigu atau tepung gandum yang merupakan bahan baku  impor.

Melalui projek ini, guru mengajak anak memahami berbagai bahan baku yang dapat dibuat menjadi tepung. Boleh jadi hal ini belum banyak mereka ketahui. Bahan-bahan itu misalnya, tepung tapioka yang berbahan baku singkong, tepung maizena berbahan baku jagung, dan tepung sagu yang berbahan baku tanaman sagu.

SElain itu, guru juga dapat memberi penguatan kepada siswa tentang pengertian ekspor dan impor dalam kerjasama dengan negara lain.

Mengintegrasikan Projek dengan Matematika

Pada saat menuliskan resep, terdapat ukuran bahan yang digunakan dengan rasio tertentu, misalnya untuk singkong 500 kg, gula 8 sendok dan sebagainya. Guru dapat mengkaitkannya dengan pembelajaran rasio yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya siswa diminta menghitung berapa gula yang dibutuhkan untuk 2 kg singkong, misalnya.

Mengintegrasikan Projek dengan Life Skill

Projek diakhiri dengan kegiatan memasak. Melalui kegiatan ini siswa mengembangkan keterampilan motorik., belajar bekerjasama, membagi tugas, hingga menghitung rasio bahan yang akan diolah.

Meskipun sederhana, kegiatan projek ini memberikan pengalaman belajar yang baik kepada siswa. Selain menghibur karena siswa jenuh dengan kegiatan belajar selama asesmen, kokuirikuler berupa projek memasak makanan tradisional siswa mempraktikkan ilmu yang sudah mereka peroleh kedalam konteks kegiatan sehari-hari.***

Sumber: https://www.melintas.id/pendidikan/346949399/isi-kegiatan-setelah-tes-sumatif-ini-ide-guru-sdn-kaligawe-semarang-membuat-projek-pembelajaran-kontekstual-terintegrasi-berbagai-mapel?page=all

Musi Rawas, 13 Desember 2025

PakDSus

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.