
Pantang Maju, Terus Mundur!
Perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI tahun ini sangat membahagiakan. Setelah dua tahun menahan diri karena pandemi, tahun ini geliat masyarakat muncul kembali. Bahkan, Dinas Pendidikan pun membuat himbauan untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2022 ini di sekolah. Berikut suratnya.

Menindaklanjuti surat tersebut dan besarnya keinginan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, sekolah mengadakan kegiatan lomba. Kegiatan lomba diperuntukkan bagi siswa kelas satu hingga kelas enam. Beruntung, di desa tempat lokasi sekolah berada sedang ada KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa Universitas Musi Rawas (Unmura). Mereka membantu pelaksanaan lomba di sekolah yang digelar pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2022.
Setelah upacara bendera hari Senin, anak anak berganti kostum, kecuali kelas enam. Kelas enam tetap memakai baju setelan putih putih. Akan tetapi, ada juga anak kelas lain yang berbaju putih-putih. Mereka saya bariskan di halaman depan kantor atau ruang guru. Halaman yang baru saja mereka gunakan untuk upacara bendera. Setelah mendapat pengarahan dari kepala sekolah, saya menggugah semangat anak-anak.
“Selamat pagi, Anak-anak!”
“Selamat pagi, Pak, Bu!” teriak anak-anak dengan semangat.
“Bagaimana jika kalian jawab begini. Jika saya menyapa, selamat pagi semuanya, kalian jawab dengan lantang. Pagi, hu! Kepalkan tangan kanan ke atas. Pagi, ha! Kepalkan tangan kiri ke atas. Pagi, hu ha! Kepalkan kedua tangan ke atas lalu turunkan ketika mengucapkan hu ha.”
Saya pun memberi contoh. Lalu, anak-anak menirukan.
“Pagi, hu. Pagi, ha. Pagi, hu ha!”
Perlombaan pada Hari Pertama
Kami bersama para mahasiswa KKN pun menyiapkan lomba pertama untuk kelas satu, kelas dua, dan seterusnya.
Anak-anak kelas satu lomba jalan kelereng. Sendok digigit lalu pada bagian yang cekung diberi sebutir kelereng. Anak yang sampai lebih dahulu pada garis finis tanpa menjatuhkan kelereng adalah pemenangnya.

Para penonton bersorak sorai ketika peserta lomba tidak berhasil mencapai finis. Peserta yang mencapai finis diberi hadiah “tepuk jempol”.
“Mari kita beri hadiah dengan tepuk jempol!” saya berkata melalui mikrofon. Kemudian saya memberi aba-aba.
“Tepuk jem … pol!”
“Prok prok prok (suara tepuk tangan) jem … pol.”
“Prok prok prok (suara tepuk tangan) jem … pol.”
“Prok prok prok (suara tepuk tangan) ba … gus!”
Sambil berkata bagus, anak-anak memberikan kedua jempol tangannya.
Siswa kelas dua berlomba memasukkan paku ke dalam botol. Sebatang paku besar diikat dengan tali plastik. Ujung tali dililitkan di pinggang menjuntai di bawah pantat. Tali paku itu terlihat seperti ekor sapi. Lalu, mereka berusaha memasukkan paku tersebut ke dalam mulut botol sirup.

Lagu-lagu perjuangan dari pegeras suara menambah semarak perlombaan. Anak-anak kelas rendah atau dalam Kurikulum Merdeka masuk pada anak-anak murid level A terlihat antusias dan gembira.
Setelah siswa kelas dua menyelesaikan lomba, kelas tiga pun mendapat giliran berikutnya. Kali ini, mereka berlomba memindahkan air ke dalam botol dari sebuah baskom menggunakan telapak tangan mungil mereka. Pada hitungan waktu tertentu, anak yang berhasil mengisi botolnya dengan air terbanyak adalah pemenangnya.

Kelas empat berlomba memecahkan plastik berisi air dengan mata tertutup. Beberapa plastik berisi air digantung pada seutas tali. Banyak kantong air sebanyak anak. Pada jarak tertentu, anak-anak berdiri menghadap kantong “miliknya”. Kemudian, mata mereka ditutup degan kain hingga tidak bisa melihat apa pun. Setelah hitungan ketiga, mereka berjalan perlahan, lau mencari kantong air yang harus mereka pecahkan. Kakak-kakak KKN membantu agar tidak terjadi saling serang yang tidak disengaja.

Hari semakin siang. Di tengah terik matahari, perlombaan dilanjutkan. Kali ini giliran kelas lima. Mereka akan berlomba balap karung. Karung-karung plastik sudah mereka siapkan. Ukuran karung sama. Mereka berlomba balap karung menempuh jarak pergi pulang sepanjang lapangan semen. Kami berpesan agar berhati-hati.
Lomba pun dimulai, anak-anak bersorak memberi semangat anak-anak kelas lima “balapan karung”. Anak laki-laki bergantian lomba dengan anak-anak perempuan. Semua anak gembira. Mereka rela bergantian menonton teman-temannya berlomba. Anak-anak kelas enam pun makin tidak sabar. Mereka ingin berlomba seperti adik-adiknya. Namun, jam di gawai menunjukkan pukul 11.30 WIB. Panas mentari pun semakin terik. Perlombaan dihentikan. Perlombaan khusus untuk kelas enam akan dilaksanakan besok pagi, tanggal 16 Agustus 2022.
Perlombaan pada Hari Kedua
Tanggal enam belas pun tiba. Hari itu adalah hari kedua perlombaan. Hanya satu kelas yang menggelar perlombaan karena kelas yang lain sudah kemarin. Lomba untuk anak-anak kelas enam adalah balap karung dan lomba tarik tambang.
“Anak-anak, sesuai kesepakatan, lomba untuk kita adalah balap karung dan … tarik tambang!” kata saya.
“Hore …!” anak-anak pun berteriak. Kami pun segera bersiap. Yang berlomba untuk kesempatan pertama adalah anak puteri. Setelah itu, anak-anak putra melakukan hal yang sama.

