Menulis dengan Menggunakan Metode STAR

Guru atau mahasiswa, sering dihadapkan pada kewajiban membuat karya tulis. Karya tulis dimaksud misalnya essay atau naskah sebagai salah satu portofolio untuk mengikuti Apresiasi GTK. Seperti yang baru-baru ini digelar BGP (Balai Guru Penggerak) Sumatera Selatan, yakni Seleksi Apresiasi GTK tahun 2023.
Apresiasi GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) adalah program Kemendikbudristek melalui Ditjen GTK untuk memberikan penghargaan kepada GTK dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Balai Guru Penggerak yang merupakan kepanjangan tangan Kemendikbudristek di Provinsi memiliki tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan Guru dan Tenaga Kependidikan. BGP Sumsel pun menyelenggarakan seleksi untuk memilih GTK terbaik. GTK terpilih akan melaju ke tingkat nasional untuk memperoleh penghargaan dan apresiasi pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2023.
Seperti dikutip dari laman IG @bgpsumsel, BGP Provinsi Sumatera Selatan melakukan serangkaian kegiatan. Rangkaian Seleksi Apresiasi GTK tahun 2023 yang diselenggarakan oleh BGP Sumsel dimulai dari kegiatan coaching clinic, seleksi administrasi, tes wawancara, presentasi secara daring serta presentasi dan wawancara secara luring.
Pada pemilihan GTK Inovatif maupun GTK Berdedikasi mengirimkan bukti karya berupa video dan naskah yang memuat minimal satu konten karya. Mereka diminta untuk menulis naskah yang substansinya disajikan dengan menjelaskan hal-hal sebagaimana tertuang dalam Pedoman Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2023. Pedoman ini dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
Baik GTK Inovatif maupun GTK Berdedikasi diharapkan menulis naskah yang memuat: a) situasi, b) tantangan, c) aksi, dan d) refleksi. Keempat hal ini jika disingkat menjadi akronim STAR. Selanjutnya, dalam tulisan ini disebut sebagai metode STAR.
Untuk GTK Inovatif, naskah dengan metode STAR menjelaskan:
1) situasi, yaitu hal-hal terkait kondisi yang menjadi latar belakang masalah. Alasan praktik baik yang dilakukan penting, dan peran dan tanggung jawab peserta dalam praktik baik yang dilakukan.
2) tantangan, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tantangan untuk mencapai tujuan praktik tersebut termasuk di dalamnya pihak-pihak yang terlibat.
3) aksi (sinopsis konten video). Aksi terkait langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, strategi apa yang digunakan/bagaimana pelaksanaannya, siapa saja yang terlibat, dan/atau apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi tersebut.
4) refleksi, terkait hasil dan dampak. Pada bagian ini menjawab tentang bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan. Apakah hasilnya efektif atau tidak efektif, serta mengapa, bagaimana respon orang lain terkait praktik yang dilakukan. Selain itu, uraikan apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan, dan/atau pembelajaran apa dari keseluruhan proses tersebut.
Sementara itu, untuk GTK Berdedikasi, naskah yang dibuat dengan metode STAR menjelaskan:
1) situasi, yaitu kondisi yang menjadi latar belakang masalah. Termasuk di dalamnya pengalaman dan lama bertugas di lapangan. Demikian juga tentang rumitnya situasi dan kondisi geografis, waktu dan jarak tempuh ekstra yang digunakan dalam bertugas. Selain itu risiko fisik dan psikis yang dihadapi, pentingnya praktik tersebut dilakukan, dan/atau peran dan tanggung jawab dalam praktik tersebut.
2) tantangan, yaitu sesuatu yang menjadi kendala dalam mencapai tujuan praktik tersebut. Demikian juga diuraikan tentang pihak yang terlibat.
3) aksi (sinopsis konten video) terkait langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, strategi dan pelaksanaannya, pihak yang terlibat, dan/atau sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi yang dilakukan.
4) refleksi, yaitu hal-hal terkait hasil dan dampak. Bagaimana dampak dari langkah-langkah yang dilakukan, apakah hasilnya efektif atau tidak efektif serta mengapa, bagaimana respons orang lain terkait praktik yang dilakukan, apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan, dan/atau pembelajaran apa dari keseluruhan proses tersebut.
Menulis dengan Metode STAR
Metode STAR sebagaimana penulis kutip dari pedoman Apresiasi GTK tahun 2023 yang dikeluarkan Kemendikbud Ristek adalah adaptasi dari teknik menulis yang fokus pada S (situation), T (Task), A (Action), dan R (Result).
Yang pertama, situation. Penulis membangun pemahaman kepada pembaca tentang konteks. Uraian berisi gambaran tentang tantangan yang dihadapi ‘aktor’ dalam tulisan ini. Penulis memberikan penjelasan tentang waktu, tempat dan konteks.
Kedua, task. Bagian ini menjelaskan tujuan, tugas atau sesuatu yang harus dilakukan agar tantangan yang penulis hadapi dalam situasi tersebut bisa terselesaikan. Penulis merumuskan permasalahan, yaitu pertanyaan yang harus dijawab. Kalau dalam riset ini seperti rumusan masalah, atau research question.
Ketiga, action. Penulis mendeskripsikan apa yang dilakukan dalam situasi tersebut. Penulis juga memaparkan pendekatan atau cara dalam menghadapi situasi itu. Pada tahap ini penulis menjelaskan perannya dalam menghadapi masalah yang terjadi. Boleh jadi, dalam suatu proyek pemecahan masalah, aktor yang berperan bukan hanya penulis, melainkan orang lain juga.
Keempat, result. Penulis menjelaskan hasil dari aksi yang dilakukan. Penulis menjelaskan ketercapaian tujuan yang ditetapkan di awal. Faktor-faktor pendukung maupun penghambat ketercapaian tujuan. Apabila terjadi kegagalan penulis menjelaskan letak kesalahan sehingga terjadi kegagalan.
Musi Rawas, 8 November 2023
PakDSus
Blogger Guru Musi Rawas
Sumur:
https://nasikhunamin.medium.com/star-cara-menulis-essay-untuk-daftar-ke-universitas-top-luar-negeri-a4ef78df8ccc
https://www.youtube.com/watch?v=hyTHD0WqdbU
https://ellinlolis.com/blog/how-to-use-the-star-method-in-your-mba-essays/