PLN Padam, Semua Kesal

Kasihan gadisku. Siang ini ia kelimpungan mencari sinyal. Ia pun panik karena indikator baterai gawainya sudah memerah. Melihat itu, aku meledeknya.
“Coba tetesin pakai obat tetes mata. Siapa tahu, indikator baterainya nggak merah lagi.”
Ia pun makin cemberut.
Sejak tali pemutar start genset kami putus, setiap mati lampu ya, begitu. Tidak bisa nge-charge baterai gawai, mesin air tidak bisa dihidupkan, lampu tidak bisa dinyalakan, dan itu berarti film serial televisi India tidak tayang. Kasihan, nyonya rumah tidak punya hiburan.
Film serial India adalah tontonan favorit wanita tertua di rumah kami setelah beliau istirahat siang. Tidak boleh ada yang mengganti dengan saluran lain. Alasannya, jika mau berita, buka internet saja. Jangan ganggu Ibu!
Kami pun patuh. Karena dengan itu pekerjaan rumah pasti beres. Baju bertumpuk yang baru diangkat dari jemuran, tidak berapa lama menjadi tumpukan yang rapi disetrika. Piring yang berserakan di sumur pun, pada jeda iklan tetiba sudah tersusun di rak dengan rapi. Itu semua karena serial televisi tayangan salah satu stasiun televisi swasta kita menghibur dan membahagiakan hatinya. Anda pasti tahu itu saluran televisi apa, bukan?
Giliran pemadaman listrik hari ini benar-benar membuat mereka, anak gadis dan ibunya, kesal. Kuliah daring Anisa terganggu. Ibunya pun menjadi malas mngerjakan sesuatu.
Jika PLN padam, sinyal internet di tempat kami melemah. Akibatnya, beberapa kali si gadis, mahasiswa semester dua yang belum pernah tahu gedung kampusnya itu, terlempar keluar dari ruang Zoom. Giliran bisa masuk, baterai tinggal 10 persen. Waktu mengisi daftar hadir hampir habis. Akhirnya, gelap! Layar gawai pun menghitam. Lamat-lamat, terdengar lenguhan nafas tanda kecewa.
“Ya, sudah. Besok kita ganti tali gensetnya,” kataku menenangkan mereka.
#22MarchChallenge,
#Ceritakelaskuhariini,
#Ceritamuridkuhariini,
#Ceritaanakkuhariini,
Salam blogger sehat
PakDSus
Guru Blogger Musi Rawas
https://blogsusanto.com/
Selera humor yang tak mati. Hehe… Kondisi mengesalkan pun bisa dibuat tawa
Bapak dan Ibu Guru Hebat, makasih sudah mampir ke blog sederhana ini.
Walah, putrinya makin kesel donk pak, malah diledeki. Tp tulisannya keren penuh pembelajaran, dan canda an.
Betapa dibutuhkannya listrik di masa sekarang ini ya P D…
Huuuf listrik padam semangatpun juga padam nyonya besar jadi malas beberes juga karena india tidak bsa tayang..hehe
Ya, pak D diganti saja tali gensetnya pak hehe..biar sumringah kala lampu padam.
Sama yah? Tiap mati lampu pasti sinyal menghilang. Mati lampu sinyal pun tak ada, pusing jadinya, karena banyak hal terbengkalai. Begitulah fenomena kehidupan zaman kini