Niat, Tekad, dan Nekat Menulis
- Riwayat Pendidikan dan Kegiatan:
- TK Negeri Pembina Palu lulus tahun 1985.
- SD di SDN Tanamodindi II Palu lulus tahun 1991.
- SMP Negeri 8 Gorontalo dan lulus tahun 1994.
- SMK Negeri 1 Gorontalo lulus tahun 1997.
- Program studi D2 PGSD di Universitas Negeri Gorontalo selesai tahun 2009.
- S1 jurusan PGSD di Universitas Negeri Gorontalo selesai tahun 2011.
- S2 Program Pascasarjana di Universitas Negeri Gorontalo Jurusan Pendidikan Dasar dari tahun 2016-2018.
- Ketua KKG
- Pengurus IGI Wilayah Prov. Gorontalo
- Anggota Komunitas Guru Kreatif
- Anggota Komunitas GoSmart
- Trainer Office 365
- Juara I Guru Berprestasi Tingkat Kota Gorontalo tahun 2018
- Juara II Guru Berprestasi Tingkat Propinsi Gorontalo 2018
- Peserta1000 Guru keLuar Negeri yaitu Short Course Enhancing Primary/ Secondary Mathematics Learning In the STEM Environment di SEAMEO RECSAM Penang, Malaysia tahun 2019.
- Pemakalah pada beberapa Seminar baik secara Lokal, Nasional, maupun Internasional
- Pengembangan Soal HOTS Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VI SD (Jurnal Pedagogika, 2017).
- Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Berbasis Soal Higher Order Thinking (HOT) di Kelas VI SDN No. 80 Kota Tengah Gorontalo (Prosiding Sendimat VI, 2018).
- Kwartet Media Bermain dan Belajar (2018).
- Ekspektasi VS Realitas (2019).
- Design Thinking Meningkatkan Keterampilan Abad 21 dengan Konsep Merdeka Belajar (2020)
Hari Selasa, 14 April 2020, Om Jay menghadirkan Prof. Eko Indrajit sebagai narasumber. Menurutnya, beliau adalah sosok yang cerdas, terkenal, dan super ramah. Bagi Bu Mila, Prof. Eko adalah satu-satunya profesor yang memberi mereka tantangan. Menurutnya, tantangan tersebut adalah tantangan tergila yang pernah diterima. Tantangan menulis buku hanya dalam seminggu dengan cara memilih salah satu tema yang ada di channel youtub Prof. Eko, Ekoji Channel. Waktu semalam untuk mengambil keputusan dan keesokan harinya sudah harus menyetor judul dan daftar isi (outline) melengkapi kegialaan tantangan itu.
Kesulitan terbesar dalam menulis buku dalam seminggu adalah mendapatkan referensi yang sesuai. Oleh karena itu kita dapat mencari sumber referensi melalui web browser. Kita bisa mendapatkan banyak buku referensi, maupun jurnal nasional dan internasional sesuai kajian kita. Buku Design Thinking bercerita tentang bagaimana seharusnya guru menjadi sosok profesional dalam menyiapkan generasi emas yang memiliki keterampilan abad 21. Untuk memenuhi tantangan tersebut, tentunya guru dituntut harus mampu berinovasi dan berkreativitas. Desing Thinking merupakan sebuah pendekatan yang dapat menuntun dan menjembatani pencapaian visi dan misi pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik, maju, dan berkualitas.
Konsep buku tersebut adalah tentang bagaimana guru merancang pembelajaran yang bermakna terkait dengan usaha meningkatkan keterampilan abad 21 bagi peserta didik yang disiapkan sebagai generasi emas 2045. Buku ini diterbitkan dengan tujuan agar para pendidik dan tenaga kependidikan dapat membuka wawasan, bahwa inovasi dalam pembelajaran adalah salah satu kunci mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran tidak harus selalu dibatasi oleh ruang dan waktu, pembelajaran harus mampu membangun kompetensi menjadi sebuah potensi yang berkualitas. sasaran utama dari buku ini adalah guru dan tenaga kependidikan, termasuk di dalamnya para mahasiswa, dan praktisi kependidikan. Makna buku ini tidak hanya sebatas format pemikiran, tetapi bagaimana aktualisasi nyata dari berpikir desain.
