artikel

Bongkar Rahasia Terbitkan Tulisan di Media Massa

Banyak pelatihan tentang menulis artikel, gratis maupun berbayar. Namun, pertemuan yang mengupas tentang membongkar rahasia cara mudah menerbitkan tulisan di media bagi saya adalah pertemuan langka. Apalagi tidak ada embel-embel berbayar, alias gratis. Oleh karena itu, begitu saya menemukan flyer yang dibagikan Omjay, Guru Blogger Indonesia, tentang “Bongkar Rahasia Cara Mudah Terbitkan Tulisan di Media” saya tertarik untuk mengikuti.

Sesungguhnya, saya belum mengenal begitu dalam sosok pembicaranya, Bapak Much. Khoiri. Dosen Kajian Budaya/Sastra Unesa ternyata orang yang berpenampilan sederhana, begitu yang saya lihat pada pertemuan Zoom tanggal 9 Juni 2021 malam. Akan tetapi, di balik kesederhanaan penampilan dan gaya bicara, beliau adalah Creative Writing, penggerak literasi, blogger, editor, dan penulis (sementara ini) 65 buku. Dari website pribadinya, muchkhoiri.com  saya tahu bahwa pembicara yang sering menyelipkan kata-kata berbahasa Jawa logat jawa Timur adalah pemilik kanal Youtube “Blantik Literasi“.

Pada awal saya masuk, baru lima belas orang yang bergabung. Beberapa nama pernah saya dengar dan sebagian sudah saya kenal. Cak Mukminin, Pak Hariyanto, Omjay, dan Ibu Panca Lukitasari adalah nama-nama yang pernah saya kenal sebelumnya. Sesungguhnya pertemuan Zoom saat itu hanya untuk anggota grup Rumah Virus Literasi (RVL). Oleh karena itu, ketika beliau melihat ada nama saya pada kolom percakapan beliau agak kaget karena saya bukan anggota grup tersebut. Serta merta saya pun menulis pada kolom chat bahwa saya masuk karena melihat flyer yang dibagikan Omjay.

Dalam pemaparannya, dosen yang juga alumni Universitas Negeri Surabaya itu mengatakan bahwa menulis opini untuk media massa itu berarti menyediakan tulisannya, dan sekaligus berarti menerbitkannya. Sedangkan opini itu, sebenarnya salah satu tulisan yang berformat esai, jelasnya lebih lanjut.

Menulis Opini

Di koran, biasanya terdapat satu kolom khusus dengan tajuk opiniLetaknya, setiap koran berbeda-beda menempatkannya. Halaman tersebut menampung tulisan, buah pikiran seseorang (penulis opini). Opini itu berisi ungkapan pemikiran, gagasan, pandangan, yang didasarkan pada fenomena yang diketahui penulisnya. Fenomena tersebut didasarkan pada sebuah fakta yang mengusik perhatiannya. Penulisannya dengan bahasa populer dan komunikatif. Yang paling penting dari opini adalah gagasan original dari penulisnya, signifikansi topik dengan pembacanya, dan topik yang aktual (sedang hangat).

Opini memiliki karakteristik, di antaranya:

  • Mengekspresikan gagasan yang unik dan tak dipegang luas oleh masyarakat
  • Mengandung judgement atau membentuk opini
  • Memungkinkan timbulnya oposisi
  • Menunjukkan kajian cermat atas fakta
  • Mengantisipasi point of view pembaca
  • Memberikan pembuka (lead) yang “menyandera” pembaca
  • Menyuguhkan detail relevan, statistik, dsb.
  • Menampilkan ending yang singkat tapi menantang
  • Menggunakan gaya bahasa populer (bahasa jurnalistik) yaitu sederhana, mudah dipahami orang awam, singkat, dan efektif.

Setelah mengetahui hakikat opini dan karakteristik opini, selanjutnya Haji Emcho, demikian saya dengar panggilan akrab penggiat literasi yang masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014), menuturkan struktur penulisan opini yang baik. Struktur opini yang baik itu mengandung: 1) judul, 2) nama penulis (tanpa gelar diserta status, di bawah tulisan), 3) pembuka/pendahuluan (lead), 4) penghubung pendahuluan dengan isi tulisan, berupa identifikasi masalah atau pertanyaan, 5) isi tulisan atau uraian yang biasanya terdiri atas sub-subjudul (bisa ditulis, bisa juga disamarkan—tidak ditulis), dan 6) penutup (biasanya berupa kesimpulan, ajakan berbuat sesuatu, atau pertanyaan tanpa jawaban). Jadi, meskipun kita memiliki opini (pendapat/pandangan) tentang sesuatu tetapi baru dituliskan dalam dua paragraf, bukan opini namanya.

