artikel

Topeng Ayu dari Buah Naga

Wajah Cahayu yang Belepotan (Dok. Pribadi)

Lewat tengah hari, saya pulang kerja. Setelah mengetuk pintu dan mengucap salam, tanpa menunggu dibukakan, pintu saya buka sendiri. Muncul dari dalam bocah cilik perempuan yang selalu menjadi obat lelah setelah bekerja.

“Akung ….!” sapanya.

“Hai, cucung Akung sudah bisa mengucapkan “ng”. Kemarin masih Aku ….”

Saya memberi komentar atas pencapaian yang ia raih.

Cucu berusia dua tahun setengah itu hanya tersenyum. Saya tidak tahu apakah ia paham kalimat yang saya ucapkan.

Saya pun memandangnya dengan takjub.

“Haaa, mukamu, Cung! Belepotan merah. Juga bajumu!”

Saya berkomentar setelah tas gendong saya simpan di kamar.

Rupanya, gadis kecil itu asyik makan sejuring buah naga oleh-oleh Eyang Putri yang sehari-hari dia panggil Ibu.

Putri pertama anak sulung kami itu pun terus melanjutkan aktivitasnya.

Saya tersenyum melihat wajahnya. Saya mengajaknya untuk bercermin di depan lemari baju. Setelah sampai di depan kaca lemari, si Ayu pun tersenyum melihat wajahnya yang belepotan dengan warna merah segar.

Ia terwawa kecil. Mungkin saja ia sadar mulut dan sekitar hidungnya merah akibat warna buah naga yang ia gigit.

Setelah daging buah naga yang ia gigit berangsur habis, saya pun mengajaknya ke dalam kamar mandi.

“Ayu, manandi sekalian, ya!” ajak saya kepada gadis cilik itu.

Cucu saya pun mengiyakan dan tidak berontak ketika pakaiannya saya lepas satu per satu lalu saya mandikan.

Saya memandikan cucu dengan baju dinas masih menempel di badan.

Begitulah, cucu pertama dari anak sulung saya sudah tinggal di bersama kami hampir 3 bulan. Pertengahan puasa mereka berempat datang. Suasana rumah kami yang biasanya sepi karena kami hanya tinggal berdua menjadi riuh dengan kehadiran Ayu dan adiknya.

Setelah liburan ayahnya habis, keluarga Ayu pulang ke Bandung melalui Palembang. Mereka berencana pulang naik pesawat.

“Yah, kami hanya dapat tiket tiga. Ayu tinggal dulu di sini, ya?” pinta ayah Ayu.

Sejak Cahayu alias Ayu tinggal bersama kami, rumah sepi kami menjadi ramai dengan teriakan, larangan, atau ucapan istighfar akibat ulahnya yang kami anggap luar biasa.

Sejak itu, drama tantrum karena keinginannya tidak terpenuhi, rasa kesal yang ia ungkapkan dengan melemparkan mainan, atau asyiknya dia memanipulasi mainan menjadi pemandangan yang hampir kami nikmati setiap hari.

Kadang bocah cilik itu membuat kesal. Tidak jarang membuat marah. Namun, selalu saja berakhir dengan tawa kami berdua, lansia berusia lima lima. Rumah sunyi dan rapi jika Ayu tertidur pulas.

Setelah tiga bulan, sebentar lagi saya akan mengantarkannya pulang ke rumah orang tuanya di Bandung. Kami berjanji pada libur kenaikan kelas ini akan membawanya kembali ke rumahnya di Bandung.

Tidak terperi rasa rindu yang dirasakan oleh kedua orang tuanya setelah hampir 3 bulan berpisah dengan buah hati kesayangannya.

Untuk mengurangi rasa rindu dua atau tiga hari sekali, anak atau menantu melakukan panggilan video dan berkomunikasi dengan anak sulung mereka.

Setelah si Ayu kembali pulang ke rumah orang tuanya, kami tidak tahu apakah dia akan ikut kembali ke Sumatera, atau tetap tinggal bersama kedua orang tua dan adik lelakinya.

“Yah, Cahayu Eka Putri akan ikut atau tinggal bersama kedua orang tuanya seperti sebelumnya, ya?” gumam istri saya sambil menjaga sang cucu bermain masak-masakan.

Jika ikut kembali, maka suasana ceria dan ramai serta tegang akibat ia ‘menghilang’, akan kembali lagi seperti bocil itu tinggal bersama kami.

Jika ia tinggal bersama kedua orang tuanya, maka akan ada sesuatu yang hilang. Pun kehilangan kesempatan menikmati pencapaian kosa kata yang tiga bulan lalu belum ia miliki.

Sapaan “Akung” yang belum lama kami dengarkan, karena selama ini konsonan “ng” belum bisa dia ucapkan, bakal senyap di ruang kebersamaan kami.

Sambil menemani Ayu bermain, entah mengapa sore ini saya tidak ingin waktu berjalan terlalu cepat.***

Musi Rawas, 19 Juni 2026

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Topeng Ayu dari Buah Naga

  • Sumintarsih Min

    Masyaallah….
    Ada malaikat kecil di rumah. Sehat-sehat selalu utk Ayu kecil.

Comments are closed.