bahasa

Patung dari Bubur Kertas

 

Belajar tanpa tatap muka, ada praktek di dalamnya. Huh, sangat menyiksa. Untungnya, ada teman-teman yang baik hati membuat konten video di youtube. Pembelajaran jadi relatif lebih mudah karena ada pihak lain yang membantu menjelaskan. Videonya pun beragam, meskipun bahasannya sama. Terima kasih para kreator konten. Makanya saya tidak pelit-pelit untuk mengeklik tombol suka (jempol ke atas) maupun mengabu-abukan tombol subscribe tanda saya ikut menjadi pelanggan videonya. Anda  pada posisi apa? Kreator konten atau penikmat konten? Saya mencoba dua-duanya meskipun tidak selalu bermutu.

Dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, ada kompetensi dasar mengenal patung. Mengenal tentu tidak hanya mengetahui apa, mengapa, dan untuk apa patung dibuat. Mereka, para peserta didik pun harus mempraktikkan dan menghasilkan karya sebuah patung. Apakah dengan mempraktikkan membuat patung, guru akan menjadikan mereka seniman patung?

Praktik membuat patung adalah salah satu latihan motorik kasar sejak usia dini. Motorik kasar adalah keterampilan koordinasi otot-otot besar dalam tubuh. Motorik kasar pada anak-anak perlu dilatih karena kemampuan motorik ini menjadi awal untuk pengembangan kemampuan yang lainnya. Kemampuan lainnya seperti kemampuan sensorik dan berpikir dengan sendirinya akan ikut berkembang.

Sebaliknya, bila motorik kasar tidak berkembang, maka akan mempengaruhi banyak hal. Motorik halus atau koordinasi otot-otot halus di tangan dalam melakukan aktivitas seperti menggambar, menulis, keterampilan tangan, termasuk konsentrasi akan terpengaruh.

Patung dari Bubur Kertas

Setiap anak pasti memiliki limbah kertas. Di Indonesia, pemakaian kertas masih sangat tinggi, selain pemakaian plastik. Bungkus makanan, bungkus dagangan, buku tulis yang tidak terpakai lagi, koran yang sudah sobek atau yang tiak dibaca lagi, dan sebagainya adalah limbah yang perlu diolah. Meskipun jika dibuang ke tempat sampah, limbah organik tersebut akan mudah terurai di dalam tanah, memanfaatkannya kembali menjadi sesuatu yang baru sebelum meluncur ke tempat sampah adalah tindakan yang bijaksana.

Makanya, pada praktik membuat patung kali ini saya meminta anak-anak memanfaatkan kertas-kertas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan bubur kertas. Karena kami masih pembelajaran jarak jauah dengan moda daring, saya memberi petunjuk secara online. Cara membuat bubur kertas dan cara membuat patung dari bubur kertas saya berikan petunjuknya dengan bantuan video youtube. Sebelumnya saya berikan link blog untuk mereka pelajari.

Selanjutnya, kami berkomunikasi tentang batas waktu pengumpulannya. Siswa yang mengumpulkan patung disertai video cara membuatnya saya janjikan tambahan nilai. Ha ha, tidak ada satu pun yang merespon. Mereka mengumpulkan hasil yang sudah jadi. Saya hanya menanyakan teman terdekatnya tentang proses pembuatan patung temannya. Puji syukur, berdasarkan laporan “intelijen” mereka mengolah sendiri bahan dan patungnya.

 

#14MarAISEIWritingChallenge,
#ceritakelaskuhariini,
#ceritamuridkuhariini,
#ceritaanakkuhariini,

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Patung dari Bubur Kertas

  • Seru Pak D…
    Main kertas dijadikan Bubur… Heheheh

    Saya pernah membuat miniatur Gubung dengan menggunakan media tersebut.

Comments are closed.