Rumus Mendapatkan Inspirasi

Rumus mudah mendapatkan isnpirasi menurut Haji Emcho adalah prior knowledge ditambah trigger. Artinya, inspirasi itu hadir ketika seseorang memiliki prior knowledge atau bekal pengetahuan yang cukup ditambah sebuah trigger atau pemicu tertentu. Wawasan, bekal awal yang dimiliki seseorang tentang topik tertentu, tidak lain dan tidak bukan diperoleh dari iqra’. Maksudnya apa? Ia memperoleh inspirasi dari membaca apa yang tertulis (kitab suci, buku, dan sebagainya) serta sesuatu yang tidak tertulis. Sesuatu yang tidak tertulis misalnya fenomena alam, kejadian, kebahagian, kesedihan, fenomena sosial seperti: demonstrasi, peristiwa penangkapan koruptor, dan sebagainya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, pahamlah kita bahwa seseorang yang tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang suatu hal, ia tidak akan memiliki inspirasi untuk menjelaskannya. Oleh karena itu, trigger atau pemicu yang memunculkan ispirasi pada setiap orang berbeda-beda, sesuai latar belakang dan bekal pengetahuan yang dimiliki.

Jangan lupa, dalam alam bawah sadar kita, tersimpan banyak informasi dan data yang luar biasa yang berasal dari sesuatu yang dibaca, diamati, dan dirasakan. Informasi dan data tersebut hanya akan muncul jika ada pemantik (trigger) sehingga menghadirkan inspirasi yang akan diolah menjadi tulisan yang baik.

Trigger atau pemicu datangnya dari mana? Dari mana saja. Ketika membaca sesuatu, ketika ‘ngobrol’ di warung kopi, menonton video, dan sebagainya. Lalu, muncullah ide yang diolah dan diendapkan dalam pikiran. Ide besar tersebut lalu dipetakan, sehingga muncul alternatif ide yang banyak.

Menerbitkan Opini

Setelah opini menjadi tulisan, tibalah saatnya menerbitkan opini. Ada beberapa strategi menembus media massa seperti koran atau surat kabar harian agar tulisan dimuat di sana. Haji Emcho memberikan triknya sebagai berikut.

  1. Topiknya  aktual, isunya sedang hangat dibicarakan.
  2. Ide/gagasannya orisinal, tidak mengekor.
  3. Topiknya signifikan (relevan) dengan kebutuhan khalayak (segmentasi) pembaca.
  4. Pelajari misi dan gaya selingkung media sasaran.
  5. Penyampaiannya analitik, efektif, dan efisien.
  6. Bahasanya jelas, populer, mudah dipahami, enak dibaca.
  7. Panjang sesuai permintaan redaksi (5500—6500 karakter setara dengan 800 hingga 865 kata)
  8. Tidak menyerang pribadi atau trial by press
  9. Kirim dengan kata pengantar ke email redaksi
  10. Sertakan biodata, tanda identitas, No. rekening, NPWP.

Itulah sepuluh trik menembus media massa. Setelah tulisan dikirimkan ke meja redaksi, Haji Emcho berpesan agar mengiringinya dengan doa, lalu … lupakan! 

Etika Menerbitkan Opini

Etika berasal dari kata Yunani yang artinya adat istiadat atau kebiasaan. Jadi, berkaitan dengan dengan kebiasaan hidup yang baik kepada orang lain maupun etika di masyarakat. Secara harfiah, etika adalah sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia sosial dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang baik dan terulang dalam kurun waktu yang lama.

Demikian pula ketika menerbitkan tulisan di media massa ada etika yang harus diperhatikan. Pada prinsipnya, media massa tidak akan menerbitkan tulisan yang pernah terpublikasikan. Terpublikasikan artinya, sudah terbaca banyak orang. Misalnya tulisan yang pernah dimuat di koran lain atau koran yang sama, di blog, maupun diterbitkan dalam bentuk buku. Oleh karena itu, disarankan mengirimkan karya yang baru.

