bahasa

Pindah Meja Kerja

Video: Santy

Senin pagi, hari pertama masuk sekolah. Aku datang ke kantor Korwil. Selain ingin menemui Pak Korwil juga menyerahkan presensi pegawai dan dokumentasi kegiatan Pagi Ceria di hari pertama semester dua.

“Aku baru pulang dari Dinas,” kata Santy.

“Hmm … Pak Korwil ke mana?” aku balik bertanya, “Aku ingin ketemu.”

“Tadi baru keluar, sudah itu aku ke kantor Dinas. Baru saja nyampe. Aku pindah ke SMP B, Pak,” kata Santy dengan nada lesu, “Pak Korwil sih maunya masih mbantu di sini.”

Aku hanya mengangguk-angguk. tidak lama kemudian, Pak Korwil datang. Aku menyampaikan maksud kedatangan. Setelah itu Korwil dan stafnya itu berbincang. Cukup serius, namun aku tidak tahu apa isi obrolan mereka karena aku pamit.

Keesokan hari, aku membaca pesan di grup WA Kecamatan.

Yth.Bpk Korwil.. Yth.Bpk Ibu kepsek sekec Tgmlyo.. 
Berhbg saya ditemptkan di SMP B srikaton maka sya mhn maaf yg sebsr2nya klu slma ini ada tngkah laku ato ttr kata yg membuat bpk ibu tersinggung…
Trimaksh sdh mengizinkan sya utk bergbung dg bpk ibu semua…
Trimaksh jga buat bimbinganya,ilmunya dan semuanya yg bisa membuat saya smpai dititik ini,semua akan saya jdikan panutan kedpnya…
17thn saya bergbung dg bpk ibu semua adalah hal yg plg berkesan dlm hidup saya…
Sekali lagi trimaksh byk atas semuanya yg tlh bpk ibu ajarkan kepada saya..

“Nah, jadi nian ke tempat tugas yang ada di SK PW-nya,” gumamku dalam hati.

Aku baca komentar-komentar bernada sedih disertai ucapan selamat dan doa untuk kesuksesan karir Santy selanjutnya.

Sudah diupayakan. Pak Korwil sudah mencoba menyampaikan permohonan agar Santi tetap bekerja di kantor lama. Alasannya sederhana: Santi sudah menyatu dengan ritme kerja Korwil. Tapi pihak sekolah punya pertimbangan sendiri. Administrasi kepegawaian, presensi, dan laporan akan lebih mudah jika ia bekerja sesuai SK.

Logis. Rasional. Tak ada yang salah.

Hanya saja, hati tidak selalu bisa mengikuti logika.

Hari itu menjadi hari terakhir Santi di Korwil. Lap meja yang aku beli dari Santy terlipat di meja ujung ruangan. Meja kerjanya sudah bersih. Tidak ada tumpukan berkas.

“Mbak, tempat kerja boleh berpindah, tempat ngutang barang TETEP!” Aku bercanda sambil menyalami ibu muda yang sudah tujuh belas tahun membersamai para guru di Tugumulyo.

Nggih, Pak. Harus tetep, Pak. Jangan pindah ke lain hati, ya!” ucapnya sambil tersenyum meskipun matanya tampak berkaca-kaca.

Terbayang bermacam barang bergantungan di motor matic-nya. Ibu muda yang gesit. Sambil bekerja sebagai honorer, ia berjualan barang secara tunai dan bertempo.

Selamat bekerja di lingkungan baru, Mbak Santi. Terkadang hidup memberi kita hadiah dengan cara yang aneh. Status naik, tapi harus berpisah. Mimpi tercapai, tetapi tidak sepenuhnya sesuai bayangan. Namun, selama masih ada orang-orang baik yang pernah membersamai langkah, perpisahan tidak pernah benar-benar berarti kehilangan.

Tugumulyo, 8 Januari 2025
Salam Persahabatan,

PakDSus

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Pindah Meja Kerja

  • Florentina Winarti

    SK PW bikin heboh!!!

Comments are closed.