artikel

Ulas Halus Tulisan Bagus

Pantun Bale Selasa Pon, 8 Maret 2022

Puluhan tulisan tersaji pada #SeninBW, sebuah ajang berbagi link blog berisi aneka tulisan anggitan anggota Lagerunal. Puisi, cerita pendek anak-anak, artikel, maupun story telling dapat ditemui pada deretan lis tautan dari para blogger yang tetap setia nongkrong di grup Cakrawala Blogger Guru Nasional. Sesudahnya, teman-teman saling kunjung dan meninggalkan jejak berupa komentar dengan bahasa yang santun.

Hari berikutnya, Bung Cip sudah siap menampung tulisan hasil memantau tulisan para sobat Lage. Pantun Bale (Pantau Tulisan Sobat Lage) mengulas, menambah, atau membuat tulisan baru berdasar tulisan yang sudah dibagikan pada lis #SeninBW sebelumnya.

Nah, untuk mengisi lis Pantun Bale kali ini saya ingin mengulas halus tulisan yang tersaji pada SeninBW di atas. Saya cukup semangat, karena hari Selasa Pon tanggal 8 Maret 2022 adalah weton saya. Untuk bertemu kembali dengan pantun bale Selasa Pon berikutnya saya harus menunggu 35 hari lagi. Satu bulan lebih, kan?

Ada sekitar 15 tulisan pada #SeninBW Edisi 7 Maret 2022.

1. Ambu Guru Tini Sumartini

https://ambuguru.blogspot.com/2022/03/telelet-kisruh.html

Kegelisahan ibu rumah tangga tentang fenomena kelangkaan minyak goreng digugat Ambu Guru. Kok bisa sih, produsen CPO terbesar dunia, produk turunannya berupa minyak goreng bisa langka?

Wajar ibu rumah tangga Indonesia menjerit. Metode mengolah makanan untuk beberapa macam makanan khas Indonesia memang banyak yang dilakukan dengan menggoreng. Bala-bala, tempe mendoan, tahu aci, empek-empek, dan banyak makanan lainnya tidak mungkin dilakukan dengan merebus atau memanggang.

Oleh karena itu, puisi “Kisruh” dari Ambu Guru tepat untuk menyampaikan kegelisahan dan kegundahan bernada kemarahan. Tidak perlu didebat, misalnya dengan adanya ketegangan di Rusia yang menyebabkan pemasok biji bunga matahari sebagai bahan baku minyak goreng yang digemari di Eropa berkurang produksinya sehingga perlu mengimpor CPO dari Asia. Atau pernyataan Mendag yang mengatakan bahwa produksi minyak goreng tidak masalah tetapi distribusi mengalami kemacetan. Mendebat dengan hal yang normatif kepada ibu-ibu mungkin kalian akan diserang dengan wajan dan susuk besi yang sekarang hampir saja menganggur karena minyak goreng yang menghilang di pasaran.

2. PakD

Grup dinamis itu berbicara. Artinya, ada komunikasi antaranggota. Grup bukan sekedar tempat melempar link tulisan dengan harapan ditangkap dan dibaca. Oleh karena itu, Blogger Supadilah mengemukakan kegelisahannya tentang istilah “Saya pribadi”. Karena saya menjadi sasaran copy carbon merasa mendapat “tantangan” untuk mengupasnya. Terlepas dari benar atau salah, mengupas dengan niat belajar menjadi alasan pembenar menulis ulasan ini.

3. Rosminiyati

https://rosminiyatiberbagi.blogspot.com/2022/03/belajar-menulis-pentigraf.html

Cerpen (cerita pendek) itu media paling tepat untuk mengungkapkan kegelisahan, kemarahan, kekecewaan, dan sebagainya secara tersamar. Demikian pula cerita pendek tiga paragraf. Pentigraf yang menurut penciptanya paling banyak 210 kata dibuat dengan baik oleh Ibu Ros atau kak Ros. Jika toh isinya hal nyata, penulis bisa berkelit. Ini cuman fiksi, kok!