Demikian pula tulisan yang sama, jangan dikirimkan ke media lain sebelum jelas bahwa tulisan kita ditolak oleh media sebelumnya. Tulisan ditolak bukan berarti tidak bagus, namun bisa jadi kepanjangan atau tidak sesuia dengan gaya selingkung media tersebut. Setelah jelas ditolak dan diminta kembali, barulah dikirim ke media yang lainnya.

Penutup

Saya mendapat banyak sekali tambahan pengetahuan setelah mengikuti kelas berbagi yang disampaikan oleh seorang Blantik Literasi yang selama ini tulisan-tulisannya belum banyak saya baca. Haji Emcho adalah pegiat literasi yang tergabung dalam SPK (Sahabat Pena Kita), sebuah komunitas menulis yang dibentuk sejak 23 Juli 2018 dan resmi sebagai yayasan berbadan hukum 2019.

Setelah mengikuti kelas berbagi dari Haji emcho, saya pun segera meluncur ke kanal Youtube beliau dan di sela-sela waktu saya sempatkan mengikuti “tausiyahnya” pada topik Ngaji Literasi. Terima kasih, Pak Dosen!

Salam Literasi, Salam Blogger Sehat

PakDSus

Sumber tulisan:

1. Zoom Meeting
2. Video Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=mmu0ptXTIDY
3. https://muchkhoiri.com
4. https://saintif.com/

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

19 thoughts on “Bongkar Rahasia Terbitkan Tulisan di Media Massa

  • Tulisan bergizi. Mantap. Amat bermanfaat sekali untuk belajar menulis. Terima kasih Pakdhe Sus

  • Beda Bu, beliau itu Mr. Emcho, Bapak Much. Khoiri, bukan Kang Encon.

  • Sudah lama tidak baca tulisan Pak D…
    Selalu mengalir seperti air, banyak pemantik untuk saya menulis kembali.
    Sehat selalu Pak D

  • Ulasan yang lengkap dan enak dibaca. Selalu keren, Pak D. Hehe ..

  • Resume yg lengkap. Trims sudah berbagi.

  • Keren… Resume yg sangat mengispirasi untuk kita. Trimks share ilmunya mantap.

    Maaf, Master Susanto bukan Pak H. Emcho. Tapi Pak H. Encom hi… Soalnya emak ikutan di grup Pak H. Encom hanya tulisan tdk selesai 2 ingin selesai buku solo. Banyak gangguan dan tantangan dlm menyelesaikan tulisan

  • Pemateri yang luar biasa, serta peresume yang keren. Dari sekian banyak tips menulis opini, pemaparan dari Mr. Emcho ini begitu detail. Hehe, semoga kelak Ditta juga bisa menulis opini

    Terima kasih Pak D

  • Ya, Bu. Yang penting dapat ilmu dan semangatnya dulu.

  • Mantap ya, Om. Auto buka kanal Blantik Literasi, nih. Mau berguru juga.

  • Terimkasih Pak D telah berbagi.. Yuk segera tulis opini kita.

  • Sangat bermanfaat pakD tulisannya. Padat berisi, menambah pengetahuan dan artikel yang sangat dibutuhkan oleh para penulis

  • Alhamdulilah Pak D lengkap resumenya dari Mr.Emcho. Dapat banyak ilmu

  • Mr emcho adalah salah satu guru menulis omjay dan semoga beliau cepat menjadi guru besar Unesa.

  • Wah mantap, kalau melihat lihat detailnya tulisan ya disini bersama Pak D. Saya juga tertarik gabung dengan RVL karena bahasannya konsisten memajukan literasi. Selalu mengaitkan pentingnya membaca lalu menulis, itulah bahasan yang sedang saya senangi saat ini. Dari Pak Emcho saya juga banyak mendapat ilmu, alhamdulillah. Bahkan beliau sering menyapa tulisan saya di blog dan siapa saja yang menulis di RVL selalu diberi komentar jika memang yang perlu diluruskan, Itulah sekilas pengalaman saya berjumpa dengan beliau via dunia maya sekitar 2 bulan lalu.

  • Lengkape polll. Makaseh Pak De Mantabbb. Selalu terpesona dengan tulisan Pak De…yakin golokokin Pak De. Inyong ora nglemboni. Suwer!

Comments are closed.