Ngeblog Bareng Dedi Dwitagama
Pak, saya tidak punya waktu untuk menulis!
Menulis tidak memerlukan jadwal atau waktu khusus. Karena menurutnya, menulis bisa dilakukan kapan saja. Saat istirahat usai upacara sebelum jam mengajar, sesaat istirahat antarjam mengajar, sebelum pulang sekolah, saat menunggu anak pulang sekolah, ketika menunggu istri belanja, menunggu rapat di mulai, saat pembicara rapat sudah dimengerti intinya (agar tak mengantuk ia menulis). Apalagi sekarang ada aplikasi android yang memudahkan kita menulis.
Siapa yang akan membaca tulisan saya?
Menulislah apa yang menurut kita dibutuhkan oleh orang banyak. Menulis apa yang dibutuhkan di masa depan. Menulis apa yang disukai dan dikuasi sehingga bisa saja memopulerkan sesuatu berdasarkan ide sendiri. Sesaat sebelum mengunggah tulisan, pikirkanlah judul yang menarik dan sedang dicari-cari orang. Benar juga, ya! Tugas kita adalah menulis dengan baik. Dibaca atau tidak itu urusan pembaca. Tetapi kita tidak perlu khawatir, karena blog memiliki statistik yang membuat kita tahu apakah ada yang membaca tulisan kita, apakah jenis tulisan yang digemari khalayak.
Lima belas tahun ngeblog apa tidak bosan?
Tidak ada alasan rasional untuk berhenti ngeblog jika blog dianggap sebagai majalah sendiri. Majalah yang isinya bisa memuat apa saja yang kita suka. Majalah pribadi yang memuat iklan dan promosi gratis tentang ide, kegiatan, atau skill yang kita miliki. Bayangkan jika kita mengirimkan naskah kepada majalah konvensional. Naskah kita kan melalui beberapa pintu persetujuan. Bayangkan juga berapa uang yang harus dikeluarkan jika kita beriklan di majalah atau media milik orang lain.
Melalui blog, menurut blogger yang juga trainer profesional ini, berarti kita mengabarkan berbagai hal baik yang kita lihat. Kebahagiaan yang ia rasakan akan tersebar ke dunia. Kebaikan dan kebahagian makin banyak bertebaran di dunia maya dan dunia nyata, mudah-mudahan.
Ngeblog juga mengajarkan kita untuk tidak egois, memiliki jiwa silaturahmi, dan rendah hati. Ngeblog itu bertujuan agar tulisan kita dinikmati dan dibaca orang lain. Hukum alamnya adalah, jika ingin dibaca orang lain maka kita harus mau membaca tulisan orang lain. BW atau blogwalking adalah jawabannya. Blogwalking adalah jalan-jalan ke blog lain dan meninggalkan komentar, saran, dan kritik yang membangun. Kadang kala ada juga komentar yang hanya bertujuan menyapa pemilik blog. Kemudian, diharapkan pemilik blog yang dikomentari melakukan kunjungan balik melalui link yang ditinggalkan pada identitas komentar. Dengan melakukan blogwalking kita akan membaca beragam info yang dapat memunculkan ide menulis serta menambah asupan gizi literasi. Andai pun kehabisan ide, cukup ia unggah sebuah foto dan memberi keterangan satu paragraf, lalu memublikasikannya.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Demikian peribahasa lama yang bermakna seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah mati. Nah bagi seorang blogger seperti Dedi Dwutagama kalimat sesudah gajah mati meninggalkan gading adalah blogger mati meninggalkan tulisan tulisan yang bisa dilacak di google. Aha..!
Menilik riwayat, blog pertama Dedi Dwitagama menggunakan blogger. Dua tahun kemudian ia beralih ke wordpress, paltform blog lainnya yang muncul kemudian. Menurutnya tidak masalah mana yang mau digunakan karena yang penting adalah man behind the gun-nya. Namun menurutnya, yang datang belakangan biasanya lebih lengkap fasilitasnya dan menutup kelemahan platform terdahulu.
Ngeblog adalah kegiatan di luar kegiatan pokok sehari-hari. Namun, sama halnya dengan tugas kita mendidik anak negeri, jika kita jalani dengan serius dan sepenuh hati, maka kita akan mendapatkan banyak hal yang tak terduga dan itu membuat bahagia tak bertepi. Blog yang kita buat pun demikian jika kita seriusi dengan rutin membuat tulisan, foto, video, atau apa saja secara serius dan sepenuh hati, maka kita akan menikmati hasil yang tak terduga. Orang bilang, proses tak mengkhianati hasil. Mari, mulailah berproses, demikian kata penutup sang master blogger, trainer, dan pembicara handal sahabat Om Jay yang hadir dua jam menemani kami berbagi rasa dan ilmu melalui tema Berbagi Pengalaman Menulis di Blog Pribadi.
Malam yang dingin di Tegalrejo, Musi Rawas, Sumatera Selatan

Resumenya amazing pak, panjang tp mudah dipahami
This comment has been removed by the author.
Resumenya amazing Pak…panjaaaaaaaaaaaaangggggggg tp mudah dipahami
Kriuk kriuk…. Terima kasih Bu Hayati
Tidak selalu lah… terima kasih. OK, ditunggu ya
ada yang menginspirasi sih.
Mr Bams, terima kasih sudah berkunjung. Salam bahagia!
Pandainya pakD yg satu ini dalam merangkai kata sehingga resumenya renyah untuk dibaca. Aku beri yeess.
Pandainya pakD yg satu ini dalam merangkai kata sehingga resumenya renyah untuk dibaca. Aku beri yeess.
Ayo Terus Menulis
https://penamrbams.id/kalimat-bahagia-mr-bams-71/
Keren …. Flyer bang Dedy nya mantul …..
Terima kasih, Bapak Bloger-ku
Nah, gitu dong mampir, ngopi Yayu-ku
Selalu bagus.. tulisannya mpy pmikiran tinggi. Mohon kunjungannya baliknya ya pak. Terimaksih
Selalu bagus.. tulisannya mpy pmikiran tinggi. Mohon kunjungannya baliknya ya pak. Terimaksih
Selalu bagus.. tulisannya mpy pmikiran tinggi. Mohon kunjungannya baliknya ya pak. Terimaksih
Duwe dulur lanang sing apa-apa bisa pancen seneng. Melu bangga. Semoga sukses. Aamiin
Terima kasih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik
Gokil ini resume…
Mantap banget Pakde..
Cihuuyyyy… Keren…
Bisa dapat buku lagi ini…
Hehehehehe
Matur nuwun.
Pak De memang keren. Resume selalu oke.