bahasa

Gelombang (#KataMutiaraku)

 

Hidup itu bak gelombang laut: meninggi, merendah, dan mengempas. Mengarungi hidup itu bak berselancar. Siapa pandai meniti, meliuk, dan mengkuti alur gelombang, ia akan selamat kembali ke pantai.

 

Ketika kita dilahirkan, hidup menghirup udara dunia, semenjak itu kita akan dihadapkan pada tantangan. Mencari puting susu ibu untuk mengisap ASI-nya agar tidak kelaparan. Lalu belajar tengkurap, merangkak, duduk, berjalan, berlari, lalu melompat-lompat.

Seiring waktu, tantangan dan hambatan kehidupan semakin beragam. Jika boleh mengibaratkan, tantangan kehidupan itu bak gelombang lautan. Sesaat ia meninggi, sesaat berikutnya merendah, demikian seterusnya, hingga akhirnya mengempas ke pantai.

Mengarungi hidup seperti para peselancar. Ia meniti ombak, mengikuti gelombang. Dibutuhkan keterampilan dan kecekatan mengikuti alurnya. Ia tahu kapan meliuk, merendah, dan berdiri kembali, hingga gelombang membawanya kembali ke pantai.

 

#AISEIWritingClub, #Day8MayChallenge, KataMutiaraku

Musi Rawas, 21 Mei 2021

Salam blogger sehat

PakDSus

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Gelombang (#KataMutiaraku)

  • Suka sekali dengan quotesnya pak!

  • Jatuh bangun menerjang gelombang kehidupan untuk sampai ke tujuan memang harus dilakukan.

  • Gelombang membawaku berada di atas karang di tengah lautan lepas. Tenang dan bertahan, hal pertama yang saya lakukan.

  • Hidup seperti ombak di lautan. Siapa yang pandai menaklukannya akan hidup dengan damai.

  • Sri Sundari Catur Utami

    Keren menewen pak. Moga selamat kembali ke pantai

  • Wah, kata mutiara yang indah sekali Pak. Semoga kami selamat dan sampai ke pantai.

Comments are closed.