Sebelumnya, Bu Mila sudah pernah menulis buku tunggal dan diterbitkan oleh penerbit Indi, yaitu berjudul Kwartet Media Bermain dan Belajar, Ekspektasi Vs Realitas (kumpulan puisi) serta beberapa jurnal. Sebagai penulis pemula, ia tidak pernah memikirkan gaya menulis. Menulis sesuai kata hati dan apa yang terlintas dalam pemikiran saya. Saat hendak presentasi karya bersama teman-teman di depan Prof. Eko, menurut pengakuannya, ia paling deg-degan, gugup dan sempat tidak percaya diri. Ia khawatir jika tulisannya adalah yang paling buruk. Sebab selama mengikuti grup menulis, tulisannya tidak pernah masuk kategori tulisan yang dishare Om Jay, apalagi bisa mendapatkan gift/hadiah. Itulah sebabnya ia menyatakan, bahwa menulis itu hanya butuh niat, tekad dan nekat. Selanjutnya harus fokus dan konsisten.
Konsisten memang menjadi hal yang sulit dilakukan. Untuk bisa konsisten, tentu kita harus mampu dan pandai mengatur waktu dan mood kita. Cara lain yang dilakukan Bu Mila adalah melibatkan orang lain dalam proses mencari referensi, termasuk urusan mengetik, misalnya, anak (Bu Mila memiliki anak yang sudah kuliah).
Pada akhir pertemuan, beliau mengatakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan yang berawal dari niat. Semakin kuat tekad kita mengawal niat tersebut, maka kita akan menjadi nekat. Nekat untuk menuntaskan tulisan kita, apapun, di manapun dan dalam kondisi apapun. Menulislah dengan hati, maka ide akan mengalir dengan sendirinya. teruslah menulis, dan jangan lupa bahagia. Semoga setelah ini akan terbit karya-karya hebat dari sahabat guru semua yang ada di grup menulis bersama Om Jay.
Terima kasih Bu “Mila” Jamila K. Baderan. Pengalaman Anda yang luar biasa semoga menular kepada saya, ya! Niat, tekad, dan nekat. Bukan main.

Semangat terus untuk menulis Pak Santo.
Mendarat di Blog ini di sore hari
Membaca resume dengan teliti
Berharap ada kata yg bisa memotivasi
Hebat, semua tulisan sangat berisi
Bukan main. Hebat!
Ku baca resume ini pelan pelan..apa yg dialami Bu Mila..sama persis apa yg aku alami..ATM..ayo terus majuuu
Thanks, bu.
Penutupannya it's okey. Memotivasi. I like it
Tulisannya selalu bikin melek.. mantapp pak D
Tulisannya selalu bikin melek.. mantapp pak D
Mood kurang good. Seadanya.
Pak Etik. Itu udah banting tulang. Padahal cuman rekonstruksi ya. Oh mood mood.
Terima kasih.jika hati sdg kurang gembira, tulisan juga kurang gembira. Haha..
Makanya kagum dg Bu Mila. Terma kasih Om Jay sudah singgah.
Luar biasa.
Pak D Antok yang hebat, sepertinya punya ilmu Niat,tekad dan Nekat pasti bisa mengikuti jejak Bu Mila yang hebat, semangat Pak D…joss resumenya
lanjut pak D
menulis adalah sebuah kegiatan yang berawal dari niat. Semakin kuat tekad kita mengawal niat tersebut, maka kita akan menjadi nekat. Nekat untuk menuntaskan tulisan kita, apapun, di manapun dan dalam kondisi apapun. Menulislah dengan hati, maka ide akan mengalir dengan sendirinya. teruslah menulis, dan jangan lupa bahagia. Semoga setelah ini akan terbit karya-karya hebat dari sahabat guru semua yang ada di grup menulis bersama Om Jay. super sekali kalimat penutupnya.