bahasa

Hari Baru untuk Anita

Gambar Tangkapan Layar Lagu “Hari Baru” (Sumber: youtube.com/@dikdasmenRI)

Anita duduk di tepi ranjang sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Dari jendela kamarnya, sinar matahari menerobos seperti ikut menyemangatinya. Hari ini hari Sabtu, guru akan mengajak bernyanyi lagu “Hari Baru” pada hari pertama masuk sekolah.

Anita sangat ingin tampil.

Sejak beberapa hari, ia rajin berlatih. Tautan YouTube yang dikirimkan Pak Eko, ia pelototi, syairnya ia hapalkan.

Setelah hapal. Anita membuka tautan musik karaoke lagu Hari Baru. Di kamar, kamar mandi, juga ruang tamu, Anita terlihat asyik bersenandung.

“Ha … ri baru, sema … ngat baru …,” Suara Anita terdengar ceria.

“Rajin banget menyanyikan lagu itu, Anita,” tanya sang bunda, “Apakah ada lomba?”

“Tidak, Ma. Kata Pak Guru, di hari pertama semester genap nanti kami akan menyanyikan lagu Hari Baru bersama-sama. Nah, siapa tahu ada tawaran menyanyi. Sebab, pak Eko selain mengirim video lagu, beliau juga mengirimkan versi karaokenya,” jawab Anita.

“Tapi, Ma …,” kata Anita ragu.

“Tapi apa?” sang bunda balik bertanya.

“Aku takut dibilang si paling menonjol,” ujar Anita dengan nada sedih. Ia khawatir teman-temannya akan salah paham.

Nduk …,” ucap sang bunda sambil mengelus rambut anaknya, “Jika kamu diperintah atau ditawari, tidak akan terlihat bahwa kamu ingin menonjol. Beda, misalnya, kamu tiba-tiba tunjuk tangan, lalu bediri dan berteriak ‘Pak aku mau menyanyikan lagu itu’. Nah, itu baru dikatakan ingin menonjol. Tunggu ditawari, ya?”

Anita mengangguk.

“Bu, suaraku bagus nggak sih kalau nyanyi?” tanya Anita seolah meminta validasi.

Sang bunda tersenyum dan mengusap kepala anak satu-satunya.

“Bagus, Nak. Yang penting kamu bernyanyi dengan hati dan percaya diri.”

Tante Erna, adik sang bunda sempat memergoki Anita menyanyi.

“Wah, Anita rajin latihan ya,” kata tantenya bangga,” Suara kamu bagus, lo.”

Mendengar itu, hati Anita berbunga. Rasa percaya dirinya kian tebal.

Namun, orang yang paling membuatnya yakin adalah Elina, sahabatnya. Pada hari Minggu menjelang masuk sekolah, mereka bertemu.

“El, Aku pengin tampil nyanyi, tapi takut dibilang sok,” katanya.

Mendengar sahabatnya bicara dengan nada khawatir, Elina menggeleng cepat.

“Justru keren, Ta. Kamu berani coba. Lagu Hari Baru kan tentang semangat dan kebersamaan. Nyanyi aja, kita kan saling mendukung. Cuman, kayaknya kamu harus menahan diri. Jika ada tawaran dari guru, baru kamu tampil,” kata Elina mengingatkan.

Kata-kata Elina mirip dengan pesan sang bunda.

Pada hari pertama masuk sekolah, guru mengajak bersenam pagi dan melanjutkan dengan upacara. Setelah berdoa, anak-anak duduk di lantai halaman sekolah. Pak Eko mengajak anak-anak menyanyikan lagu HARI BARU. Pak Adi, guru kelas lima, membuka video YouTube pada televisi besar bantuan pemerintah.

Terdengar musik ceria keluar dari pengeras suara. Teman-teman Anita ada yang sudah lancar, ada pula yang masih terbata-bata. Syair lagu yang menucul di layar membantu murid-murid yang belum hapal. Anita dan Elina menyanyikan dengan keras dan lancar. Para guru memperhatikan mereka.

Setelah lagu selesai dinyanyikan, Pak Eko mengambil pelantang.

“Anak-anak, Pak Guru mengamati, ada teman kalian yang kelihatannya sudah lancar bernyanyi. Bagaimana jika … Anita kita minta untuk bernyanyi?” kata Pak Eko kepada murid-murid.

“Setuju …!” jawab anak-anak.

Wajah Anita memerah. Namun, permintaan Pak Eko membuatnya percaya diri, Ia pun berdiri. Di hadapan teman-teman dan adik kelasnya ia mulai bernyanyi.

“Ha … ri baru, sema … ngat baru, gembira … menun … tut ilmu.”

Teman-temannya mendengarkan dengan tenang. Ada yang tersenyum, ada pula yang ikut bersenandung.

Selesai bernyanyi, teman-teman dan adik kelasnya pun bertepuk tangan.

Saat itu Anita sadar, tampil bukan berarti ingin menonjolkan diri. Ia berbagi semangat, seperti yang ada di lagu Hari Baru.

Sekolah adalah rumah bagi para murid dan teman-temannya adalah orang-orang yang mau saling menerima.

Hari baru, semangat baru. Tentu saja … keberanian baru.

Musi Rawas, 6 Januari 2025
PakDSus

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Hari Baru untuk Anita

  • Nayla Afra Aurelia

    Cerpen nya bagus pak, seperti nya ada diangkat dari kisah nyata ya

Comments are closed.