artikel

Gunting Cukur Mbah Sukir

Malam tadi, saya mengikuti pertemuan di Google Meet bersama teman-teman blogger grup Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional). Meskipun ada masalah pada audio di laptop, namun video yang menampilkan gambar para peserta, berfungsi dengan baik dan lumayan jernih.

Saya yang baru pulang dari mengantar ibunya anak-anak belanja keperluan esok hari, terlihat kusut dengan rambut tebal berhiaskan taburan warna putih di sana-sini. Gondrong. Itu saja kata yang tepat bagi rambut saya.

Anda adalah saya

Belum sempat pergi ke tukang cukur. Sebenarnya banyak bertebaran tukang cukur di sepanjang jalan utama kecamatan kami. Tetapi jika sudah sampai di rumah, rasa malas keluar mengurungkan niat untuk pergi menggunting rambut.

Harga jasa untuk tukang gunting di tempat saya masih murah. Hanya lima belas ribu rupiah, rambut sudah terpotong dengan rapi. Tidak lupa pada bagian tepi dikerik dengan pisau silet yang tajam, menambah rapi penampilan. Ingin menggunduli lagi rambut agar tidak sering ke tukang gunting. Namun, badan yang melar akan kelihatan semakin mekar jika rambut di kepala digunting habis.

Menggunting rambut bagi pria saat ini semakin mudah. Alat cukur sudah eletrik. Mata pisaunya pun semakin tajam. Jadi, jarang sekali rambut terasa ‘tergigit’ akibat bilah pisau yang majal. Sungguh beda dengan masa saya kecil dahulu. Ketika kecil, ya … usia anak SD, saya sering bergunting dengan Mbah Sukir, tukang cukur keliling atau bergunting ke pasar diantar Bapak.

Alat cukurnya masih manual, dijalankan dengan jemari tangan. Bilah pisau cukur bukan berputar, melainkan bergeser ke kiri dan ke kanan. Ada bilah pisau yang diam, ada bilah yang bergerak ke kiri kanan akibat jari Mbah Sukir yang menekan.

Anak-anak milenial pasti tidak kenal dengan alat cukur manual. Beda dengan bapak-bapak seumuran saya. Apakah ada yang merasakan ‘gigitan’-nya?

Alat cukur yang pandai menggigit

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021

Salam, PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Gunting Cukur Mbah Sukir

  • Pak Rif Guru SD

    Aku belum pernah merasakannya. Dulu waktu langsung digunting sama mae pake gunting dan sisir aja.

Comments are closed.