Saya kembali menggugah semangat.
“Mana semangat … mu!”
Anak-anak kelas empat hingga kelas enam pun menjawab.
“Ini semangatku!” sambil bertepuk tangan sebanyak suku kata dari frasa “i-ni se-ma-ngat-ku”. Hal itu dilakukan hingga tiga kali. Lalu, saya pun kembali memberi aba-aba.
“Satu kali sema … ngat!”
Anak-anak spontan menjawab dengan satu kali tepukan diiringi kata “hoi”. Tentu saja dengan penuh semangat.
“Dua kali sema … ngat!”
Anak-anak spontan menjawab dengan dua kali tepukan diiringi kata “hoi hoi”. Lagi-lagi dengan riuh penuh semangat.
Kemudian, saya memberi aba-aba kembali.
“Tiga kali sema … ngat!”
Kembali anak-anak menjawab dengan tiga kali tepukan diiringi kata “hoi hoi hoi”. Suara anak-anak semakin keras.
“Beri semangat …!” Aba-aba saya memanjang pada kata semangat.
Anak-anak menjawab dengan lebih bersemangat dengan meneriakkan kata “hoi” lebih panjang dari sebelumnya. Tawa ria dan tepuk tangan penuh semangat mengiringi anak-anak yang berlari karung. Lebih seru karena terlihat ada beberapa anak yang jatuh dan di antaranya menggelundung. Dengan jatuh dan menggelundungkan diri, ia terhindar dari gesekan dengan lantai semen.
Selanjutnya, lomba yang terakhir adalah tarik tambang. Lomba ini sangat ditunggu-tunggu. Para guru pun memindahkan lokasi lomba ke lapangan sepak bola. Lapangan itu berjarak hanya lima langkah dari sudut pagar sekolah. Ya, sekolah kami beradu pojok dengan lapangan yang akan kami gunakan untuk upacara HUT kemerdekaan RI tingkat kecamatan.
“Anak-anak, untuk bermain tarik tambang kita gelorakan semangat, Pantang Maju, Terus Mundur,” kata saya dengan suara lantang.
Para mahasiswa KKN tertawa terpingkal-pingkal. Anak-anak pun menyambut dengan tepuk tangan.
Anak laki-laki dan perempuan, masing-masing dibagi menjadi dua. Kelompok yang ganjil meminta bantuan kepada siswa kelas enam yang memiliki badan proporsional.
Pak Misdi, saya, dan anak-anak KKN pun menyiapkan tempat.



Anak-anak semua gembira. Anggota regu yang bertanding dipilih oleh anak-anak sendiri. Oleh karena itu, ketika kalah mereka pun mengakui dengan sportif. Tidak terlihat wajah kecewa karena anggota regu dipilih oleh guru. Selesai tarik tambang, anak-anak beristirahat.
Itulah perayaan HUT RI Ke-77 di sekolahku. Sederhana, tidak banyak lomba yang diadakan, namun memberi kegembiraan kepada seluruh warga sekolah. Warga sekolah, khususnya anak-anak, harus gembira. Kemedekaan yang diraih layak dirayakan. Dengan kemerdekaan, bangsa besar ini terbebas dari tekanan dari bangsa mana pun. Demikian pula anak-anak, semoga mereka menjadi manusia-manusia merdeka. Manusia merdeka adalah manusia yang tidak tergantung kepada orang lain. Namun, tetap bertanggung jawab agar tindak-tanduknya tidak mencederai kemerdekaan orang lain. Selain itu, tentu saja harus diiringi rasa syukur. Karena kemerdekaan yang kita miliki adalah berkat rahmat Allah yang Mahakuasa.
Musi Rawas, 19 Agustus 2022
PakDSus

#Perayaan HUT RI Ke 77 di Sekolahku, #Lagerunal, #KamisMenulis
Hey there! This post could not be written any better!
Reading through this post reminds me of my good old room mate!
He always kept talking about this. I will forward this post to him.
Pretty sure he will have a good read. Many thanks for sharing!
Very good post! We will be linking to this great post
on our site. Keep up the good writing.
fantastic points altogether, you simply won a logo new reader.
What might you recommend about your put up that you simply made a
few days ago? Any certain?
Aw, this was an extremely good post. Taking the time and
actual effort to produce a great article… but what can I say… I procrastinate
a lot and don’t manage to get anything done.
Indonesia, negeriku tercinta…
Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat…
Allahu Akbar
Runtut, lengkap, dan enak dibaca. Cen top…dadi sak buku iku…wkwk.
Sukses Kang S…
Ternyata untuk lomba tarik tambnag. Benar aeklai, kalau maju artinya kalah. Keren Pak….
Anak-anak pasti senang sekali.
Wah hebat Pak D. Dengan membaca tulisan ini seakan sy diajak menyaksikan langsung meriahnya kegiatan di sekolah Pak D.