artikel

Glubrak! Pelajaran Berharga di Tengah Perjalanan

Selesai mengajar kelompok kecil, saya diminta sahabat saya, Mas Sukamto, menyusul mengikuti rapat persiapan Konferensi Cabang PGRI Purwodadi, Musi Rawas. Setelah diperoleh kata sepakat tentang pelaksanaan gladi bersih, rapat pun ditutup. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB.

Si hitam manis, motor anak yang sudah tidak dipakai lagi karena yang bersangkutan sudah kuliah, seolah menanti segera kunaiki karena hampir dua jam terjemur matahari. Mulanya, motor saya pacu dengan kecepatan sedang. Setelah stabil, motor saya ajak melaju lebih cepat.

Tiba-tiba, saya merasa aneh dengan motor ini, maklum tidak paham mekanika. Laju kendaraan, melambat. Gas ditarik hinggal poll … masih juga melambat. Beberapa meter mendekati gedung sekolah, kecepatan motor makin berkurang. Gas pun saya kurangi. Laju kendaraan pun melambat. Di tengah-tengah rasa heran, tiba-tiba ….

Glubrak …!” Tahu-tahu motor sudah terguling. Badan pun terlempar. Ponsel dan ballpoint ikut meloncat dari saku baju.

Tempat kejadian perkara bergulingnya motor dan badan saya adalah di depan warung milik wali murid. Dia lah yang menolong saya mendirikan motor. Ternyata … roda motor bagian depan tidak bisa berputar. Terlihat ada sedikit asap mengepul pada bagian cakram rem.

Teman saya pun mengambil air dan menyiramkannya pada penjepit cakram.

“Sssshhh….,” bunyi mendesis terdengar. Uap air pun mengepul akibat logam panas itu tersiram air. Tidak berapa lama, roda depan dapat berputar. Setelah beristirahat sebentar, motor saya nyalakan kembali. Perlahan, motor saya jalankan.

Meskipun bengkel AHASS masih beberapa kilometer lagi, saya tetap bersabar menghela motor ke arah sana. Rencana ganti oli pun bertambah lagi dengan “acara” membetulkan kampas rem cakram yang mungkin sudah lama memendam rindu hingga saling berpelukan tak mau lepas lagi. Ufhhh ….

Dua puluh menit kemudian, saya sampai di bengkel. Para kru menyambut ramah. Satu orang bahkan memberikan obat tetes betadine ketika melihat celana bagian lutut saya berlubang dan warna merah menyembul dari dalam.

 

Salam Blogger Sehat,
PakDSus
Blogger Musi Rawas
Blog https://blogsusanto.com/

#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#10FebAISEIWritingChallenge

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

16 thoughts on “Glubrak! Pelajaran Berharga di Tengah Perjalanan

  • Pak Heri, hanya membuat dokumentasi, untuk bacaan di kala sepi.

  • Arif Heri Suyoko

    Masya Allah, dengan kecerdasan menggoreskan pena eh menekan tuts- tuts huruf, mampu membuat sebuah musibah menjadi barokah karya tulis yang indah, ckckck………. moga sakitnya lekas sembuh

  • Masyaallah pak …
    Semoga sllu sehat
    jadi ada bahan baru untuk menulis .. luar biasa mantap

  • Glubrak, semoga segera pulih Pak D.
    Salam untuk Si Hitam Manis…. Hehhehe

  • Nurafni oktafia

    Semoga cepat sembuh pak
    Untuk kedepannya supaya hati hati tetap semangat pak

  • Turut berduka Pak D. Mungkin harus lebih hati-hati dan waspada lagi. Semoga cepat sembuh.

  • Waah.. Untung ya pak.. Jalanan tidak ramai,lecet sedikit smg lain kali lebih berhati-hati.

  • Wah, lebih horor ceritanya ya, Pak.
    Saya jadi takut ngebut

  • Waahh..perih itu..semoga segera pulih kembali Pak..

  • Cepat pulih ya pak, saya pernah mengalami kejadian serupa ketika bawa istri dan anak yang masih bayi.

  • Puji Tuhan,masih bersyukur lalulintas tidak ramai ya pak.semoga baik- baik saja.

Comments are closed.