Nilai-Nilai SANTUN ala Abdul Mu’ti

Selasa (7/1/2025), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) melantik Pejabat Manajerial Pejabat Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Perpustakaan Nasional, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah, serta Penyerahan Keputusan Pengangkatan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia (KNIU) untuk UNESCO, di Graha Utama, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta.
Pada acara pelantikan pejabat baru di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu Menteri Mu’ti menyampaikan pesan penting terkait nilai-nilai utama yang harus menjadi pedoman bagi seluruh pejabat. Nilai-nilai ini, yang dirumuskan dalam akronim SANTUN, diharapkan menjadi landasan moral dan profesional dalam menjalankan tugas.
Apa itu SANTUN?
SANTUN adalah akronim yang merangkum enam nilai utama: Setia, Amanah, Nasionalis, Teladan, Unggul, dan Ngemong (Mengasuh).
Keenam istilah itu diuraiakn sebagai berikut:
- Setia: Menjaga komitmen kepada bangsa dan negara serta menjalankan amanah dengan tanggung jawab penuh.
- Amanah: Melaksanakan tugas dengan integritas tinggi dan kesungguhan.
- Nasionalis: Mengutamakan semangat patriotisme dan dedikasi demi kepentingan bangsa.
- Teladan: Menjadi panutan dalam tindakan dan kebijakan sehari-hari.
- Unggul: Berorientasi pada kinerja inovatif dan berkualitas tinggi.
- Ngemong (Mengasuh): Mewujudkan kepemimpinan yang mendorong pertumbuhan dan suasana kerja harmonis.
Mengapa SANTUN Penting?
Menurut Menteri Mu’ti, nilai-nilai SANTUN bertujuan membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional tetapi juga berbasis pada nilai-nilai luhur.
“Pejabat Kemendikdasmen harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini menjadi panduan kita semua,” ujarnya.
Bagaimana Implementasi SANTUN?
Nilai-nilai SANTUN perlu diintegrasikan dalam setiap aspek kerja. Para pejabat diminta untuk terus berinovasi, menjunjung integritas, dan membangun kerja sama yang produktif.
Menteri Mu’ti berharap, para pejabat yang dilantik dapat mengimplementasikan nilai-nilai SANTUN dalam kepemimpinan mereka, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jadi, SANTUN bukan sekadar akronim, melainkan filosofi kerja yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dengan diperkenalkannya nilai-nilai SANTUN, diharapkan seluruh pejabat di lingkungan Kemendikdasmen dapat memberikan pelayanan yang lebih baik serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Bagaimana di sekolah, SANTUN juga layak diterapkan, bukan?***
Musi Rawas, 8 Januari 2024