4. Sumarjiyati

http://81-atik.blogspot.com/2022/03/mama-kerja-bukan-karena-tak-sayang.html

Ilmu cerpen penulisnya oke. Bahkan buku tentang cerpen hasil ikut kelas cerpen beliau sudah diterbitkan. Saya ikut andil dan berpraktik menjadi editor buku tersebut. Hanya, barangkali karena menulis di blog jadi sering terburu. Jadinya, dialog tag ada yang tertulis dengan huruf kapital. Awalan di- diperlakukan seperti kata depan.

Satu lagi kalimat terakhir yang saya kutip apa adanya: Di sepanjang perjalanan pulang, Arkan sangat riang dia tak lagi sedih, bahkan sesampainya di rumah ia akan minta maaf pada neneknya dan mau minta ijin untuk bisa melakukan panggilan video Mamanya yang bekerja di luar kota. 

Kalimat itu, menurut saya, akan lebih baik jika: Sepanjang perjalanan pulang, Arkan sangat riang. Dia tak lagi sedih. Bahkan, sesampainya di rumah ia akan meminta maaf kepada neneknya. Ia akan meminta izin untuk bisa melakukan panggilan video kepada mamanya yang bekerja di luar kota.

5. Sri Yamini

https://literasingeblog.blogspot.com/2022/03/optimalisasi-pemanfaatan-ict-dalam.html

Tulisan ini tentang resume dari narasumber yang memberikan materi pada kelas menulis bersama PGRI dan Omjay. Narasumbernya seorang guru SMP yang sarat prestasi. Penulisnya sangat riang menuliskan resume, terbukti menyisipkan berbagai foto yang ia peroleh dari proses pembelajaran yang terjadi. Sedikit kritik, beliau menuliskan motto sang narasumber yaitu, Menang Cecak, Kalah Cecak tidak disertai makna. Jadi ramai ditanyakan di kolom komentar.

6. Rizky

https://rizkykurniarahman.com/ldr-tetap-manis-pakai-indihome-mbois/

Penulis yang satu ini bagi saya sangat “mbois”. Warna tulisannya khas. Saya menduga beliau sedang mengikuti writing blog tentang keunggulan Indihome, salah satu penyedia layanan internet plat merah. Anggota Lagerunal yang menulis dengan tema ini selain pak Rizky adalah Bung Momo dan Pak Padil. Renyah, ceria, kadang terselip humor, pembaca tanpa terasa dibawa ke ranah yang serius berupa tampilan data dan infografis Indihome. Tanpa komentar untuk penulis yang juga sarat prestasi kepenulisan ini.

7. Brian

https://www.praszetyawan.com/2022/02/proyek-kolaborasi-dengan-twinkl-kontes.html

Ketua Lage, pembaca! Bung Bryan, guru SDN 01 Pagi Sumur Batu Jakarta ini adalah ketua Lagerunal. Kiprahnya di dunia literasi jam terbangnya cukup tinggi. Hingga membuat salah seorang anggota Twinkl Tim Indonesia terkesan. “Kristi sangat terkesan dengan segudang prestasi Pak Brian, sebagai blogger di Guru Blogger Milenial, hasil karya Buku Antologi yang membuat saya terinspirasi,  sekaligus di dunia pendidikan sebagai Guru SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta, dan satu lagi, sebagai youtuber ,” begitu katanya sebagaimana dikutip Pak guru yang masih energik ini.

Anak didiknya yang diikutkan dalam event yang diselenggarakan oleh Twinkl Indonesia meraih prestasi sebagai 5 karya terbaik kategori siswa sekolah dasar. Bukan main dan bukan main-main. O, ya. Dalam tulisan Pak Ketua, kata “share” sepertinya sudah dianggap sebagai kata bahasa Indonesia, terbukti beliau tidak menuliskannya dengan tulisan Italic atau huruf miring sebagai penanda bahwa kata itu asing. Ya, ketimbang “membagikan” kata share lebih banyak dipilih.

8.Endah Win

https://endahwin04.blogspot.com/2020/06/menanamkan-sikap-disiplin-dengan-cara.html

Saya suka dengan tema tulisan penulis yang satu ini. Ibu Endah Win, mengajak mendisiplinkan anak dalam hal ini siswa dengan bermain. Menurutnya ada tiga cara yaitu, menumbuhkan motivasi pada anak, nasihat yang konsisten, dan konsekuensi. Nah, saya jadi teringat pelajaran tentang disiplin positif. Intinya anak melakukan sesuatu dengan disiplin karena ia menyadari bahwa apa yang dilakukan perlu bagi dirinya dan terbebas dari rasa takut akan rasa murka orang dewasa. bagus sekali ulasannya. “Menanamkan sikap disiplin dengan cara yang seru” sebagai judul tulisan mungkin perlu diperbaiki penulisannya dengan “Menanamkan Sikap Disiplin dengan Cara yang Seru“.

