Ayah, Ibu, Izinkan Aku Membantumu
Hari Minggu, tanggal 14 Februari 2021, saya mengajak anak-anak kelas enam untuk mengirimkan foto atau video kegiatan mereka membantu orang tua. Saya menyadari, semua bisa disetting, namun untuk ukuran para peserta didik di kelas saya, kemungkinan untuk itu sangat kecil. Jika mereka mengirimkan foto sedang menyapu, saya yakin mereka benar-benar sedang menyapu. Meskipun laki-laki, biasanya jarang membantu ibu menyapu, namun agar mereka mendapat “nilai” ketika mengirimkan foto sedang menyapu, ia bukan akting menyapu namun benar-benar sedang bekerja.
Dari penuturan beberapa ayah dan ibu orang tua/wali yang saya temui, sebagian anak-anak mereka adalah anak yang rajin, suka membantu orang tuanya bekerja. Sebagian lagi, ada juga yang mengeluh.
“Walah, Paaaak. Si “Fulan”, ampun. Malasnya bukan main.” Demikian penuturan sebagian mereka.
Oleh karena itu, pada hari Sabtu sore hingga Minggu sore, mereka saya beri kesempatan untuk membantu orang tua dan merekamnya. Foto atau video akan saya terima dengan senang hati, asalkan kegiatan itu kegiatan mereka membantu orang tua. Berikut beberapa foto dan video mereka.
Tri Yuliasih (direkam oleh kakak perempuannya)
Khoirul Anam menanam kangkung
Deciya menyapu ruang tengah



Salam Blogger Sehat,
PakDSus
Blogger Musi Rawas
Blog https://blogsusanto.com/
#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#14FebAISEIWritingChallenge
Anak memang harus diberi kesempatan untuk membantu pekerjaan orang tua walaupun hasilnya belum bisa sesuai harapan.
Saya hargai, Nak. Semangat!
“Setidaknya saya sudah mencoba, Pak Guru”, kata Si Fulan.