artikel

Jam atau Pukul?

Gambar: jd.id

 

“Batas pengumpulan tulisan #KamisMenulis adalah hari Kamis jam 23.59 WIB.”

“Terima kasih Pak Admin. Mudah-mudahan sebelum pukul 23.59 saya bisa mengumpulkan!”

Demikian dialog imajiner admin grup Lagerunal dengan salah satu anggota tentang batas waktu pengumpulan tulisan.

Jika ditilik dari kelaziman dan kebiasaan, penggunaan jam pada kalimat di atas sudah dianggap benar. Cuman, apa bener nih, keduanya sama?

Dalam kamus pun ditemukan bahwa kata “jam” salah satu artinya adalah saat tertentu, pada arloji jarumnya yang pendek menunjuk angka tertentu dan jarum panjang menunjuk angka 12 (pada lonceng disertai dengan dentang suara bandul memukul logam atau bel). Pada keterangan berikutnya dijelaskan juga bahwa jam itu berarti pukul. KBBI mencontohkan kalimat: ia bangun — lima pagi. Jadi, kalimat pertama, meskipun lazim dan biasa digunakan, lebih tepat digunakan kata “pukul” daripada jam.

Bagaimana dengan kata pukul? Kata ini dalam kamus berarti saat yang menyatakan waktu. Kamus mencontohkan kalimat: hari sudah — empat sore. Jadi, kalimat kedua dalam dialog imajiner itu sudah tepat.

Mengapa Kata Jam dan Pukul Dibedakan

Coba kita renungkan dua kalimat berikut ini.

  1. Rapat akan dilaksanakan mulai jam 10 dan berlangsung selama 3 jam.
  2. Rapat akan dilaksanakan mulai pukul 10 dan berlangsung selama 3 jam.

Untuk menyatakan waktu tertentu, kita gunakan kata pukul. Sedangkan untuk waktu dalam arti rentang kita menggunakan kata jam. Oleh karena itu, dari dua contoh di atas, kalimat yang tepat adalah kalimat nomor dua.

Saya masih teringat, ketika tinggal di Jawa dulu, sering mendengar kentongan besar di kelurahan dipukul pada waktu-waktu tertentu, yakni ketika jam di dinding atau jam di tangan jarum panjang menunjukkan angka 12 dan jarum pendek menunjuk angka tertentu.

Demikian juga ketika saya tinggal di dusun, sebuah daerah aliran sungai di Kabupaten Musi Rawas, bedug masjid sering ditabuh atau dipukul untuk menunjukkan waktu tertentu.

Barangkali, dari kebiasaan di atas lah kata “pukul” digunakan untuk merujuk waktu spesifik tersebut. Bahkan dalam bahasa daerah (Jawa dan Sunda) kata “tabuh” sudah digunakan lebih dahulu untuk menunjukkan pukul.

Tabuh pinten kunduripun? (Jawa: Pukul berapa pulangnya?)
Tabuh opat langkung tilu menit. (Sunda: Pukul empat lewat tiga menit)
Tabuh sabaraha ngawitannana? (Sunda: Pukul berapa dimulainya?)

O, ya. tulisan ini saya kirimkan pukul 11.11 setelah saya buat selama 3/4 jam.

 

Salam!

PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Jam atau Pukul?

Comments are closed.