9. Kamila

http://ka161281.blogspot.com/2022/03/senang.html

Ungkapan rasa senang ibu yang menjabat sebagai kepala madrasah ini patut dirayakan. Anak-anak didik maupun anak biologis, juga kemenakan diam-diam memiliki bakat menulis. Hasil karya berupa puisi dan cerita akan dibukukan. Wow! Ikut senang mendengar penuturan Ibu Kamila.

Selain artikel pun pada kata siapapun yang ditulis serangkai, saya pun menyoroti kalimat: Dan anak dari guru saya Pak Nuhiddin Bua nama putrinya Nabila Nur putri kelas 2 MTSN 1 Majene.

Sebagai kepala sekolah, frasa “guru saya” merujuk pada guru anak buah saya atau guru yang bekerja di madrasah yang saya pimpin. Akan tetapi, frasa “guru saya” bisa saja diterjemahkan sebagai sosok yang pernah menjadi guru atau masih pada proses pembelajaran, saya sebagai murid dan dia sebagai guru.

Jadi, agar pembaca tidak dipusingkan dengan penafsiran yang mungkin saja berbeda, boleh dong usul agar guru saya diungkapkan dengan kata lain. Mungkin rekan guru, atau salah seorang guru di madrasah kami, jika yang dimaksud adalah guru di madrasah yang dipimpin oleh penulis.

10. Suyati

https://suyatibinyo.blogspot.com/2022/02/capaian-100-desain-canva.html

Hal yang sama pernah saya alami ketika admin Canva dot com mengirimkan video singkat tentang pencapaian karya desain dengan bantuan aplikasi Canva sudah mencapai 100 buah. Bahagia nggak sih? Bahagia dong!

Penulis mengungkapkan dengan kalimat: *Begitu saya mendownload hasil design terdapat ucapan selamat dari Canva di mana di sana diinformasikan bahwa saya sudah membuat design mencapai 100 design dengan menggunakan Canva.*

Kalimat yang saya apit dengan tanda bintang itu ada loh padanan kata dalam bahasa Indonesia, seperti mengunduh untuk download dan desain untuk design. Setelah saya membaca sebuah tulisan (saya lupa tautannya) tentang penggunaan “kata tanya” dalam kalimat berita, saya selalu menghindari. Oleh karena itu frasa “di mana di sana” yang merujuk pada situs Canva tidak perlu digunakan. Jika dihilangkan begitu saja pun tidak mengubah makna. Perhatikan kalimat yang lebih saya pilih:

Begitu saya mengunduh hasil desain, terdapat ucapan selamat dari Canva bahwa saya sudah membuat desain mencapai 100 buah menggunakan Canva.

Farasa di mana di sana jika dihilangkan tidak mengubah makna, ‘kan?

11. Iis Yuliati

https://buahpenailalang.blogspot.com/2022/03/pekan-pts.html

Seru juga menyimak cerita tentang pekan PTS di tempat bu Iis Yuliati, sang Guru PAI BP (Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti). Ada terselip pesan moral: bantulah kesulitan anak didikmu! Ibu guru PAI ini meminjamkan telepon pintarnya ketika ada siswa yang tidak memilikinya.

Karena muncul cukup banyak, saya menjadi bertanya-tanya. Yang benar penulisannya itu HP, Handphone, hp, atau hape? Suka-suka penulisnya atau ada tulisan yang baku? Saya masih mencarinya, meskipun lebih suka dengan kata “hape” atau handphone yang dimiringkan tulisannya, atau menggunakan ponsel pintar.

12. Setiana

http://www.ms-nana.com/2022/03/tangguh.html?m=1

Kalimat kedua pada awal paragraf pertama adalah: Lagu ini bisa dijadikan sebagai salah satu pembakar semangat di saat kita sedang berada di titik 0. Jika Anda berkunjung ke blog keren ini sudah mendapati kalimat tersebut diperbaiki menjadi: Lagu ini bisa dijadikan sebagai salah satu pembakar semangat di saat kita sedang berada di titik nol.

Adanya komunikasi di grup, membuat penulis merasa perlu untuk mengubahnya sesuai kaidah bahasa Indonesia tentang numeralia.

13. Sumintarsih

http://miensumintarsih.blogspot.com/2022/03/kalau-tidak-bayar-bagaimana.html

Masih bercerita tentang Penilaian Tengah Semester. Sebagai sekolah swasta, tentu mencari cara agar para siswa memenuhi kewajibannya membayar uang sekolah. Satu di antara cara itu adalah dengan membuat Kartu Tanda Peserta PTS.

Pantun Bale tidak mengomentari kebijakan, yang saya komentari tentu berkaitan dengan tulisan. Kesalahan penulisan atau typo dan kelupaan tidak memberi tanda titik di antara kata “lupa” dan “seperti” membuat kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

14. Supadilah

https://aromabuku.com/perpustakaan-idaman-generasi-z /

Langganan juara lomba blog ini tulisannya tidak diragukan lagi. Saya menduga tulisan ini pun merupakan writing content tentang perpustakaan. Beliau mengawali dengan bercerita tentang speak up. Kunjungan ke perpustakaan daerah, isi perpustakaan daerah, cara menjadi anggota, termasuk kegiatan anak-anak si penulis yang dibawanya ke perpustakaan daerah. Inti tulisan adalah tentang UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala di Aceh sana. Hmm, pola seperti ini sudah beberapa kali saya amati ketika si penulis mengikuti lomba-lomba blog yang ia bagikan di grup.

Kunjungi tulisan Pak Padil, begitu saya memanggil sahabat virtual saya ini. pada akhir tulisan ada kalimat: Tulisan ini diikutkan pada lomba blog dalam ajang Acara USK LIBRARY FIESTA (ULF) 2022 dengan tema “Pandangan gen z terhadap perpustakaan menuju literasi informasi yang lebih baik.

Orang Jawa bilang, “Lha, rak tenan ta?”

15. Mazmo

https://eigendomo.com/cerita-anak-interaktif/

Sahabat virtual satu lagi yang satu ini saya anggap sebagai guru menulis fiksi saya.. Tidak ada akad di antara kami berdua tentang permintaan menjadi murid seperti pada film-film silat Mandarin yang saya tonton sewaktu remaja dulu. “Angkat aku jadi muridmu, Suhu!” Akan tetapi, #SelasaBerbagi di Lagerunal tentang menulis cerpen menjadi awal saya mengangkat beliau menjadi “guru saya”. Bukan guru anak buah saya loh, ha ha ha ….

Cerita anak interaktif yang Pak Momo ceritakan adalah bercerita secara lisan kepada anak ketika mengantar mereka tidur malam. Beberapa larik kalimat cerita dijeda untuk memberikan beberapa pertanyaan. Bagus sekali. Melibatkan sang anak dalam kegiatan berbicara kita. Hal itu dilakukan hingga anak tidak bisa menjawab pertanyaan kita karena keburu terlelap. Ha ha ha ….

Penutup

Rasanya seru menulis Pantun Bale dari lima belas tulisan pada lis #SeninBW07032022. Sekali lagi saya ungkapkan bahwa Pantun Bale Edisi Selasa ini membuat saya semangat. Setelah disibukkan dengan kegiatan diklat selama dua pekan yang nyaris tidak menyentuh blog membuat tulisan, pada hari weton saya, Selasa Pon, saya Ulas Halus Tulisan Bagus para sahabat.

Musi Rawas, 8 Maret 2022

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Ulas Halus Tulisan Bagus

  • Tidah hanya satu yang dipantun bale. Tapi 15! Mantap. Menambah nutrisi kebahasaan kita

  • Wah.. pakD jalan- jalannya ceria sekali.. semua diampiri dan ternyata oleh – olehnya banyak juga..
    Hehee.. semangat pakD

  • Terima kasih Pak D… saya masih harus banyak belajar nih.
    Jangan bosan mengingatkan dan memberi masukan

  • Sarat ilmu baru, baik kebahasaan, ulasan isi, maupun mengapresiasi. Terima kasih, Pak D.

Comments are closed.