Perangkat Pembelajaran

Empat Kali Empat Sama Dengan Enam Belas

Empat kali empat sama dengan enam belas

Sempat tidak sempat, harus dibalas

Pada zaman telepon genggam belum marak, apalagi telepon pintar pun belum lahir, anak-anak muda berkomunikasi menggunakan media surat. Sepotong kertas berwarna biru muda atau merah muda, menjadi media menuangkan pesan. Kadang dimasukkan ke dalam amplop dengan motif dan warna senada dengan isi surat. Tidak jarang kertas hanya dilipat-lipat sedemikian rupa, lalu dikirimkan.

Media pengirimannya pun bervariasi. Ada yang menggunakan “jasa” teman sekelas atau tetangga jika teman yang dikirimi surat adalah teman atau tetangga yang mudah dijangkau. Jika jarak rumahnya jauh, ada yang menggunakan jasa Pos Indonesia dan diantarkan oleh Tukang Pos atau Pak Pos. Pak Pos naik sepeda ontel. Oleh karena itu, jika ada bunyi “kring kring” di depan rumah, orang di dalam rumah berhamburan keluar dan mengira bahwa Pak Pos datang.

Tidak jarang pengantar barang pos tersebut pun menggoda dengan berhenti sebentar, membunyikan bel sepedanya, lalu segera “ngacir” begitu isi rumah yang digodannya keluar.

“Maaf, salaaah!” teriaknya sambil mengayuh sepedanya kuat-kuat.

Selanjutnya, Pak Pos menggunakan sepeda motor khas Kantor Pos Indoesia. Sepeda motor bebek berwarna oranye dengan keranjang kurir berbahan kanvas yang dilapisi bahan anti air berlogo atau bertuliskan Pos Indonesia. 

Pantun Kilat pada Akhir Surat

Ada hal yang hingga kini sulit terlupakan. Hal itu adalah pantun kilat yang ditulis pada bagian akhir atau diletakkan pada bagian “tambahan”. Anak-anak generasi masa itu, menuliskannya dengan kode “NB”. Bunyi pantun kilat itu seperti yang saya tulis pada bagian awal tulisan ini. Empat kali empat sama dengan enam belas, Sempat tidak sempat, harus dibalas. Pantun itu seolah “memaksa” penerima surat agar, apa pun keadaannya, ia harus membalas surat itu. Ha … ha … ha …, lucu sekali jika saya mengingat itu.

Biasanya, jika penerima surat membaca pantun tersebut, ia pun tergerak dan memiliki semacam “kewajiban” untuk segera membalasnya. Segera diambilnya bolpoin dan kertas surat lalu ia pun menulis surat balasan.

Pentingkah isi surat yang ditulis sehingga penulis surat menuliskan pantun kilat tersebut? Hanya mereka yang pernah surat-menyurat, yang mampu menjawab dengan tepat.

 

 

#KamisMenulis, #Empat

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

19 thoughts on “Empat Kali Empat Sama Dengan Enam Belas

  • Saya juga sempat menuliskan 4 x 4 diakhir surat Pak D…
    HEhehehe

  • Seneng banget terima wuratnya. langsung dicium tuh amplop sambil terpejam

  • Legenda surat zaman dulu, di baca berulang-ulang, dilipat, disimpan, dibuka lagi baca lagi berulng-ulang,,,saya banget,,,

  • Asyik… Kalau ada angka 4×4=16
    teringat masa abg he… Master Susanto tulisannya keren habis…

  • Heheheee saya juga mengalami dikirimi surat cinta yang memiliki pantun itu Pak D. Zaman madih SMP dulu.

  • Seneng sekali saat terima itu surat. Melambung tinggi ke awan…

  • Kalau jamannya saya SMP kertasnya berbau harum, trus ada stempel merah warna bibir dari si pengirim surat. Senengnya bukan kepalang.

  • Bener banget pak.. waktu sekolah dulu masih ada surat menyurat pak Pos … selalu menuliskan pantun itu… hukumnya wajib.. he.. he…
    tulisan bapak selalu keren…

  • Pak Rif Guru SD

    Pernah nulis begitu juga. Cuma gak lama berganti pakai ponsel. Meski nadanya baru klunthing2.

  • Kalau ada jarum yang patah jangan disimpan di dalam peti, kalau ada kata yang salah jgn disimpan di dalam hati.

    Legend pokoknya

  • Pernah mengalami menulis surat waktu SMA. Hihihi.. Jadi inget zaman dulu. Keren tulisan Pak D. Selalu menginspirasi.

  • Rizky Kurnai Rahman

    Sekarang lebih singkat, tapi nggak pakai pantun begitu. Tanda dibalas kalau ada chat berikutnya. Meskipun pendek, kadang kala tidak dibalas pula, haha..

  • Aku banget nih. Masa remaja yg indah ya. Salam Marisa ( Manis Rindu dan Sayang) he…he…

  • Aku pernah mengalaminya pak D, seneng banget ..dapat pantun itu…

  • Luar biasa mengingatkan masa muda kita dg berharap surat cinta kita segera dibalas dg akhir surat tertulis
    4 x 4 = 16
    Sempat taidak sempat harus di balas
    He he he ingat masa muda
    Jempol Pak D

Comments are closed.