Ini TP dan ATP dari CP pada Buku Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Guru Kelas dan Guru Bahasa Indonesia kini memiliki rujukan yang lebih jelas untuk menerjemahkan TP dan ATP Bahasa Indonesia dari Capaian Pembelajaran (CP). Buku Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Fase A-F dan Fase F Tingkat Lanjut yang diterbitkan Kemendikdasmen memuat contoh pengembangan tersebut secara sistematis.
Lalu, seperti apa hubungan CP, Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam buku tersebut? Pertanyaan ini penting karena CP masih berada pada tingkat kompetensi fase, sedangkan guru memerlukan tujuan yang lebih konkret untuk merancang kegiatan pembelajaran di kelas.
Menariknya, buku panduan tersebut sudah menyediakan contoh TP dan ATP untuk setiap fase. Guru dapat menggunakannya sebagai inspirasi, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan, karakteristik murid, serta kondisi satuan pendidikan. Buku menegaskan bahwa pembagian TP ke dalam kelas merupakan inspirasi dalam mengembangkan kompetensi dan materi esensial.
TP dan ATP dari CP
Sebagai contoh, pada Fase A, buku menurunkan CP menjadi sejumlah TP yang kemudian diurutkan dalam ATP. Beberapa contoh yang tercantum antara lain:
Kelas I
- Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri.
- Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri dan/atau keluarga.
- Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.
- Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan keluarga.
- Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun.
- Memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri dan/atau keluarga.
- Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
- Mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik.
- Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri dan/atau keluarga dengan beberapa kalimat sederhana.
Dari CP ke TP dan ATP
Urutan tersebut menunjukkan bahwa CP diterjemahkan menjadi kemampuan yang lebih spesifik dan operasional.
ATP merupakan urutan TP secara bertahap dari kemampuan sederhana menuju kemampuan yang lebih kompleks.
Pada Fase A, penyusunannya mempertimbangkan perkembangan kognitif murid yang masih berada pada tahap konkret dan mengintegrasikan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, serta menulis.
Pola yang sama dikembangkan pada Fase B, C, D, E, hingga F. Dengan demikian, guru memiliki titik awal ketika menyusun perencanaan pembelajaran.
Berikut ini CP, TP, dan ATP setiap fase pada Buku Panduan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Panduan ini menjadi rujukan penting untuk memahami arah pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kerangka pembelajaran mendalam.
Meskipun demikian guru tetap memiliki ruang profesional untuk mengadaptasi TP dan ATP sesuai konteks kelas.
CP memberikan arah, TP memperjelas sasaran, sedangkan ATP membantu menata perjalanan pembelajaran.
Semoga bermanfaat, sampai bertemu pada buku panduan mata pelajaran lainnya.
Musi Rawas, 15 Agustus 2026
Salam Literasi
Sumber: Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Fase A-F dan Fase F Tingkat Lanjut, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, 2025. Buku Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia