artikel

Pengalaman Menumpang Bus Penidur

https://www.juragan99trans.id/akap-bandung-malang-pagi.php

Sebagai seorang perantau, naik bus antarkota antarprovinsi sudah biasa saya lakukan. PO bus jurusan Bengkulu dan Sumatera Utara sering saya tumpangi. Sebagian perusahaan otobus yang pernah saya tumpangi sudah tidak ada lagi sekarang. Bus kelas ekonomi, AC Ekonomi, dan AC Eksekutif juga sudah pernah saya rasakan. Nah, sesudah taun 2020 ada satu bus yang belum pernah saya rasakan, sleeper bus.

Akhir bulan Juni 2025 lalu, saya memiliki kesempatan menumpang bus yang memiliki 18 kursi penumpang yang berfungsi sebagai tempat tidur. Tiket yang saya pegang nomor 4B, artinya, saya akan berada di kabin bawah bagian belakang. Ada rak tempat sandal/sepatu di luar ruangan, ada bantal, guling, dan selimut di bagian dalam kompartemen. TV monitor dilengkapi earphone dan colokan USB untuk mengisi daya ponsel pun tersedia. Tersedia juga meja lipat apabila kita ingin menikmati hidangan atau mengetik menggunakan notebook.

Pukul 08.00 WIB bus bergerak berangkat meninggalkan terminal Leuwipanjang, Bandung. Kedatangan di Terminal Arjosari akan ditempuh dalam waktu lebih kurang 12 jam. Pada awalnya, saya menikmati pemandangan kota melalui jendela sebelah kanan dengan duduk berselonjor. Namun, setelah kendaraan masuk jalan tol, tidak ada pemandangan berarti yang dapat saya nikmati. Oleh karena itu, saya mencoba menyalakan televisi. Tersambung, namun tidak lama setelah itu saya mulai bosan. Lalu, 12 jam diberi fasilitas rebahan, apalagi yang dilakukan jika bukan menikmati layar hape yang tidak perlu takut kehabisan daya seperti ketika menumpang bus reguler dengan armada lama.

Musi Rawas, 08 Juni 2025

PakDSus
Penumpang Bus Penidur Juragan 99

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.